Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Tari di Hasut Adzkia?


__ADS_3

"Tari....tar.... buka pintu nya nak. Maafin mama tadi marah sama kamu, karena mama itu tidak mau jauh dari kamu nak", 'Ucap Rima sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Tari'.


Tari tidak menjawab apa yang di ucapkan oleh Rima, hanya terdengar suara Isak tangis tari doang.


"Tari.... buka dulu nak, mama mau bicara. Jangan mau ayah kamu marah tar... buka dulu pintunya", 'Ucap Rima lagi yang masih berdiri di depan kamar Tari'.


Tari tersentak mendengar ucap mamanya, soalnya ayahnya akan marah. Karena tari sangat takut jika melihat Herman sudah marah. Oleh karena itu pun, Tari membukakan pintu buat mamanya masuk kamar dan berbicara dengan dia.


"Tar.... apa kamu sudah berpikir dua kali untuk beneran pergi merantau nak?", 'Tanya Rima lembut, sesuai apa yang tadi ucapkan oleh Herman'.


"Iya ma, aku bosan di rumah terus begini", 'jawab Tari menunjuk dan masih terisak-isak'.


"Kamu tidak mikiran bagaimana, nantinya mama nak jauh dari kamu. Saat kamu sekolah di kota saja mama, hampir tiap Minggu ke tempat kamu, karena mama itu tidak bisa jauh dari kamu nak. Gimana kalau kamu coba cari kerja di sini dulu, nanti papa juga bantu tanyain ke teman-temannya yang kerja di Pemkab, siapa tahu ada. Jadi kamu tidak perlu lagi untuk kerja jauh-jauh sayang", 'Ucap Rima'.


"Tapi ma.....", 'Jawab Tari yang masih menggantung dan di potong oleh Rima'.


"Tidak ada tapi-tapian Tari, kamu mau ninggalin mama", 'Ucap Rima memotong pembicaraan Tari'.


"Bukan gitu ma, Aku juga pengen seperti Adzkia mah, kerja merantau dan juga gajinya gede, ngak seperti di kampung", 'Jawab Tari yang masih menunduk'.


"Kamu tahu tidak kenapa gaji di kota itu gede?, karena biaya hidup di sana juga gede", 'Ucap Rima'.


"Orang ngak kok, Adzkia bilang biaya hidup di sana ngak terlalu jauh beda sama di sini, dan kata teman-teman aku yang kerja di Batam juga gitu. Aku tetap mau pergi kerja ke Batam ma titik", 'Jawab Tari'.


"Adzkia bicara apa sih sama kamu, sampai-sampai kamu tetap kekeh seperti itu buat pergi ke Batam", 'Bentak Rima lagi kepada Tari'.


Tari hanya diam terpaku setelah di bentak oleh ibunya sendiri.


"Lihat ya kamu Adzkia, kamu sampai-sampai mempengaruhi anak saya buat pergi merantau, Lihat saja kamu", 'Ucap Rima sembari berjalan keluar kamar Tari'.


*

__ADS_1


"Tok.....tok...... (Rima mengetuk pintu rumah Adzkia).


"Iya sebentar", 'Ucap Wati membukakan pintu'.


"Kak Wati, kakak tolong bilangin ke Adzkia ya jangan suka menghasut anak yang tidak-tidak", 'Ucap Rima dengan penuh Emosi'.


"Maksud kamu apa Rim?, saya tidak mengerti", 'Tanya Wati yang binggung dengan apa yang di ucapkan oleh Rima'.


"Ajarin tuh anaknya bener, masa anak saya di hasut-hasut buat pergi merantau, katanya gaji di kota besar itu lebih gede dari pada di kampung, dan kita juga bisa keliling buat jalan-jalan", 'Jawab Rima dengan nada tinggi'.


"Kamu jangan asal bicara ya Rima, tidak mungkin Adzkia menghasut tari seperti itu. Saya tahu sendiri anak saya gimana", 'Ucap Wati yang terpancing emosi oleh Rima, di bilang Wati mendidik anak tidak bener'.


Mendengar keributan itu Ajis, Rian dan juga Ira menuju pintu depan rumah tempat sumber keributan itu terjadi.


"Eh....eh.... ada apa ini, kalian kenapa ribut terus menerus sih, kalian itu Saudara", 'Ucap Ajis menenangkan keributan itu'.


"Aku juga ngak ngerti, tiba-tiba saja Rima marah-marah. Kata dia Adzkia menghasut Tari, untuk pergi merantau juga seperti dirinya dan mencari kerja disana", 'Jawab Wati'.


"Kamu dengar itu dari siapa Rim?", 'Tanya Ajis menatap Rima'.


"Tapi, tidak mungkin Adzkia menghasut Tari Rim. Saya tidak percaya kalau Adzkia menghasut Tari, mungkin tarinya kali yang ingin pergi merantau juga", 'Ucap Wati'.


"Kalau tidak percaya coba tanya Adzkianya, kita buktiin kalau Adzkia lah yang menghasut Tari", 'Tegas Rima'.


"Coba telepon Adzkianya, ma", 'Suruh Ajis'.


Wati pun mengambil handphone, dan menghubungi Adzkia untuk memastikan apa benar Adzkia yang menghasut tari untuk pergi merantau juga dan mencari kerja di sana seperti dirinya.


Tapi, sayang Adzkia tidak mengangkat telepon tersebut, mungkin Adzkia sedang tidur atau belum pulang bekerja.


"Ngak di angkat pa", 'Ucap Wati'.

__ADS_1


"Nanti saya tanyain Adzkia lagi Rim, mendingan sekarang kamu pulang dulu. Kamu coba tanya tari lagi, apa benar Adzkia yang menghasut dia atau tidak", 'Ucap AJis'.


"Siapa lagi, kalau bukan Adzkia yang menghasut anak saya", 'Ucap Rima lagi dan langsung balik kanan untuk pulang'.


"Pa, apa benar ya Adzkia yang menghasut Tari untuk pergi merantau juga, sampai membuat Rima marah-marah kesini. Tapi Aku ngak percaya rasanya pa, kalau Adzkia seperti itu", 'Ucap Wati kepada suami sepeninggal Rima'.


"Entah lah ma, nanti kamu coba tanya Adzkia Nya saja. Sekarang kamu coba kirim pesan kepada Adzkia, suruh dia nelpon kamu balik", 'perintah Ajis'.


"Baik pa", 'Jawab Wati'.


*


"Hallo ma, ada apa mama nyuruh Adzkia nelpon Balik sampai bilang penting. Tadi Kia kerja ma, ini baru pulang", 'Ucap Adzkia melalui sambungan telepon dengan mamanya'.


"Hmmmm ini Ki, mama mau nanya. Apa benar kamu yang menghasut Tari untuk pergi merantau juga dan cari kerja di Rantau Orang?", 'Tanya Wati To the point'.


"Ngak ma, Adzkia ngak pernah menghasut Tari. Kenapa emangnya ma?", 'jawab Adzkia'.


"Hmmm itu, tadi Tante Rima kamu, marah-marah kesini. Katanya kamu menghasut Tari untuk pergi merantau juga, dan sekarang Tari berontak untuk pergi merantau. Tapi Tante kamu tidak mengizinkan, tetapi Tari tetap kekeh untuk pergi dan mengancam juga untuk kabur dari rumah jika tidak di izinkan", 'Jelas Wati'.


"Sumpah demi Allah ma, aku ngak pernah menghasut Tari, mama percayakan sama Kia. Cuman Tari yang sering nanya-nanya Adzkia, enak ngak kerja di Rantau orang. Gajinya berapa?, Gimana biaya hidup di sini. Tari yang sering nanya-nanya Adzkia ma, bukan Adzkia yang menghasut tari. Adzkia kirimin ntar bukti chatan Adzkia sama Tari ke mama, supaya mama percaya sama tari", 'Ucap Adzkia menjelaskan semuanya kepada Wati'.


"Iya nak, mama percaya sama kamu", 'Ucap Wati'.


"Kemarin itu dia nanya-nanya lowongan pekerjaan di sini, tarus Kia jawab belum ada. Terus dia nanya lagi gimana tahap-tahap seleksi masuk kerja di perusahaan itu, dan katanya dia di ajak oleh temannya untuk kerja di Batam, dan di sana juga lagi ada lowongan pekerjaan", 'Jelas Adzkia lagi'.


"Yasudah Ki, mama percaya kok sama kamu. Yang penting bukan gara-gara kamu Tari berontak untuk pergi, mama malas nak berurusan sama Tante kamu yang satu itu", 'Ucap Wati'.


"Iya ma, maafin Adzkia ya ma. Gara-gara Adzkia, mama di marah-marahin Tante Rima", 'Ucap Adzkia yang merasa bersalah kepada mamanya'.


"Iya nak, ini bukan salah kamu kok. Kamu istirahat sana, dan jangan lupa makan, tidur jangan kemalaman, kamu jaga kesehatan juga ya. Jangan lupa minum vitamin", 'Ucap Wati legah'.

__ADS_1


"Iya ma, mama sama papa juga jaga kesehatan ya", 'Ucap Adzkia yang kemudian menutup telepon tersebut'.


Mendengar penjelasan Adzkia dan bukti chatan Tari, Wati bernafas legah juga akhirnya sekarang.


__ADS_2