
"Udah ada tahu kapan libur lebaran Ki, berapa lama nya?", 'Tanya Wati melalui sambungan telepon'.
"Belum tahu ma, belum ada infonya", 'Jawab Adzkia'.
"Terus kalian pulang naik apa, bus atau pesawat?", 'Tanya Wati lagi'.
"Pesawat ma, kalau naik bus nanti kelamaan. palingan libur cuman 10 hari paling lama ma, kata teman-teman kerja aku yang sudah lama kerja di sini", 'Jawab Adzkia'.
"hhhmmm..... Terus kamu sama dya sama pulang nya?", 'Tanya Wati lagi'.
"Ngak ma, dya duluan pulangnya", 'Jawab Adzkia'.
"Kenapa?, emang liburnya ngak sama?", 'Tanya Wati lagi'.
"Semuanya sama ma, kecuali produksi", 'Jawab Adzkia'.
"Terus kok Dya pulang duluan, dari pada kalian?", 'Tanya Wati lagi'.
"Ya soalnya, Dya kemarin kontrak kerja nya ngak di perpanjang ma", 'Jawab Adzkia lirih'.
"Kok bisa Ki?", 'Tanya Wati'.
"Ya kita juga ngak tahu kenapa ma, mungkin bukan rezekinya buat disini. Tapi Dya memang mau pulang dya nya, emang ngak mau perpanjang kontrak kerja", 'Jawab Adzkia'.
"Tapi kalian ngak bertengkar kan nak, sampai-sampai Dya mau pulang?", 'Tanya Wati lagi dengan ke khawatiran nya'.
"Ngak kok ma, kita semua baik-baik saja. Mungkin Adzkia kangen rumah, dan mau Nemani orang tuanya di rumah. Soalnya kan ibu Dya sekarang sering sakit-sakitan, dan lagi anaknya ngak ada satu pun yang di rumah, pada merantau semua", 'Jawab Adzkia'.
__ADS_1
"Iya mungkin ya, iya soalnya kemarin itu bapaknya juga bilang, kalau ibunya Dya sering sakit sekarang. Palingan betah juga seminggu, ntar sakit lagi", 'Ucap Wati'.
"Iya mungkin ma, bisa jadi. Tapi mama udah melihat kondisi ibunya Dya?", 'Tanya Adzkia lagi'.
"Belum Ki, mama sama papa belum sempat melihat nya", 'Jawab Wati'.
"Ntar kalau mama ngak pergi jualan, mama pergi lah ke rumah Dya, liat kondisi ibunya. Ngak enak juga kan ma, secara kita tahu kalau ibunya Dya sakit. Dan juga KIA sama Dya udah sama-sama dari Sekolah di kota dan sekarang juga bekerja di tempat yang sama ma", 'Ucap Adzkia'.
"Iya Ki, nanti mama sama papa pergi, kalau ngak besok ya lusa", 'Ucap Wati'.
Wati pun memutuskan sambungan teleponnya dengan Adzkia, karena ada tamu papanya Adzkia yang datang kerumah, dan Wati harus menjamu tamu itu dengan menyuguhkan air minum dan sedikit cemilan.
*
Saat Adzkia, Feni, dan Leni sampai di tempat mereka bekerja, mereka bertiga telah di nanti-nanti oleh teman-temannya dan di todong berbagai pertanyaan, soal Dya, Wahyu dan Inur kenapa tidak di perpanjang kontrak kerjanya?.
"Emang iya, itu si Dya, Wahyu sama Inur ngak di perpanjang kontrak kerja nya?", 'Tanya Teh Heni yang memanggil Adzkia saat pertama kali datang dan di todong pertanyaan seperti itu.
"Ya Dya bilangnya sih iya", 'Jawab Adzkia seadanya'.
"Kenapa emang mereka bertiga itu tidak di perpanjang kontrak kerjanya?", 'Tanya Teh Heni lagi'.
"Ya kita ngak tahu juga teh, orang kita bukan atasan mereka dan juga bukan berasal dari grup dan shift yang sama. Ya kita bertiga juga ngak tahu alasan mereka bertiga tidak di perpanjang kontrak kerjanya", 'Jawab Adzkia'.
"Ya maksudnya itu, emang mereka ngak ada cerita sama kalian gitu", 'Tanya Teh Heni lagi'.
"Ngak ada teh, mereka sendiri juga binggung. Dan mungkin memang bukan rezeki mereka tidak di sini", 'Jawab Adzkia yang berlalu mengambil format laporan kerjanya'.
__ADS_1
"Tapi yang paling Kasian itu sih Wahyu ya, padahal mah dia orangnya nurut bangat sama si Isel tuh. Apa yang di bilangin Isel pasti dia selalu nurut, tapi tetap aja ngak di perpanjang, parah ya itu si Isel", 'Ucap Teh Heni lagi tapi tidak terlalu keras-keras bicaranya, karena mereka sekarang lagi mereka di depan kantor para atasan, takut nanti kedengaran dan panjang lagi urusannya'.
"Lu kaya ngak tahu dia aja Hen, kalau ngak gara-gara dia, ngak mungkin juga kan dulu kita kena coaching berjamaah", 'Ucap Teh Uli'.
coaching adalah Peringatan awal bagi karyawan perusahaan yang tidak mematuhi peraturan yang telah di tetapkan. Coaching juga adalah peringatan awal sebelum di berikannya SP1,2, dan 3 (surat peringatan).
"Iya juga sih teh, tapi kan kalau udah bisa ngambil hati nya nanti di perjuangin tahu teh sama dia. Tuh contohnya kaya si Ayu teh, lu tahu sendiri lah cara kerja gimana, ngak ada yang bener. Orang kemarin aja ya pas gua tukar shift ke shift dia itu ya, gua mau bongkar aja, mereka pada bilang gini coba teh, orang di shift gua aja ya kaya gini mah ngak di bongkar katanya, kecuali jebol, bocor iya lah di bongkar. Kalau bocor geh juga BS' in (reject) di conveyor aja", 'Ucap Teh Heni'.
"Terus gua tanya lagi kan teh, emang siapa QC nya yang kaya gitu?. Sih Ayu kaya gitu, ngak ada tuh lecet kaya begini di bongkar", 'Ucap Teh Heni lagi'.
"Itu lah Hen, standar yang sekarang berubah-ubah, ngak seperti kita dulu standar itu cuman satu doang", 'ucap Teh Uli menanggapi ucapan teh Heni'.
Teh Heni dan Teh Uli adalah QC yang paling senior di sini, dan mereka adalah yang paling lama bekerja di sini, dan jadi mungkin mereka tahu sifat-sifat atasan yang sudah lama juga. Dan Bu Isel juga adalah salah satu atasan yang sudah cukup lama bekerja di sini.
Mereka berdua sering berselisih paham sama tentang standar yang sekarang dan yang dulu, tapi mereka hanya banyak omong di belakang doang, ngak berani buat speak up.
Mereka berdua pun juga sering membanding-bandingkan standar produk dulu dengan yang sekarang. Katanya Sekarang standar itu bisa di ubah-ubah lah, ini lah, itu lah.
Ya memang kenyataannya seperti itu juga sih, mungkin itu sudah keputusan atasan ya kita sebagai bawahan harus menjalani dan menerapkan nya di lapangan.
Tetapi tidak dengan senior-senior yang sudah lama, terlebih dua orang ini, terlalu membanding-bandingkan dan banyak omong, ya ujung-ujungnya nanti juga di jalanin, tapi harus banyak omong dulu.
Ya nama nya senior ya kita iyain aja lah, ntar salah lagi.
Senior itu seperti cewek, senior tidak pernah salah, jika senior salah kembali kepasal satu.
Ya emang senior nya cewek juga ya, hehehehe.
__ADS_1