Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Akhirnya


__ADS_3

drt....drt...drt.....


Revan kembali mencoba menelpon Adzkia, itu lah yang selalu di lakukannya setiap hari bahkan mungkin setiap Jam semenjak Masalah mereka kemarin dan Adzkia memblokir nomornya. Biasanya tidak menyambung karena Adzkia masih memblokir nomor Revan, tapi hari ini masuk tetapi tidak di angkat oleh Adzkia.


" Alhamdulillah akhirnya Adzkia membuka blokir kontak aku, tapi dia kemana ya kok ngak di angkat. Apa jangan-jangan Adzkia kerja atau tidur ya, nanti saja aku coba telpon lagi, tapi apa aku coba tanya Diah yah?, pasti Diah tahu Adzkia di mana, soalnya mereka kan satu tempat kerja", 'Ucap Revan sendiri sambil berpikir'.


Akhirnya Revan pun memutuskan untuk menghubungi Diah, untuk menanyakan keberadaan Adzkia.


"Diah......", 'Sapa Revan melalui pesan WhatsApp'.


Ting... handphone Revan menyala dan berbunyi menandakan ada pesan masuk, dan itu dari Diah.


"Iya", 'balas Diah'.


"Di, kamu tahu tidak Adzkia dimana?", 'tanya Revan melalui pesan WhatsApp'.


"Adzkia kerja Rev, dia shift 1 sekarang", 'Balas Diah'.


"Adzkianya pulang jam berapa Di?", 'Tanya Revan lagi'.


"Kayanya dia pulang jam 7 malam deh Rev, soalnya di formasi dia lembur", 'Jawab Diah'.


"lama juga ya Di, pulangnya", 'Balas Revan lagi'.


"Iya Rev, soalnya akhir-akhir ini sering lembur. Kadang juga Minggu sering masuk", 'Balas Diah'.


"Ada apa kamu nanya-nanya Adzkia?, kalian sudah baikkan?", 'Tanya Diah yang penasaran'.


"Di bilang udah sih belum juga Diah, tapi tadi aku coba telpon Adzkia nomornya masuk, biasanya mah ngak soalnya nomor aku kan di blokir sama Adzkia", 'Balas Revan'.


"Oooo.... gitu, ntar coba lagi aja telpon", 'balas Diah'.


"Di, aku mau nanya, emang Adzkia tidak ada cerita sama kamu tentang hubungan kami", 'Tanya Revan lagi yang masih berbalas pesan WhatsApp dengan Diah'.


"yang waktu itu aja Rev, kan aku sudah bilang juga sama kamu gimananya. Aku tidak mau lagi nanya Rev, takutnya ntar Adzkia risih dan kepikiran, aku tidak mau buat dia tambah sedih Rev, aku hanya ingin lihat dia bahagia dan tersenyum terus saat kita ketemu", 'Balas Diah'.

__ADS_1


"Iya sih Di, tapi kan aku sudah ada buktinya yang jelas Di, bahwa aku itu di jebak. Kamu tahu sendiri kan aku itu sayang bangat sama Adzkia, dan aku bisa berubah dari dulu aku itu bajingan yang suka mainin cewek, tapi saat sama dia aku bisa berubah Di", 'Balas Revan'.


"Iya aku tahu Rev, tapi aku hanya ingin memberi Adzkia waktu luang buat memutuskan semuanya. Dia memblokir nomor kamu itu, untuk bisa lebih memikirkan semua ini matang-matang bukan di desak-desak terus. Nanti ada saatnya kok Adzkia menjawab semua pertanyaan-pertanyaan kamu itu. Aku tahu Rev, Adzkia itu sayang bangat sama kamu, tapi dia tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Jadi beri dia waktu terlebih dahulu ya untuk memikirkan semua ini", 'Jelas Diah'.


"Iya Di, semoga saja dengan Adzkia sudah membuka blokir kontak aku, dia sudah ada jawabannya", 'Balas Revan'.


"Iya Rev, Sudah dulu ya. Aku mau siap-siap berangkat kerja", 'balas Diah'.


"Kamu tidak lembur juga Di?", 'Tanya Revan lagi'.


"Tidak Rev, aku lagi tidak enak badan, takut malah drop", 'Balas Diah'.


"Ooo...yasudah, terimakasih ya Di, kamu sudah bantu aku", 'Balas Revan'.


"Iya Rev, sama-sama", 'Balas Diah'.


Diah sebenarnya berbohong kepada Revan, itu hanya alasan Diah saja akan berangkat bekerja, padahal sebenarnya dia lembur. Diah tidak ingin ikut campur lagi masalah hubungan Revan dan Adzkia, karena Diah tidak ingin persahabatannya rusak dengan Adzkia gara-gara Revan. Takutnya nanti Adzkia tahu kalau Revan sering mengirim pesan atau meneleponnya di belakang Adzkia dan terjadi kesalahpahaman, walaupun Revan menanyakan tentang Adzkia. Akhirnya Diah memutuskan lebih baik dia menjaga jarak dengan Revan, meskipun Revan menanyakan Adzkia, dari pada nantinya terjadi kesalahpahaman, dan ujung-ujungnya persahabatan mereka hancur, gara-gara Revan. Niat Diah sebenarnya ingin memperbaiki hubungan mereka, takutnya nanti malah tambah hancur, dan hubungannya persahabatannya dengan Adzkia ikutan hancur.


*


"Aduh capek bangat ya gaes hari ini", 'Ucap Adzkia yang baru keluar pabrik bersama teman-temannya'.


"Iya, memang perjuangan bangat hari ini. mana tadi aku tidak istirahat lagi, lapar bangat ini", 'Keluh Adzkia juga'.


"Sama Ki, aku juga tidak istirahat, kita turun di pasar aja yuk Ki beli makan. Aku juga lapar bangat tahu", 'Ucap Leni'.


"kalian kenapa tidak istirahat?, berarti kalian belum makan dari jam 5 pagi tadi, sekarang sudah jam 7 lewat Lo", 'Tanya Friska'.


"Line produksinya tidak bisa di tinggal Fris, berantakan bangat, laporan belum di salin, baru di kerja urek-urek doang", 'Jawab Adzkia'.


"Sama tuh Ki, aku juga gitu", 'Ucap Leni'.


"Kenapa kalian tidak makan aja, terus turun lagi", 'Ucap Monik'.


"Nanggung kak, kaki juga udah pegal mondar-mandir", 'Jawab Adzkia, yang memanggil Monik kakak, karena Monik lebih besar dan senior mereka'.

__ADS_1


"Gaes Kita duluan ya", 'Ucap Monik dan Friska mereka menuju parkiran, karena mereka bawa motor sendiri-sendiri'.


"Iya, bye-bye. sampai ketemu besok pagi", 'Ucap Adzkia, Leni, dan Feni'.


"Grabnya udah sampai Ki?", 'tanya Leni'.


Adzkia sudah memesan grab mobil dari tadi, saat mereka keluar dari ruangan loker.


"bentar lagi, Ayuk kita tunggu di gerbang aja'', 'Jawab Adzkia'.


Adzkia, Leni, dan Feni pun berjalan menuju gerbang pabrik tempat mereka bekerja.


"Nah itu....tu.... mobilnya", 'Ucap Adzkia sambil menunjuk mobil berwarna hitam yang berhenti tidak jauh dari mereka'.


"Adzkia ya mba?", 'Tanya Bapak-bapak grabnya'.


"Iya pak", 'Jawab Adzkia'.


Adzkia dan teman-temannya pun masuk kedalam mobil grab yang telah mereka pesan. Leni duduk di depan di samping kemudi, sedangkan Feni dan Adzkia duduk di belakang kemudi.


"Leni...Len", 'Ucap Adzkia membangunkan Leni, yang tertidur di perjalanan mereka pulang kerja'.


"Udah sampai ya", 'Ucap Leni'.


" Iya, katanya kita mau turun di pasar", 'Ucap Adzkia'.


"Berapa pak?", 'Tanya Adzkia kepada pengemudi'.


"20 Mba", 'Jawab pengemudi grab mobil tersebut'.


"Ini ya pak", 'Ucap Adzkia sembari memberikan uang 20rb'.


"Iya mba, terimakasih ya mba. Jangan lupa bintang limanya ya mba", 'Ucap Pengemudi tersebut sembari menerima uang dari Adzkia'.


"Iya pak, sama-sama", 'Ucap Adzkia yang kemudian turun dari mobil beserta teman-temannya juga.

__ADS_1


Adzkia, Leni, dan Feni pun berjalan ke dalam pasar untuk membeli makanan, karena mereka sangat lapar. Apalagi tadi Adzkia dan Leni tidak sempat istirahat karena riweuh saat bekerja dan line produksi mereka yang berantakan, karena masih hari Senin start awal.


Pasar ini, tidak jauh dari kos-kosan Adzkia, dan pasarnya setiap sore sampai malam, banyak yang jualan terutama makanan Mulai dari bakso, mie ayam, soto, sate, sosis bakar, pecel lele, ceker mercon, dan masih banyak lagi tapi ada juga sih yang jualan baju tapi hanya satu atau dua pedagang saja. Berbeda dengan hari Minggu pagi, itu baru banyak yang jualan baju, tas, sendal, dan jualan makanan juga banyak.


__ADS_2