
"Ki ada yang mau di titip ngak buat ke kampung?", 'Tanya Dya'.
"Emang kalau aku nitip, Dya bisa bawainnya?", 'Tanya Adzkia balik'.
"Hhhmmm ngak juga sih, heehhe", 'Jawab Adzkia cekikan'.
"Huhuhu, tadi sok-sokan nawarin mau nitip ngak?", 'Ucap Adzkia nyindir Dya'.
"Hehehe cuman basa basi doang itu mah", 'Jawab Dya yang masih cekikan'.
"Orang barang dia aja melebihi kuota Ki", 'Ucap Ari yang juga berada di dekat mereka berdua'.
"Aku juga tahu itu Ri, dia aja nitip barangnya juga sama aku, pas aku nanti balik lebaran. Tapi masih sok-sokan nawarin kiriman lagi", 'Ucap Adzkia yang menimpali ucapan Ari'.
"Hehehehe", 'Ucap Dya yang masih cengengesan dari tadi'.
"Kita keluar yuk, pergi makan. Ini malam terakhir aku Lo di sini", 'Ucap Dya mengajak Ari dan Adzkia keluar'.
"Ayuk, Ayuk Ki", 'Ucap Ari dan mengajak Adzkia'.
"Kalian aja deh berdua, aku bungkusin aja deh. Ngak enak ganggu kalian berdua, yang ada juga nanti aku jadi obat nyamuk lagi", 'Ucap Adzkia'.
"Alah ngak usah sok-sokan ngeganggu kamu Ki, Biasa nya geh juga kita sering pergi bertiga. Jadi obat nyamuk apaan, orang itu Video Call ngak mati-mati dari tadi", 'Ucap Dya menunjuk Handphone Adzkia yang sedang video call dengan Revan'.
"Iya nih, Adzkia pakai sok-sokan segala. Ayuk pergi makan", 'Ajak Ari lagi'.
"Hhhmmm gimana ya?", 'Ucap Adzkia yang masih memainkan handphonenya'.
"Ayo lah ki", 'Ucap Dya yang kemudian merampas handphone milik Adzkia'.
"Rev pinjam Adzkia bentar ya, mau keluar beli makan. Bolehkan?", 'Ucap Dya yang memegang handphone milik Adzkia, dan juga mengarahkan kamera handphone ke arah mukanya, jadi kelihatan oleh Revan yang sedang berbicara itu adalah Dya'.
"Iya Dya, ngak apa-apa kok", 'Jawab Revan dari balik sambungan video call tersebut'.
"Tenang aja Rev, kita ngak bakalan nyuruh buat matiin Video Call nya kok. Lanjut aja video call nya", 'Ucap dya lagi'.
"Baik Dya", 'Jawab Revan lagi'.
"Ayuk Ki, itu Revan udah ngizinin tuh", 'Ajak Dya lagi'.
"Iya Dya, tunggu bentar", 'Ucap Adzkia yang masuk ke dalam rumah buat ambil sesuatu'.
"Udah kan?, Ayuk keluar. Ini handphone kamu nih", 'Ucap Dya lagi dan memberikan handphone Adzkia'.
Kenapa teman-teman Adzkia yang lain?, seperti Leni, Feni, Gita, dan Ijah...
__ADS_1
Feni dan Gita sudah pergi keluar duluan, Leni sedang main tempat temannya, dan sedangkan Ijah lagi kerja alias lembur, karena ini adalah hari Minggu.
Adzkia, Dya, dan Ari pun pergi ke arah pasar dengan jalan kaki, karena pasar nya dekat dan juga mereka tidak mempunyai kendaraan pribadi di sini.
Mereka bertiga pergi kepasar untuk mencari makan malam, dan akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk makan pecel lele/ayam.
"Kalian mau apa?", 'Tanya Ari'.
"Aku mau lele", 'Jawab Adzkia'.
"Aku Ayam", 'Jawab Dya'.
"Nasinya apa uduk apa nasi biasa?", 'Tanya Ari yang yang sedang menulis pesanan mereka bertiga'.
"Aku uduk", 'Jawab Adzkia'
"Kalau aku biasa", 'Jawab Dya'.
"Minumnya es jeruk", 'Ucap Adzkia'.
"Aku juga", 'Ucap Dya juga'.
"Tempe tahu nya kita barengan aja kali ya, atau mau satu-satunya", 'Tanya Ari lagi'.
"Barengan Aja Ri", 'Jawab Adzkia'.
Adzkia dan Dya banyak mengangguk, tanda mengiyakan apa yang di ucapkan Ari.
"Rev, kamu mau makan apa?", 'Tanya Dya kepada Rev yang masih stay video call dengan Adzkia'.
"Lebihin aja Dya", 'Jawab Revan'.
Revan tidak hanya stay video call dengan Adzkia, tetapi dia juga sedang nongkrong bersama teman-temannya. Ini adalah kebiasaan mereka berdua, saat Video Call Adzkia mau ngapain tersebut, Revan juga terserah. Tapi yang penting mereka tahu kesibukan dan lagi ngapain satu sama lain.
Adzkia, Ari, dan Dua pun menunggu pesanan mereka, dan bersiap untuk menyantapnya karena mereka sudah pada lapar, dan juga ini mungkin udah waktunya makan malam juga kali ya, hehehehe.
Setelah selesai makan, Ari pun berjalan kearah kasir untuk membayar makan mereka bertiga tadi.
"Ini Ri, yang punya aku", 'Ucap Adzkia sambil memberikan Uang kepada Ari, sebagai tanda bayar makanan yang tadi udah di bayar duluan oleh Ari'.
"Udah Ki, ngak apa-apa, sekali-kali", 'Ucap Ari'.
"mumpung awal bulan Ki", 'ucap Dya'
"Jadi di traktir nih ceritanya, makasih ya Ri", 'Ucap Adzkia'.
__ADS_1
"Iya Ki", 'Jawab Ari'.
"Sering-sering ya Ri, kalau bisa mah tiap awal bulan deh ngak apa-apa", 'Ledek Adzkia'.
"Itu mah ngerampok namanya Adzkia Almahyra", 'Ucap Ari'.
"Hehehehe", 'Ucap Adzkia tertawa'.
"Dya, jadi ke supermarket?", 'Tanya Ari'.
"Iya jadi, tapi rame ngak?, kalau rame ngak jadi...", 'Jawab Dya'.
"Ngak deh kayanya", 'Jawab Adzkia'.
"yaudah, Ayuk", 'Ajak Ari yang jalan di depan Adzkia dan Dya'.
"Dya ngak bilang kalau mau ke supermarket juga, aku ngak bawa uang lebih", 'ucap Adzkia'.
"Pake uang aku dulu aja Ki, gitu aja kamu ribet", 'Ucap Dya yang kemudian menggandeng tangan Adzkia'.
"Iya ya, aku minjam uang kamu dulu ya Ki, ntar nyampe kontrakan aku bayar", 'Ucap Adzkia'.
"Iya Adzkia bawel", 'Jawab Dya'.
Mereka bertiga pun masuk kedalam supermarket tersebut, dan berbelanja apa yang mereka ingin beli dan butuhkan.
Dya membeli makanan dan cemilan, untuk tambahan oleh-oleh buat pulang kampung besok.
Sedangkan Adzkia membeli cemilan, mie instan, dan lainnya buat stok makanan dia di kontrakan, takut kalau mager keluar. Dan dia juga belum belanja bulanan bulanan ini, jadi sekarang dia beli yang di perlukan aja dulu, ribet bawanya kalau banyak-banyak, heehhe.
Setelah bayar, dan keluar dari supermarket tersebut dengan menenteng kantong plastik berisi belanjaan masing-masing.
Mereka bertiga pun lanjut lagi masuk kedalam pasar buat lihat-lihat dan mungkin beli cemilan, siapa tahu mereka ada yang ingin di beli lagi dan sekalian jalan arah pulang.
"Kalian ada yang mau di beli lagi ngak?", 'Tanya Ari kepada 2 wanita ini'.
"Sosis bakar", 'Jawab Mereka serempak'.
"Yang mana nih, banyak yang jualan sosis bakar soalnya", 'Tanya Ari'.
"Itu tu di sini, tempat langganan kita kalau beli sosis bakar", 'Jawab Adzkia dan menunjuk tempat sosis bakar yang ramai dan antri'.
Adzkia dan teman-temannya ngak tahu juga kenapa sosis bakar di sini itu rame bangat yang beli, dan bahkan kadang sampai antri, padahal harganya sama dengan sosis bakar di tempat lain juga. Mungkin saos sama mayonaise nya ngak pelit kali ya, melimpah-limpah. Mungkin itu yang membedakannya dengan tempat lain, itu menurut Adzkia sih, ngak tahu juga kalau menurut yang lain.
*
__ADS_1
Mereka bertiga pun lanjut pulang, setelah membeli sosis bakar, dan juga kebab titipan Gita dan Feni, dan mereka berdua juga beli lagi dong. Kalau urusan makan mah, kalap ya , hehehehe.