
drt......drt....drt..... (Handphone Adzkia menyala menandakan ada panggilan masuk).
"Hallo, Assalamualaikum", 'Ucap Adzkia mengangkat telepon tersebut dan ternyata itu adalah Revan'.
"Hallo Ki", 'Ucap Revan'.
"Iya ada apa?", 'Tanya Adzkia'.
"Kamu lagi dimana?", 'Tanya Revan balik'.
"Aku di kossan Rev", 'Jawab Adzkia'.
"Rev ntar lagi aja ya nelponnya, soalnya aku lagi makan sama teman-teman", 'Ucap Adzkia'.
"Oh ya sudah, nanti aku telpon lagi deh", 'Ucap Revan yang kemudian mengakhiri panggilan tersebut, karena itu adalah permintaan Adzkia'.
Revan tidak mau memaksa Adzkia untuk tetap berbicara dengan dia saat ini juga, karena Revan tidak mau Adzkia tambah marah dengannya. Adzkia sudah mau mengangkat teleponnya saja, Revan sudah senang bangat. Revan juga sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak mau lagi mengecewakan dan bahkan menyakiti Adzkia lagi. Revan ingin memperbaiki hubungannya dengan Adzkia, dan semoga saja Adzkia mau lagi balik sama dirinya, dan mengulang kembali semuanya awal bareng-bareng.
"Siapa Ki?", 'Tanya Feni'.
"Teman", 'Jawab Adzkia'.
"Teman apa teman", 'Ledek Leni'.
"Ayuk makan lagi yuk", 'Ucap Adzkia mengalihkan pembicaraan teman-temannya, yang dari tadi menuding Adzkia beberapa pertanyaan'.
"Adzkia..... Adzkia...., makan yang banyak ya dek, karena pura-pura bahagia itu butuh tenaga", 'Ledek Leni dan menyodorkan banyak makanan kepada Adzkia'.
"Ngak aku bahagia kok kakak", 'Ucap Adzkia yang kemudian memasukkan sosis bakar kemulutnya'.
"Yakin?, tapi kok matanya sering bengkak tiap pagi", 'Ucap Leni mengulik-ngulik Adzkia'.
__ADS_1
Leni dan Feni, penasaran kenapa Adzkia tiap hari matanya sering bengkak, seperti abis nangis semalaman. Tapi ketika mereka nanya Adzkia secara langsung, Adzkia hanya menjawab kangen rumah dan orang tuanya atau tidak abis nonton film sedih terus ketiduran. Tapi Leni dan Feni, seperti kurang percaya sama jawaban dari Adzkia. Mereka juga sudah mencoba tanya kepada Diah juga, dan Diah menjawab tidak tahu, karena Adzkia tidak pernah cerita kenapa matanya sering bengkak seperti abis nangis.
"Guys aku ke kamar dulu ya", 'Ucap Adzkia'.
"Cie yang mau nelpon", 'Ucap Leni'.
"Hmmm... capek gaes", 'Jawab Adzkia'.
Adzkia masuk kedalam kamarnya sendiri, dan dari tadi handphone nya bergetar Mulu, dan itu adalah pesan maupun panggilan masuk dari Revan.
"Hallo, ada apa sih Rev dari tadi kamu nelpon mulu. Kan aku sudah bilang, kalau aku lagi makan sama teman-teman aku", 'Ucap Adzkia kesal melalui sambungan telepon dengan Revan'.
"Masa kamu makan doang lama amat Ki, dan aku juga bisa angkat telepon aku dong. Apa jangan-jangan kamu makan sama pacar kamu ya, makanya kamu reject telepon aku Mulu", 'Ucap Revan'.
"Kamu ngomong apaan sih Rev, aku mau makan sama siapa saja itu urusan aku Rev. Kenapa kamu marah?", 'Tanya Adzkia'.
"Mau kamu itu apa sih Rev?", 'Tanya Adzkia lagi'.
"Enteng amat kamu ngomong seperti itu, aku tidak ingat apa yang sudah terjadi?, apa kamu pura-pura lupa?", 'Tanya Adzkia lagi'.
"Aku ingat kok, dan aku tidak pura-pura lupa. Aku harus gimana lagi Ki, cara menjelaskan semuanya sama kamu. Pasti kamu juga sudah dengarkan dari orang tua dan keluarga kamu semuanya, aku itu beneran di jebak Ki. Kamu juga dapat pesankan dari Feli, dia juga sudah menjelaskan semuanya sama kamu, tapi kamu tetap tidak percaya. Apa kamu sudah dapat penganti aku di sana Ki?, itu makanya kamu tidak mau balik lagi sama aku", 'Tanya Revan'.
"Aku janji sama kamu Ki, aku tidak akan mengecewakan dan nyakiti kamu lagi. Aku benaran sayang dan cinta sama kamu Ki", 'Ucap Revan lagi dengan nada melas'.
"Aku mengerti kok, kalau kamu masih marah dan kecewa sama aku. Atau apa jangan-jangan kamu sudah menemukan pengganti aku di sana Ki?", 'Tanya Revan lagi, yang dari tadi Adzkia tidak menjawab pertanyaannya'.
"Kamu jangan asal nuduh ya, aku tidak pernah ngomong kalau aku punya pacar disini", 'Jawab Adzkia'.
"Terus, kenapa kamu tidak mau balik lagi sama aku Ki?", 'Tanya Revan lagi'.
"Sebenarnya Aku masih sayang dan cinta sama kamu Rev, jujur selama tidak ada masalah ini, aku tidak tenang dan hampir tiap malam aku selalu nangis kenapa semua ini bisa terjadi. Ya benar yang kamu bilang, aku sangat kecewa sama kamu Rev, awalnya aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat, dan aku pikir aku salah lihat. Tapi setelah aku mendapat pesan dari perempuan itu, aku kecewa bangat-bangat Rev", 'Jawab Adzkia'.
__ADS_1
"Iya aku tahu Ki, tapi kan semuanya sudah jelas. Dan aku juga sudah menjelaskan semuanya sama keluarga kamu Ki, itu tandanya aku tidak mau kesalahpahaman itu terlalu berlarut-larut. Dan aku juga tidak bisa Ki, lama-lama tidak ada kamar dari kamu. Hampir tiap hari ini, aku nanya kabar kamu lewat Diah, kalau kamu tidak percaya kamu tanya sama Diah, dan aku sampai di tonjok oleh Abang kamu Ki. Apa kurang pengorbanan yang telah aku lakukan ini Ki?", 'Jelas Revan'.
"Sudah cukup kok, ya aku mau balik lagi sama kamu. Tapi jika ini terjadi lagi, aku tidak bisa maafkan kamu lagi Rev", 'Ucap Adzkia'.
"Iya Ki, aku janji sama kamu bahwa aku tidak akan nyakiti dan ngecewain kamu lagi. Aku juga sudah janji sama orang tua dan keluarga kamu", 'Ucap Revan dengan senang'.
"Kamu jangan hanya berjanji sama aku dan keluargaku, tapi kamu juga harus janji kepada Allah dan diri kamu sendiri", 'Ucap Adzkia'.
"Iya Ki, aku janji", 'Jawab Revan'.
*
"Eh.... Bu Wati, itu siapa kemarin Bu, yang kerumah ibu?", 'Tanya Rosma saat berbelanja sayur di tempat Bu Peni'.
"Kapan?, semalam mah tidak ada orang yang bertamu ke rumah saya", 'Jawab Wati sambil memilih sayur yang akan di belinya'.
"Bukan semalam Bu, beberapa hari yang lalu deh kayanya. Cewek sama cowok", 'Ucap Rosma yang mengorek-ngorek informasi dari Bu Wati'.
"Ooooo.... itu mah temannya Adzkia", 'Ucap Wati'.
"Tapi kan Adzkianya tidak di rumah Bu, terus temannya kenapa kerumah ibu?, ngak mungkin kan mereka tidak tahu kalau Adzkia tidak di rumah?", 'Tanya Rosma lagi'.
"Ya ngak apa-apa menjalin silaturahmi kan nggak harus ada Adzkianya", 'Jawab Wati'.
"Ini ya Bu Peni belanjaan saya, berapa semuanya Bu?", 'Tanya Wati memberikan belanjaannya kepada Peni, untuk di hitung dan memasukkan kedalam kantong plastik'.
"Semuanya 25rb Bu", 'Ucap Peni sembari memberikan kantong plastik yang berisi belanjaannya'.
"ini ya Bu, saya duluan ya Bu", ' Ucap Wati sembari memberikan uang belanjanya'.
"iya Bu, makasih ya", 'Ucap Peni'.
__ADS_1
Wati pun berlenggang pulang, menentang kantong plastik hasil belanjaannya pagi ini. Wati juga tidak lagi menghiraukan apa yang di ucapkan oleh Rosma, dan tahu sendiri lah kalau Rosma itu ratu gosip di kampung ini.