Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Akhirnya Adzkia lega dan Tari membujuk orang tuanya


__ADS_3

"Gaes kita jadi beli makan ke pasar ngak?", 'Tanya Leni'.


"Jadi Len, aku laper bangat soalnya", 'Jawab Feni'.


"Yaudah Ayuk berangkat, ntar kemalaman", 'Ucap Leni'.


"Kuy", 'Ucap Feni'.


Saat Leni dan Feni melangkahkan Kakinya keluar, merasa baru sadar Adzkia dari tadi melamun entah apa yang ada di pikiran sekarang.


"Ki..... Ayuk", 'Ajak Feni'.


Tetapi Adzkia hanya diam tanpa menjawab Ajakan Feni.


"Adzkia Almahyra Ayuk", 'Ucap Leni tepat di telinga Adzkia'.


"Astaghfirullahaladzim Leni, kamu ngangetin aku aja. Kalau aku ada riwayat penyakit jantung gimana?", 'Dumel Adzkia'.


"Orang kamu dari tadi di panggilin diam, kamu mikirin apa sih Ki, dari kita pulang kerja aku lihat kamu melamun terus. Perasaan tadi di pabrik kamu biasa aja", 'Tanya Feni'.


"Apa kamu lagi putus cinta Ki?", 'Tanya Leni asal'.


"hmmm... ngak kok, yasudah Ayuk kita ke pasar, aku udah lapar bangat nih", 'Ucap Adzkia dan berjalan duluan dari pada Leni dan Feni'.


Leni dan Feni saling tatapan dan akhirnya mengikuti langkah Adzkia dari belakang.

__ADS_1


Memang semenjak pulang Kerja dan mendapat telepon dari Mamanya tadi Adzkia sering melamun. Adzkia kepikiran apa yang di ucapkan oleh mamanya tadi tentang Tari yang ngotot ingin pergi merantau juga seperti dirinya, tetapi tidak di izinkan Oleh Tante Rima mama Tari. Dan kalau seandainya Tari kabur dari rumah, bisa-bisa Adzkia juga kena Imbasnya, dan juga bahkan sampai keluarga Adzkia juga bakalan kena imbasnya. Padahal sebenarnya Adzkia tidak pernah menghasut atau mengiming-imingi tari kalau kerja di kota besar itu punya gaji gede dan Enak. Padahal Tari sendiri yang bertanya kepada Adzkia, Adzkia hanya menjawab apa yang di tanya oleh Tari, tidak lebih dan tidak kurang. Tetapi Adzkia lagi yang kena oleh Tante Rima, mamanya Tari. Tante Rima tidak akan percaya dengan apa yang akan di jelaskan oleh mama Adzkia, sesuai dengan apa juga yang di jelaskan oleh Adzkia tadi, dan beserta bukti-bukti yang sudah Adzkia kirimkan kepada Mamanya. Tidak tahu kenapa Rima tidak suka, dan bahkan sangat benci kepada keluarga Adzkia, mungkin karena masa lalu antara Wati dan Rima.


"Sepertinya nanti aku harus menghubungi Tari, dan Bicara dengan dia. Jangan membawa-bawa namanya dan bahkan keluarganya kedalam masalah dia dengan orang tuanya", 'Ucap Adzkia sendiri dalam hati'.


"Ki...... kamu itu kenapa sih?", 'Tanya Feni' lagi'.


"Ngak apa-apa kok Fen", 'Jawab Adzkia seadanya'.


"Ngak mungkin tidak ada apa-apa Ki, orang kamu dari tadi melamun terus. iya ngak Len?", 'Ucap Feni melirik Leni'.


"Iya benar tu Ki, kamu dari tadi melamun terus. Kamu kalau ada masalah, dan butuh teman curhat, kamu boleh kok cerita sama kita. Rahasia kamu di jamin aman kok, kita mah bukan ember bocor. iya ngak Fen?", 'Jawab Leni yang kemudian juga melempar pertanyaan kepada Feni'.


"Iya Ki, benar tu apa yang di bilang Leni. Kita di sini itu sudah seperti keluarga juga kan?", 'Jawab Feni'.


"Iya, makasih ya, kalian sudah peduli sama aku. Aku hanya kangen rumah aja", 'Jawab Adzkia berbohong'.


"Iya Fen", 'Jawab Adzkia'.


Adzkia, Feni, dan Leni pun melanjutkan perjalanan mereka menuju pasar untuk membeli makanan untuk santapan makan malam mereka hari ini.


*


"Tar, kamu emang beneran mau pergi merantau juga?", 'Tanya Adzkia kepada Tari lewat pesan WhatsApp'.


"Iya Ki, aku juga mau pergi merantau seperti kamu", ",Balas Tari'.

__ADS_1


"Kamu mau pergi merantau kemana Tar?", 'Tanya Adzkia lagi'.


"Ke Batam Ki, soalnya teman aku juga ada di sana. Dan katanya di sana lebih gampang dapat kerjaan. Dan juga banyak lowongan di sana kata teman aku, dan kata teman aku gajinya ngak jauh beda dari tempat kamu bekerja Ki. Bahkan bisa lebih gede, soalnya di sana juga sering lembur", 'Jawab Tari'.


"Iya tar, aku tahu itu teman aku juga ada yang kerja di Batam. Tapi Soal Tante Rima emang ngebolehin kamu pergi?", 'Tanya Adzkia lagi'.


"Ya kalau ngak di bolehin, aku kabur aja Ki dari rumah", 'Jawab Tari'.


"Kamu tidak boleh seperti itu Tar, kamu itu perempuan dan anak satu-satunya Tante Rima dan Om Herman. Kamu harus pikirkan orang tua kamu, kamu jangan egois Tar", 'Balas Adzkia lagi'.


"Mereka yang Egois Ki, masa aku pergi kerja aja ngak di bolehin. Mereka nyuruh aku untuk kuliah Ki, sekolah sampai SMA aja kepala aku udah mau pecah rasanya saat belajar, apalagi ini kuliah Ki. Aku kerja juga buat nyenengin orang tua aku Ki", 'Tari membalas pesan Adzkia lagi'.


"Iya aku tahu maksud kamu itu Tar, tapi coba kamu pikir-pikir lagi Tar, dan bicarakan baik-baik sama mama dan ayah kamu, jangan sampai nanti kamu menyesal Tar", 'Balas Adzkia lagi'.


"Kalau mereka tetap tidak mengizinkan gimana Ki?, aku juga ingin seperti kamu Ki, udah kerja dapat gaji, bisa membeli apa yang kamu inginkan tanpa meminta kepada orang tua sendiri", 'Balas Tari juga'.


"Kamu itu jangan selalu bawa-bawa nama saya Tar, kamu itu pergi hanya keinginan kamu sendiri bukan karena kamu iri melihat saya. Nanti yang ada orang-orang berpikir, bahwa aku yang menghasut kamu untuk pergi merantau juga, meskipun kita beda pulau. Seperti dulu saat SMA, aku sekolah di kota, dan kamu juga kekeh untuk bersekolah di kota juga, bahkan dulu mama kamu juga melarang kan, tapi kamu tetap kekeh dengan keinginan kamu sendiri. Meski pun kita beda haluan Aku SMK kamu SMA, tapi apa Tar mama kamu juga nyalahin aku dan keluargaku Tar, mereka juga bilangkan saat itu aku yang juga menghasut kamu untuk sekolah di kota. Dan sekarang itu terulang lagi Tar, mama kamu juga berpikiran aku yang menghasut kamu untuk bekerja di kota juga", 'Jelas Adzkia'.


"Aku mohon Sama kamu Tar, kamu jangan sampai kabur dari rumah. Nanti yang ada aku dan keluargaku juga jadi ke imbasnya dari mama kamu, kamu tahu sendiri lah gimana mama kamu. Kamu bujuk dan bicara baik-baik, dan jangan bawa-bawa nama saya, bilang saja itu keinginan kamu sendiri. Waktu itu kamu nanya sama saya, itu saya jawab. Nanti kalau tidak saya jawab, kamu bilang pula saya sombong semenjak sudah bekerja", 'Balas Adzkia lagi'.


"Iya Ki, nanti aku coba bicara baik-baik sama mama dan ayah ku. Maaf ya Ki, mama aku jadi nyalahin kamu dan keluargamu gara-gara aku. Padahal itu keinginan aku sendiri, bukan gara-gara hasutan kamu", 'Balas Tari'.


"Iya Tar, sama-sama. Kamu jelasin pelan-pelan, dan bujuk baik-baik inshaallah pasti mama dan ayah kamu juga akan luluh, dan membiarkan kamu pergi dengan catatan harus jaga diri baik-baik", 'Balas Adzkia lagi'.


"Iya Ki, nanti aku coba bicara sama mama dan ayah ku", 'Balas Tari lagi'.

__ADS_1


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Tari melalui pesan WhatsApp tadi, membuat Adzkia menjadi lebih lega dan tidak terlalu terpikirkan lagi.


__ADS_2