
Malam hari itu juga, setelah semuanya kembali dari aktivitas mereka masing-masing, dan pulang ke kontrakan mereka.
Adzkia, Feni, Leni, Dya, Gita, dan Ijah pun berkumpul di ruang tengah kontrakan mereka itu atau di depan televisi untuk saling bermaaf-maafan.
Mereka berenam berkumpul, untuk melakukan perpisahan karena Dya akan pulang kampung karena kontrak kerja nya tidak di lanjut. Mereka melakukan perpisahan malam ini, ka
"Dya nggak nunggu kita dulu, kita pulangnya sama-sama. Tunggu kita libur lebaran dulu", 'Ucap Feni yang berusaha menahan tangisnya'.
"Iya Dya, di sini dulu aja. Kita main bareng dulu, kemana kek gitu, sama-sama", 'Ucap Leni juga'.
"Iya Dya, berarti mulai besok aku berangkat kerja sendiri dong, biasanya kan kita selalu bersama Dya", 'Ucap Gita'.
"Makanya cari pasangan, biar nggak sendirian, hehehe", 'Jawab Dya kemudian cekikikan'.
"Soal itu mah gampang", 'Ucap Gita sembari menjentikkan jarinya'.
"Wih..... gayanya, sok yes amat", 'Jawab Ijah'.
"Harus dong, hahahaha", 'Ucap Gita tertawa'.
Nangis-nangis bersama dan kemudian tertawa lagi, setelah itu mereka juga mengabadikan moment ini dengan foto-foto bersama.
Saat mereka ngumpul bersama, Adzkia tidak terlalu ikut nimbrung ucapan mereka. Adzkia lebih banyak diam, karena di sini dia lah yang paling merasa kehilangan Dya. Karena mereka sudah tinggal bersama dari mereka sekolah di kota, tidur satu kasur berdua, kadang juga dulu makan satu berdua, untuk menghemat uang saku waktu sekolah, hehehehe.
Kadang cuman makan mie instan 1 bungkus berdua juga lagi, kalau sudah di akhir-akhir bulan. Ya begitu lah dulu nasib anak kosan yang di lalui oleh mereka berdua, mungkin bukan mereka aja kali ya, yang lain mungkin ada yang senasib dengan mereka berdua, hehehe.
Dan sekarang mereka kembali bersama setelah lulus sekolah, kerja di satu tempat yang sama, dan beberapa bulan kebelakang ini mereka juga tinggal di satu atap kembali.
Waktu itu terasa singkat bagi Adzkia dan sangat menyesali karena mereka tidak banyak menghabiskan waktu seperti, seperti jalan-jalan dan juga hangout bareng. ya mungkin karena kesibuk kerja dan lagi pulang mereka berdua tidak satu grup kerja dan juga beda shift kerja.
Setelah semua bermaaf-maafan dan saling berpelukan dengan Dya, sekarang giliran Adzkia.
"Dya.....", 'Ucap Adzkia yang memeluk Dya, dan kemudian berurai Air mata yang dari tadi berusaha di tahannya'.
"Iya Ki, udah ah jangan cenggeng", 'Jawab Dya yang berusaha memenangkan Adzkia dengan mengusap lembut punggungnya'.
"Ta-tapi Dya pulangnya ntar aja sama kita, tu-tunggu kita libur lebaran dulu. Ki-kita nanti pulangnya sama-sama", 'Ucap Adzkia yang masih terisak-isak'.
"Dya nggak bisa Ki, kan Dya udah beli tiket. Nanti kita juga bisa jumpa di kampung", 'Jawab Dya yang masih berusaha menenangkan Adzkia'.
__ADS_1
"Kan bisa di reschedule", 'Jawab Adzkia yang sudah mulai tenang dan melepas pelukannya'.
"Kalau Dya reschedule, siapa ntar yang biaya in makan Dya selama di sini?", 'Tanya Dya sambil tersenyum'.
"Ntar aku yang bayar", 'Jawab Adzkia'.
"Ntar kita pulang sama-sama ke kampung, ntar di jemput bang Rian", 'Ucap Adzkia'.
Bang Rian adalah Abang Adzkia.
"Dya nggak bisa kita, ntar kita jumpa di kampung ya", 'Ucap Dya memegang tangan Adzkia'.
"Iya deh, terus nanti dari bandara dia pulang ke rumah di jemput siapa?", 'Tanya Adzkia yang sudah mulai tenang'.
"Travel Ki, soalnya nggak ada yang bisa jemput", 'Jawab Dya'.
"Yasudah, besok hati-hati ya, jangan lupa ngabarin kita yang di sini. Maaf nggak bisa antar Ke bandara....", 'Ucap Adzkia lagi'.
"Iya Ki nggak apa-apa kok, aku ngerti. Kan kalian harus kerja juga. Ada Ari kok yang anterin kebandara", 'Jawab Dya'
Setelah saling bermaaf-maafan, mereka berenam pun berpelukan, dan kemudian istirahat tidur karena sudah larut malam, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat.
*
Pagi harinya, Leni, Feni, dan Adzkia melepas Dya di depan kontrakkan mereka, karena mereka tidak bisa mengantar ke bandara karena nanti mereka harus kerja dan takut tidak ke buru.
"Dya hati-hati ya, kabarin kita kalau nanti udah sampai", 'Ucap Adzkia yang kemudian memeluk Dya'.
"Iya Ki, kamu juga baik-baik ya di sini. Sampai ketemu di kampung halaman kita", 'jawab Dya yang membalas pelukan Adzkia'.
"Iya Dya, kita harus jalan-jalan ya, nanti di kampung", 'Ucap Adzkia yang melepas pelukannya'.
"Iya Adzkia Almahyra, inshaallah kalau tidak ada halangan", 'Jawab Dya'.
"Dya hati-hati ya", 'Ucap Leni yang juga memeluk Dya'.
"Iya Len, kamu juga baik-baik ya di sini", 'Jawab Dya yang juga membalas pelukan Leni'
"Dya, hati-hati ya di jalan. Semoga selamat sampai tujuan, maaf nggak bisa antar ke bandara", 'Ucap Feni sekarang yang kemudian juga memeluk Dya selepas Leni tadi'.
__ADS_1
"Iya Fen, nggak apa-apa kok", 'Jawab Dya yang juga membalas pelukan Feni'.
Feni dan Dya pun melepas pelukannya.
"Guys, aku pamit ya, salam sama yang lain juga", 'Ucap Dya sekali lagi'.
"Iya Dya, hati-hati", 'Jawab Feni dan Leni bersamaan'.
"Ki, Aku pamit ya", 'Ucap Dya lagi yang melihat Adzkia dengan mata yang sudah berkaca-kaca'.
"Iya Dya hati-hati", 'Jawab Adzkia yang kemudian memeluk Dya lagi dengan berurai air mata'.
"Udah dong, jangan nangis lagi. Nggak malu kamu sama tetangga tuh, pada lihatin kita", 'Bisik Dya, melihat di sekeliling mereka banyak yang memperhatikan dari tadi'.
Akhirnya Adzkia pun melepaskan pelukannya, dan mengusap kedua tangan nya ke muka, untuk menghapus air matanya.
Dya pun masuk kedalam taksi online yang tadi di pesannya, sambil melambaikan tangan ke arah Adzkia, Leni, dan Feni. Dan begitu pun dengan Ari masuk kedalam taksi online yang juga di tumpangi Dya, karena dia akan mengantar Dya ke bandara.
Adzkia, Leni, dan Feni juga melambaikan tangannya kepada Dya, dan tak lupa pula mereka mengabadikan moment ini dengan mengambil Video.
Mereka bertiga pun berbalik hendak ke dalam rumah, setelah mobil yang di tumpangi Dya dan Ari meninggalkan perumahan tersebut.
*
"Itu temannya, pulang kampung Adzkia?", 'Tanya pakde sebelah rumah mereka dan yang biasa mereka panggil pakde opor karena pakde itu jualan opor di depan kosan mereka yang lama, hehehehe'.
"Iya pakde", 'Jawab Adzkia'.
"Emang udah nggak kerja lagi?", 'Tanya pakde lagi'.
"Nggak pakde, udah abis kontrak", 'Jawab Adzkia'.
"ooo.... Begitu", 'Jawab Pakde itu lagi'.
"iya pakde, kita masuk dulu ya pakde", 'Ucap Adzkia Sopan'.
"Iya Monggo.....", 'Jawab pakde lagi'.
Adzkia dan yang lainnya pun masuk ke dalam rumah, setelah melepas Dya ke bandara.
__ADS_1