
"Ki..... sini dulu", 'Ucap Deni memanggil Adzkia'.
"gua......", 'tanya Adzkia menunjuk dirinya sendiri'.
"iya Elu, yang namanya Adzkia emang berapa orang", 'Jawab Deni'.
"ada apa emangnya?", 'Tanya Adzkia'.
"ngak manggil doang", 'Jawab Deni'.
"ih ganggu aja, oh iya libur lebaran udah ada belum?", 'Tanya Adzkia saat sudah berada di dekat Deni'.
"Tunggu aja, ntar juga keluar", 'Jawab Deni'.
"Aku mau beli tiket mas den, ntar ngak kebagian. ini aja udah susah nyarinya", 'Ucap Adzkia'.
"Yaudah nih, ini kemarin hasil rapat ngak tahu juga di setujui atau tidak. Perkiraan tanggal segini-gini aja, ntar kalau ada perubahan juga ngak jauh beda palingan seling sehari atau dua hari doang", 'Ucap Deni yang memperlihatkan hasil rapat yang ada di grup WhatsApp handphone nya'.
"ntar kirim ke aku ya", 'Ucap Adzkia'.
"Iya udah aku kirim barusan, tapi jangan kasih tahu yang lain dulu ya. Cukup kamu sama teman-teman Padang yang mau beli tiket aja", 'Ucap Deni memperingati Adzkia'.
"Kenapa Emangnya?", 'Tanya Adzkia dengan polosnya'.
"ya soalnya ini kan belum di setujui, ini baru hasil rapat. ntar heboh lagi gara-gara ini", 'Jawab Deni yang mengacak-acak kerudung milik Adzkia'.
"terimakasih ya, aku mau balik dulu", 'Ucap Adzkia dan menaiki Bus jemputan karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut'.
Deni sudah mengganggap Adzkia seperti adiknya sendiri, dan dia juga sering ngasih Adzkia uang jajan walaupun cuma untuk beli air mineral doang, tapi lumayan lah ya, hehehe.
__ADS_1
Awal Adzkia mengenal Deni, saat mereka berada di satu ruangan pekerjaan, sebelum Deni di tunjuk untuk menjaga koperasi karyawan perusahaan.
*
"Rev, gimana kamu sama pacar kamu yang di Jawa itu?", 'Tanya Anggi teman Revan saat mereka berada di parkiran motor hendak pulang dari bekerja'.
"Ya ngak apa-apa, aman-aman aja kok", 'Jawab Revan'.
"Tapi kok kamu betah sih Rev, hubungan jarak jauh begitu?. kalau saya mah ngak bakalan betah Rev", 'Tanya Anggi'.
"Ya ngak tahu juga nggi, malahan dari awal jadian sampai sekarang ini belum pernah kita jalan berdua nggi. Ketemuan aja jarang", 'Jawab Revan'.
"Tapi kok kamu bisa ya?, padahal mah kamu dulu terkenal dengan playboy nya kamu, suka mainin perempuan, pacarnya ngak cuma satu", 'Tanya Anggi lagi'.
"Ya itu lah nggi, semenjak jadian sama dia aku ngerasa buat apa sih pacaran-pacaran ngak jelas gini. Aku pengen yang serius-serius aja", 'Jawab Revan'.
"Dia yang ngubah saya menjadi seperti ini Nggi, Revan yang di kenal orang dulu suka mainin cewek, tapi sekarang malah betah dengan satu cewek dan jarak jauh lagi", 'Ucap Revan lagi'.
"itu lah nggi, saya juga heran sendiri. kok bisa dia bisa ngerubah saya gini. 3 tahun nggi saya perjuangin dia", 'Ucap Revan'.
"Tiga tahun gimana Rev maksudnya?", 'Tanya Anggi'.
"Iya tiga tahun saya perjuangin dia, setiap kali saya nyatakan cinta sama dia saya di tolak terus abis-abisan", 'Jawab Revan'.
"Emang iya tah Van, terus kok dia bisa luluh juga akhirnya?", 'Tanya Anggi lagi'.
"Iya Nggi benar, kalau kamu ngak percaya tanya dia aja. Aku juga ngak tahu gimana nya nggi, akhirnya dia luluh juga. Dan kamu tahu ngak aku awal jadian sama dia itu waktu hari kelulusan SMP, dan itu lewat handphone. Dan lebih parahnya lagi, saat hari kelulusan itu aku ngak bareng dia sama yang lain, aku pergi nemanin temanku ke tempat pacarnya", 'Jawab Revan'.
"Beruntung bangat kamu Rev, dapat cewek yang bisa merubah dan menuntun kamu begitu, orangnya ngak neko-neko juga. Bukan kamu yang nuntun dia ke jalan yang benar, tapi dia yang nuntun kamu ke jalan yang benar. Kamu yang dulunya suka mainin cewek dan yang pacarnya lebih dari satu, sekarang bertahan dengan satu cewek terpisah pulau lagi. Kamu nya yang dulu jarang pernah sholat bahkan ngak pernah deh kayaknya, sekarang rajin sholat bahkan jadi imam pula", 'Ucap Anggi yang takjub melihat perubahan Revan'.
__ADS_1
"Ya begitu lah nggi, Alhamdulillah aku bisa jadi seperti sekarang ini. Akhirnya perjuangan saya selama tiga tahun tidak sia-sia, sejak awal saya melihat dia mah ngak tahu kenapa dalam hati kecil saya bilang ini cewek berbeda dari yang lainnya", 'Ucap Revan lagi yang juga bersyukur dengan perubahan yang di bawa Adzkia untuk dirinya'.
"Rev, bisa minta tolong ngak?", 'Ucap Reni menyela obralan Revan dan Anggi'.
"Kenapa ren?" 'Tanya Revan'.
"Aku boleh nebeng sama kamu ngak?", 'Tanya Reni balik'.
"Kenapa Emangnya ren?, terus motor kamu?", 'Tanya Revan Juga'.
"Kepala saya agak pusing Rev, takut terjadi apa-apa di jalan. Motor saya biar di sini aja dulu, nanti biar kakak saya yang jemput kesini", 'Jawab Reni pura-pura pusing'.
"Hhhmmm gimana ya Ren", 'Ucap Revan'.
"Kepala aku emang pusing beneran Rev, aku ngak kuat bawa motornya. Dan aku juga takut terjadi apa-apa di jalan", 'Ucap Reni yang maksa bangat agar Revan mengantarnya pulang'.
"Hhmmm perasaan dia ngak kenapa-kenapa deh, atau emang sandiwara aja kali ya dia. tapi kalau dia pusing beneran gimana ya?. kalau aku anter, ntar ada yang liat dan ngelapor ke Adzkia, mati nih aku ntar", 'Ucap Batin Revan'.
"Gini aja deh Ren, aku yang anter kamu pulang aja dan biarin Revan yang bawa motor kamu biar nanti kakak kamu ngak repot-repot ke sini lagi", 'Ucap Anggi yang melihat Revan terdiam binggung mau nolak ajakan Reninya gimana'.
"Iya tuh betul apa yang di ucapan Anggi, sini kunci motor kamu. Aku yang bawa motornya dan kamunya sama Anggi, jadi kakak kamu ngak repot-repot lagi ambil kesini", 'Ucap Revan yang tersenyum kepada Anggi'.
"Alhamdulillah untung ada Anggi, kalau ngak ada mau jawab apa saya sama Reni", 'Ucap Batin Revan dan tersenyum tipis'.
"Tapi Rev.....", 'Ucap Reni yang menggantung'.
Revan pun mengambil kunci tangan Reni yang berada di tangan, dan dia pun berjalan menuju di mana keberadaan motor Reni. Sedangkan Reni pun cemberut saat naik motor Anggi, rencana Reni pun gagal untuk bisa pulang bersama Revan.
"Ini ngapain sih si kutu kupret ini di sini juga, ganggu rencana orang aja. Gagal terus gagal terus", 'Ucap Reni menggerutu batinnya'.
__ADS_1
Rencana Reni untuk menarik perhatian Revan gagal terus menerus, jangankan menarik perhatian minta anter pulangnya aja sisanya minta ampun. Apa mungkin dia takut sama pacarnya yang di jawa itu?