Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
POV Revan


__ADS_3

Setelah selesai masak-masak, dan membersihkan kontrakan, Adzkia, Feni, Leni, Dya, Gita, dan Ijah pun bersiap-siap dan menunggu tamu yang akan datang, tamunya hanya teman-teman satu kerjaan dan juga sesama dari Padang.


"Silahkan masuk....", 'Ucap Adzkia dan teman-temannya kepada setiap tamu atau teman-teman nya yang datang'.


"Gede juga ya kontrakan nya, ini satu bulan berapa Fen?", 'Tanya Anjeli kepada Feni'.


"1Jt njel....", 'Jawab Feni'.


"1jt itu, udah masuk air sama listrik?", 'Tanya Anjeli lagi'.


"Belum njel, 1 JT itu di luar air sama listrik", 'Jawab Feni'.


"Ini ada berapa kamar?", 'Tanya Anjeli lagi'.


"Ada dua kamar, satu kamar mandi, ruang tengah sama dapur, ada wastafelnya juga", 'Jawab Feni'.


"Lumayan yah....", 'Ucap Anjeli'.


"Hehehehe, iya njel", 'Jawab Feni'.


"Ini sama di sebelah, satu orang yang punya nya, atau beda Fen", 'Tanya Anjeli lagi'.


"Sama njel....", 'Jawab Feni'.


"Di sebelah anak mayora juga?", 'Tanya Anjeli lagi'.


"Bukan ibuk-ibuk, tapi ngak tahu kerja di mana", 'Jawab Feni'.


Adzkia dan Teman-temannya pun, mempersilahkan tamunya untuk mencicipi hidangan yang telah mereka sediakan.


"Silahkan di cicipi guys, maaf ya ala kadarnya aja", 'Ucap Ijah'.


"Iya ngak apa-apa, ini bahkan lebih dari cukup jah", 'Jawab Neng'.


"Ini boleh di bungkus ngak Jah...", 'Ucap Wahyu'.

__ADS_1


"Iya boleh kok, nanti kalau sisa ya", 'Jawab Ijah'.


Mereka semua pun mencicipi dan menyantap hidangan makanan yang telah di hidangkan oleh tuan rumah, mereka juga berbincang seputar pekerjaan dan juga tentang angkatan sekolah mereka, mereka semua adalah satu angkatan dari sekolah yang sama dan juga bekerja di perusahaan yang sama.


Setelah semuanya kenyang, dan hari juga sudah hampir Maghrib Mereka pun pamit satu per satu untuk pulang karena hari sudah gelap, dan tak lupa pula sebelum mereka pulang mereka foto-foto dulu untuk sebagai kenangan-kenangan. Setiap ada acara kumpul-kumpul (reunian) begitu, foto-foto adalah moment paling utamanya, hehehe.


Sedangkan Adzkia, Feni, Leni, Dya, Gita, dan Ijah yang sebagai tuan Rumah lanjut membersihkan piring-piring bekas makan tamunya tadi, ada yang mencuci piring, ada yang nyapu dan ngepel, dan ada juga buang sampah, mereka juga saling tolong menolong.


"Huft akhirnya kelar juga....", 'Ucap Adzkia yang baru kelar mencuci piring'.


"Iya nih, yuk istirahat yuk. Siapa besok yang shift satu sama start awal", 'Ucap Feni'.


"Dya sama Gita Besok shift 1", 'Ucap Ijah'.


"Tapi aku ngak start awal", 'Ucap Dya'.


"Aku yang start awal sampai longshift lagi....", 'Keluh Gita'.


"Ngak apa-apa, itung-itung ganti uang buat patungan kemarin", 'Ucap Feni'.


"Iya sih, benar juga. Tapi capek...", 'Ucap Gita'.


"Dengar tuh Ta ceramahnya ustadzah Feni, hehehehe...", 'Ucap Ijah cengengesan'.


"Aku mah ngak pernah tuh minta-minta lembur", 'Jawab Feni'.


"Yasudah kalau ngak pernah mah, orang kan cuman ingetin doang", 'Ucap Feni sewot'.


"Udah-udah kalian pada kenapa sih", 'Ucap Adzkia menengahi'.


Akhirnya mereka pun pada diam, begini lah ya teman-teman semua kalau kita tinggal satu atap bersama-sama takut banyak selisih paham dan bisa jadi ribut, kalau tidak ada penengahnya.


*


"Udah Kelar syukuran kontrakan barunya?", 'Tanya Revan melalui pesan WhatsApp'.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah, capek bangat nih....", 'Balas Adzkia'.


"Yasudah sana istirahat...", 'Balas Revan lagi'.


"Kamu lagi di mana?", 'Tanya Adzkia melalui pesan WhatsApp'.


"Tempat bisa, lagi nongkrong sama teman-teman", 'Jawab Revan membalas pesan WhatsApp adzkia'.


"Oooo...", 'Balas Adzkia'.


Revan pun, melakukan panggilan video kepada Adzkia karena Revan tidak ingin Adzkia berpikiran negatif tentang dirinya, dan Adzkia bisa melihat sendiri di mana Revan berada. Revan tidak ingin terjadi kesalahpahaman lagi antara dirinya dengan Adzkia, karena dia tidak ingin bertengkar terus-terusan dengan Adzkia hanya karena masalah orang ketiga lagi. Mereka berdua sudah berkomitmen untuk saling menjaga hati dan pandangan mereka dan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.


Bahkan Revan sendiri sudah kenal dan dekat dengan keluarga Adzkia, tetapi Adzkia belum pernah bertemu dengan orang tua dan keluarga Revan karena belum ada waktu yang tepat.


Sebenarnya orang tua Revan sendiri sudah meninggal dunia, semenjak dia kecil. Dan sekarang dia tinggal bersama dengan Adik kandung dari ayah Revan sendiri dan istrinya. Karena tinggal dengan mereka sedari kecil, jadi mereka lah yang sudah di anggap oleh Revan orang tuanya.


Revan sendiri bukan asli orang Minang (sumatera barat), melainkan dia berasal dari provinsi Sumatera Utara.


Kenapa Revan bisa berada di daerah sumatera barat?.....


Karena Adik dari ayah Revan sendiri dulunya merantau ke sini, dan mempunyai istri orang sumatera barat, oleh karena itulah kenapa Revan bisa berada di sini dan bertemu dengan Adzkia Almahyra.


Apakah Revan Beragama Islam?.......


Iya agama Revan adalah Islam, dan dia adalah seorang mualaf. Dulunya dia beragama Kristen, dan masuk Islam (mualaf) sewaktu dia pindah ke sini. Kalau dia Kristen mah, besar kemungkinan orang tua Adzkia tidak akan mendukung hubungan anaknya dan bahkan Adzkia sendiri tidak akan ada hubungan yang spesial dengan dia atau pacaran lah istilahnya, dan juga berkomitmen untuk kejenjang yang lebih serius lagi.


Revan sendiri 3 orang bersaudara, kakak perempuan nya sudah menikah dan tinggal di provinsi Aceh, dan sedangkan adiknya masih di provinsi Sumatera Utara. Revan dan saudara-saudara nya, tidak pernah bertemu lagi semenjak dia di bawa oleh adik ayahnya atau sekarang dia manggilnya bapak.


Adik ayah Revan atau yang di panggil bapak oleh Revan sekarang sangat menyayangi Revan, melebihi sayangnya kepada anak kandungnya sendiri. Karena Revan anak yang penurut dan tidak pernah membantah apa yang di ucapkan oleh orang tuanya yang sekarang.


_


Panggilan Video WhatsApp antara Revan dan Adzkia pun masih tetap menyala, tetapi mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Gunanya panggilan Video ini untuk menghindari kesalahpahaman antara mereka berdua, agar Adzkia tidak berpikiran kalau Revan lagi sama cewek lain, begitu pun sebaliknya agar Revan juga tidak berpikiran kalau Adzkia lagi sama cowok lain juga.


mereka sering melakukan panggilan video seperti ini, bahkan hampir tiap malam hari kalau Adzkia tidak shift 3.

__ADS_1


Kadang panggilan Video ini sampai Adzkia sudah terlelap, dan kadang panggilan video berakhir sendiri kalau mereka sama-sama tertidur.


sama-sama tertidur maksudnya di tempat yang berbeda ya teman-teman, jangan menyalah artikan ya, hehehehe....


__ADS_2