Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid

Kehidupan Di Kampung Dan Tetangga Yang Julid
Ketenangan dan kenyamanan Adzkia


__ADS_3

"Ki kamu buka dulu blokir nomor aku Ki, aku mau jelasin semuanya sama kamu", 'Ucap Revan yang menelpon Adzkia menggunakan nomor lain'.


"Sudah lah Rev, tidak ada yang perlu di jelasin lagi. Lagian saya tidak mempermasalahkan ini semua kok, saya sudah nyaman di posisi saya yang sekarang Rev. Saya minta tolong sama kamu, kamu jangan lagi ganggu kehidupan saya. Saya tidak mau nantinya, di tuduh sebagai perebut pacar orang oleh cewek kamu tidak", 'tegas Adzkia'.


"Kamu itu harus dengarin dulu penjelasan saya Ki, izinkan saya menjelaskan semuanya terlebih dahulu Ki", 'Ucap Revan yang masih tetap ingin menjelaskan semuanya'.


"Sudah lah Rev, saya sudah capek seperti ini terus. Sudah sering kamu seperti ini Rev, tapi aku tetap memberi kesempatan kepada kamu dengan alasan bahwa kamu bakalan berubah tidak akan seperti ini lagi. Tapi nyatanya apa Rev?, Kamu seperti ini lagi, aku sudah capek Revan Erlangga", 'Teriak Adzkia yang kemudian menangis'.


"Maaf Ki, aku selalu nyakitin kamu. Tapi aku sayang sama kamu Ki, aku tidak mau kamu tinggalin aku", 'Ucap Revan yang masih kekeh dengan keinginan untuk masih bersama dengan Adzkia'.


"Apa kamu sudah mendapatkan pengganti saya di sana Ki, itu makanya kamu tidak mau balik lagi dengan saya", 'Ucap Revan lagi yang menyudutkan Adzkia'.


"Kamu jangan asal bicara ya Rev, kamu jangan memutar balikkan fakta", 'Ucap Adzkia tegas yang masih berurai air mata'.


"Terus kenapa kamu tidak mau, kembali lagi dengan saya. Kalau memang kamu belum ada pengganti saya di sana", 'Ucap Revan lagi'.


"Sudah lah Rev, untuk saat ini saya tidak bisa Rev, saya tidak bisa. Saya l sudah terlalu capek dengan semua ini Rev", 'Ucap Adzkia berteriak lagi sambil menangis'.


"Kamu harus dengarin aku dulu Ki, ini semua tidak seperti yang kamu bayangin", 'Ucap Revan'.


"Sudah lah Rev, tidak ada yang mau di jelasin lagi", 'Ucap Adzkia yang masih menangis'.


Adzkia pun melempar handphonenya asal, karena dia kesal kenapa orang yang telah menyakitinya kembali kedalam kehidupan yang sudah tenang dan nyaman ini. Sejujurnya Adzkia masih sangat mencintai Revan, tetapi untuk saat ini Adzkia belum bisa memaafkan kesalahan yang telah di perbuat oleh Revan. Dan Adzkia pun masih nyaman dengan kondisinya yang sekarang. Dan Adzkia pun masih menangis untuk melepaskan kekesalannya.


Diah yang akan mengunjungi Adzkia pun berlari kekamar Adzkia, saat mendengar suara orang menangis. Karena hari ini adalah hari Minggu, yang merupakan hari libur. Jadi semua teman-teman Adzkia pada keluar dan juga ada yang mengunjungi sanak saudaranya, tetapi Adzkia tidak ikut mereka karena Adzkia sudah ada janji dengan Diah. Jadi tidak ada yang mendengar Adzkia berteriak-teriak dari tadi karena memang hanya di seorang yang berada di dalam rumah ini.


"Astaghfirullah Ki, kamu kenapa?. Kok teriak-teriak begini", 'Ucap Diah yang akan mengunjungi Adzkia'.


'Adzkia hanya diam, tanpa menjawab apa yang di tanyakan oleh Diah'.

__ADS_1


Diah pun melihat handphone Adzkia, menyala dan ada panggilan di handphone tersebut.


"Hallo ini siapa?", 'Tanya Adzkia kenapa orang yang sedang menelpon dengan Adzkia'.


"Hallo, ini saya Revan, Adzkianya mana ya. Dan ini siapa?", 'Tanya Revan kembali'.


"Ini saya Diah", 'Ucap Diah Singkat'.


"Diah Adzkianya mana, kamu berikan handphonenya sama Adzkia. Saya ada urusan sama dia", 'Ucap Revan'.


"Mau kamu apalagi sih Rev?, Sampai kapan kamu mau nyakiti sahabat saya seperti ini. Kamu tidak kasian melihat dia, hampir tiap malam menangis gara-gara kamu", 'Jawab Diah'.


"Di, aku mau jelasin semuanya sama Adzkia Di. Aku itu sayang dan Cinta sama Adzkia Di", 'Ucap Revan'.


"Cinta kata kamu?, Sayang?. Kalau memang kamu sayang dan cinta sama Adzkia, terus kenapa kamu sakiti dia. Kenapa kamu Duain dia Rev?, apa ini yang kamu katakan cinta?", 'Tanya Adzkia yang kesal sama Revan'.


"Itu makanya dengarin dulu penjelasan saya Di, ini semua tidak seperti yang kamu dan Adzkia pikirkan", 'Ucap Revan'.


"Jadi begini Di, sebenarnya cewek yang kemarin itu bukan pacar saya. Cewek itu yang suka sama saya Di, dia yang ganggu saya terus, dan saya sudah bilang sama dia kalau saya sudah punya pacar dan saya tidak mau nyakiti pacar saya. Terus cewek itu buat rencana sama teman-temannya buat menjebak saya. Saya hanya di jebak Di, kamu harus percaya sama saya", Jawab Revan'.


"Buktinya apa kalau Kamu di jebak?", 'Tanya Diah'.


"Yasudah Saya akan buktikan sama kamu, dan saya mohon kamu bantu saya ya Di", 'Jawab Revan'.


"Yasudah kalau begitu, sekarang kamu biarkan Adzkia tenang terlebih dahulu Rev, sembari kamu mengumpulkan bukti yang kuat, kalau memang kamu itu di jebak. Saya tidak mau Adzkia sedih terus Rev, sekarang saya sudah senang Adzkia sudah mulai tersenyum dan tertawa lagi", 'Ucap Diah'.


"Yasudah kalau begitu, saya minta tolong bangat sama kamu ya Di, bantuin saya buat kembali lagi dengan Adzkia", 'Ucap Revan'.


Diah hanya diam, kemudian memutuskan sambungan teleponnya dengan Revan.

__ADS_1


Diah sengaja membawa handphone tersebut keluar saat dia berbicara dengan Revan tadi. Agar apa yang di bicarakan oleh Diah dan juga Revan, Adzkia tidak mendengarnya.


Dan Diah juga memberi waktu kepada Adzkia, agar Adzkia lebih tenang terlebih dahulu.


*


"Sudah Ki", 'Ucap Diah mengelus rambut adzkia'.


"Tapi kenapa dia kembali lagi kedalam kehidupan aku Diah, kamu tahu sendiri kan dulu dia sudah janji tidak akan menyakiti saya lagi. Tapi nyatanya apa Di, aku capek", 'Jawab Adzkia yang masih terisak tangis'.


"Iya aku tahu Ki, mungkin Revan ada alasan lain Ki", 'Ucap Diah'.


"Entah lah Di, aku capek", 'Ucap Adzkia'.


Adzkia dan Diah memang sudah sahabatan dari mereka SMP, dan mereka masih sama-sama sampai sekarang. Oleh karena itu, Diah tahu betul dan kenal baik dengan Revan karena dia adalah teman satu SMP Adzkia dan Diah. Saat SMP Revan berulang kali menyatakan perasaannya kepada Adzkia, tetapi Adzkia selalu menolaknya. Dan Revan Juga sering menganggu Adzkia oleh karena itu lah Adzkia sangat benci dengan Revan dan mereka selalu bertengkar. Tapi akhirnya Adzkia luluh juga oleh Revan, oleh karena itu, mereka di tertawakan teman-teman mereka dan di soraki Benci jadi Cinta saat mereka tahu Adzkia dan Revan Jadian.


"Gimana Kita jadi keluar tidak?", 'Tanya Diah yang melihat Adzkia sudah mulai tenang'.


"Ngak ah, sudah malas", 'Jawab Adzkia'.


"Yasudah kalau begitu kita gofood aja, dan nonton Drakor", 'Ucap Diah untuk memperbaiki mood Sahabatnya itu'.


"Boleh juga tuh, aku juga laper nih gara-gara nangis tadi. Ternyata nangis itu juga butuh tenaga ya,heheheh", 'Ucap Adzkia nyengir'.


"hahahaha nah gitu dong senyum, kan cantik", 'Ucap Diah tertawa melihat tingkah sahabatnya itu'.


"Mau makan apa nih?", 'Tanya Diah lagi'.


"MCD atau KFC boleh juga tuh", 'Jawab Adzkia'.

__ADS_1


Adzkia dan Diah pun akhirnya memutuskan untuk memesan MCD melalui gofood. Sebelum makanan mereka datang, Adzkia dan Diah pun ke Alfamart terlebih dahulu, untuk beli minuman dan juga cemilan lainnya untuk menemani mereka nonton hari ini.


__ADS_2