Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Pindahan (2)


__ADS_3

"Pulang kerja ini, kita langsung ke pasar yuk.... Beli sarapan sekalian beli perlengkapan kontrakan kita yang belum seperti ember tampung air, sama ember cuci baju, gayung juga", 'Ucap Feni'.


"Ayuk.... biar ntar kita ngak keluar lagi", 'Ucap Leni'.


Akhirnya mereka bertiga turun dari jemputan di pasar yang tidak jauh dari kos-kosan mereka.


"Mbak mau cari ember yang besar untuk tempat tampung air mbak?", 'Tanya Feni'.


"Ember besar ya, di sebelah sana", 'Jawab mbak yang kerja di toko tersebut'.


Adzkia dan teman-temannya pun mengikuti mbak-mbak yang tadi.


"Yang mana nih ukuran embernya?", 'Tanya Adzkia kepada teman-temannya'.


"Yang paling besar aja, biar muat airnya banyak", 'Jawab Leni'.


"Yasudah ini ya?, tapi muat ngak?", 'Tanya Adzkia lagi'.


"Muat kayaknya, tapi kalau ngak muat bisa di tukar lagi kan mbak?", 'Tanya Feni kepada mbak-mbak nya'.


"Nanti coba tanya cicinya aja, saat pembayaran", 'Jawab mbak-mbak nya'.


"hhhmmmm", 'Jawab Leni'.


"Apalagi nih yang mau kita beli?", 'Tanya Adzkia'.


"Udah semua kayanya, ember cuci baju udah, gayung udah, pel lantai udah, ember air udah, apalagi nih?", 'Tanya Adzkia lagi'.


"Saringan minyak itu Ki, yang menengah yang dekat kamu itu", 'Jawab Feni'.


"Ini....?", 'Tanya Adzkia'.


"Iya itu....", 'Jawab Feni'.


"Ada lagi?", 'Tanya Adzkia lagi'.


"Udah semuanya kayanya", 'Jawab Feni'.


"Ya sudah yuk, ayo bayar", 'Ucap Feni'.


"Ayok buk Ben, kita bayar", 'Ucap Leni kepada Adzkia'.


Mereka bertiga pun jalan menuju kasir, dan membawa barang-barang yang akan mereka beli.


"Totalnya berapa ci?", 'Tanya Adzkia yang sudah memegang dompetnya'.


"Totalnya jadi 210.000", 'Jawab cici-cici yang berada di kasir'.

__ADS_1


"Ini ya ci....", 'Ucap Adzkia dan menyodorkan uang 250.000'.


"250.000 berarti kembalinya 40.000 ya", 'Ucap Cici yang mengambil uang tersebut dan memberikan lagi kembalian uang sebanyak 40.000'.


"Ci, ember yang besar itu, kalau tidak sesuai sama ukuran yang di rumah, bisa di tukar lagi kan ci?", 'Tanya Feni'.


"Oh iya bisa, nanti kesini lagi aja kalau tidak cocok", 'Jawab Cici tersebut dengan ramah'.


Setelah membayar belanjaan mereka dan membeli sarapan, mereka bertiga pun langsung menuju kontrakan mereka yang baru untuk antar barang-barang yang tadi mereka beli. Tetapi mereka mampir dulu di kos-kosan mereka yang masih tempati sekarang untuk berganti pakaian dan menaruh tas, dan mereka juga membawa peralatan yang sekiranya bisa mereka bawa terlebih dahulu.


*


"Yah.... Embernya ngak muat guys, ke gedean ini. Harusnya yang tadi di tunjuk Adzkia pertama, yang ukurannya di bawah ini", 'Ucap Feni yang meletakan ember di dalam kamar mandi'.


"yasudah nanti kita tukar lagi aja", 'Ucap Adzkia yang sedang mencuci tangan karena mereka akan sarapan'.


"Okeh deh, abis sarapan aja kita pergi lagi. kan kita mau angkat barang-barang juga biar sekalian", 'Ucap Leni'.


"Ntar.... aku coba WhatsApp Riki dulu deh, siapa tahu ada motor yang bisa di pinjam di tempat mereka", 'ucap Feni yang kemudian mengeluarkan handphone nya'.


"Iya boleh tuh Fen, nanti biar aku sama Kia yang angkat barang-barang, sementara kamu pergi nukar ember itu. Kita juga bisa tuh minta tolong Riki angkatin barang-barang kita ke sini", 'Ucap Leni'.


"Benar juga kamu Len, ntar kita isiin aja bensinnya", 'Ucap Adzkia'.


"Benar juga tuh buk Ben", 'Ucap Leni'.


Jadi orang-orang Padang, yang masuk kerja barengan Adzkia semua itu adalah satu sekolah waktu SMK, dan sekarang satu tempat kerja dan juga tinggal di perumahan yang sama, gang nya aja yang beda-beda.


Orang sini nyebutnya kita anak-anak Padang, tapi kita semua tidak berasal dari kota Padang, yang lebih tepatnya itu Sumatra barat.


"Gimana Fen, Rikinya bisa?", 'Tanya Adzkia'.


"Iya bisa, ntar dulu katanya", 'Jawab Feni'.


"Yasudah kalau gitu, aku sama Kia balik ke kos an dulu ya Fen, ambil barang-barang lagi", 'Ucap Leni'.


"Aku ikut kalian aja lah, kan kosan nya Riki depan kosan kita", 'Ucap Feni'.


"Yasudah Ayuk, ntar ke buru panas", 'Ucap Adzkia'.


"Iya tuh benar apa kata Adzkia, ntar panas-panas yang ada kita tambah hitam lagi", 'Ucap Leni juga'.


Mereka pun pergi lagi ke kossan mereka yang lama, untuk mengambil barang-barang mereka yang di sana. Mungkin satu mingguan ini, mereka akan bolak-balik dari kontrakan baru ke kossan yang lama untuk mengambil barang-barang mereka.


*


"Ini motor siapa Ki?", 'Tanya Leni'.

__ADS_1


"Motor abang-abang yang di kossan", 'Jawab Riko


"Boleh ngak kita minta tolong Ki, bantuin kita angkat barang-barang kita ke kontrakan yang baru. Ntar kita beliin deh bensinnya", 'Ucap Leni'.


"Emangnya kalian pindah kemana?", 'Tanya Riki'.


"Ke palem 17 gang paling ujung itu loh", 'Jawab Feni'.


"Dekat rumahnya pakde yang jualan opor ini?", 'Tanya Riki lagi'.


"Iya pas bangat di sebelah rumah pakde itu", 'Jawab Feni'.


"yasudah deh, tapi aku tanya abang-abang nya dulu ya. Motor nya mau di pakai atau ngak", 'Ucap Riki'.


"Oke Ki, tapi kamu anterin saya dulu ya kepasar nukarin ini", 'Ucap Feni'.


"Iya, itu makanya saya ngeluarin motor", 'Ucap Riki'.


"Yasudah guys, aku pergi dulu bentar ya nukarin ini", 'Ucap Feni kepada Leni dan Adzkia'.


"Iya Fen, kita mau packing barang-barang dulu. Sekalian nurunin kebawah", 'Ucap Adzkia'.


Feni pun pergi ke pasar di antar Riki, buat nukarin ember yang tadi mereka beli karena ukurannya terlalu besar untuk di kamar mandi mereka.


Sedangkan Adzkia dan Leni, masuk ke dalam kossan mereka, untuk packing barang-barang mereka. Sebenarnya barang mereka masing-masing udah di packing dan sudah di tumpuk di satu kamar, jadi tinggal angkat aja. Tapi masih di cek-cek lagi, takutnya masih ada barang yang ketinggalan.


Feni pun, tetap tinggal di kontrakan mereka yang baru, menunggu barang-barang mereka yang nantinya akan di antar oleh Riki dengan motor dan di bantu oleh Wahyu.


Sedangkan Adzkia dan Leni masih di kossan mereka yang lama, menurunkan barang-barang mereka dari atas ke bawah, dan juga ngecek lagi apakah masih ada barang-barang mereka yang ke tinggalan atau tidak.


*


"Adzkia kalian pindahan ya?", 'Tanya Ibu-ibu yang punya warung di sebelah kossan Adzkia'.


"Iya Bu....", 'jawab Adzkia'.


"Pindahan kemana?", 'Tanya ibu-ibu itu lagi'


"Palem 17 Bu, sebelah rumahnya pakde yang jualan opor", 'Jawab Adzkia'.


"Paling ujung ya?", 'Tanya ibu-ibu itu lagi'.


"Iya Bu", 'Jawab Adzkia'.


"Duluan ya Bu", 'Ucap Adzkia lagi'.


"Iya hati-hati", 'Jawab ibu-ibu tersebut'.

__ADS_1


Adzkia dan Leni pun melanjutkan perjalanan ke kontrakan mereka yang baru, karena barang-barang mereka sudah habis semua di angkut oleh Riki dan Wahyu, begitu pun dengan barang-barang Ijah, Gita dan Diah karena kamaren barang-barang mereka semuanya sudah di packing jadi tinggal angkut aja.


__ADS_2