
1 Tahun kemudian.
Tak terasa satu tahun telah berlalu, Zio genap satu tahun membelajari tentang dunia bisnis dan genap satu tahun juga berpisah dengan gadis pujaannya.
Vernon, kini dia sudah menduduki bangku kuliah, S1. Dan berubah menjadi sosok pemuda tampan nan penuh pesona, bukan lagi seorang pemuda lugu seperti terdahulu. Semua berkat pembelajaran Zio yang selalu mengajak adik polos nya tersebut untuk ikut dunia liarnya. Menjadikan sosok Vernon yang terbilang polos menjadi sosok bad boy yang menjadi banyak incaran para gadis di luaran sana. Tapi jangan salah, dia tetap setia pada kekasihnya, Zoya.
Sedang Zio, remaja tampan itu kini menjelma menjadi sosok yang lebih dewasa dan terkesan lebih angkuh. Satu tahun belajar dunia perkantoran, ia sudah mampu membuat kagum kedua orang tua nya. Pasalnya, berkat kecerdasan Zio dalam bermain saham, membuat Perusahan Jovin berkembang begitu pesat, semua pengusaha tertinggi berbondong-bondong untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang di pimpin Zio, mereka begitu mengagumi sosok pemuda penuh bakat dalam perbisnisan tersebut. Namun bukan Zio namanya jika menerima tawaran mereka begitu saja, Zio akan memilih perusahaan yang baginya menguntungkan. Bukan sekedar numpang pamor semata.
Sampai suatu ketika ada salah satu partner kerja nya menawarkan putrinya untuk menjalin hubungan dengan Zio, tentunya mungkin untuk mencari keuntungan tersendiri bagi orang tersebut. Zio hanya berdecih remeh, dia bukan tipe pemuda yang mengorbankan kehidupannya demi sebuah kerja sama. Hanya satu kalimat yang ia ucapkan untuk membungkam mulut orang tersebut.
"aku tidak minat dengan putrimu,"
Satu kalimat singkat namun bermakna begitu mendalam, menghujam hati siapapun yang menerima penolakan itu dan tunggu, mungkin berbonus malu tiada akhir.
Sosok Zio yang begitu sangar membuat siapapun segan untuk mendekati pemuda tersebut, di tambah kata-kata yang selalu terlontar dari mulutnya yang seakan tanpa filter, membuat orang-orang harus berfikir dua kali untuk mendekati nya.
Sosok arogan, tampan nan sukses dambaan ribuan gadis. Yang sayangnya sudah memilih gadis pilihan hidupnya, satu gadis beruntung yang mendapat hati seorang pengusaha muda ternama di abad ini, Yuki Marselina.
Gadis bar-bar yang sekarang bermetamorfosis menjadi gadis elegan penuh karisma. Sosok gadis yang menjadi pujaan hati seorang pemuda tampan, Zio Nichol.
Hari ini Zio kembali berbuat ulah, sikap dugalnya sedari dulu tidak lah berubah hingga sekarang. Ia mengajak Adik angkatnya, Vernon. Untuk ikut bertemu dengan para gengnya.
"ssst.....ssst....Ver,....sini cepat," bisiknya di balik pintu kamar sang adik, sembari melambaikan tangannya ke arah pemuda yang terlihat tengah terduduk di kasur nya.
Vernon memiringkan kepalanya sedikit bertanya dalam hati, kemudian beranjak berdiri menghampiri Kakaknya.
__ADS_1
"ada apa Kak?," tanya Vernon tak kalah berbisik.
"malam ini kau mau ikut atau tidak?,"
"kemana?,"
"malam ini temanku akan melawan anak geng sebelah, kedengarannya sedikit menantang," jelas Zio semangat.
Vernon tersenyum tergiur.
"benarkah? kita harus ikut Kak.... rasanya aku sudah lama sekali tidak olahraga," sahut Vernon tak kalah semangat.
"baiklah....jam 7 kita berangkat, cari alasan yang tepat untuk ijin keluar," pinta sang Kakak dengan menaikkan kedua alisnya.
Malam pun tiba, Zio sudah siap dengan rencananya untuk bertemu di markas geng nya. Ia sengaja berangkat lebih dahulu dan menunggu Vernon di dekat gang, biasa mereka bertemu. Vernon memang sedikit susah untuk mencari alasan keluar, Abila terlampau hafal dengan sifat Zio yang selalu mengajak keluar Vernon dan berhujung pulang dalam keadaan babak belur. Itupun tidak hanya terjadi satu atau dua kali, bahkan sudah berkali-kali.
"Mom....aku mau berkencan dengan kekasihku sekarang, boleh ya?," ijin Vernon.
Abila menelisik cara berpakaian Zio yang terkesan norak.
"tidak Mom....aku serius," rengek Vernon, dengan terpaksa Abila mencoba percaya pada putranya dan mengijinkan pemuda itu pergi.
Vernon, ber oh-ria dalam hati. Ia bahagia akhirnya bisa kembali hidup bebas. Vernon sengaja berjalan kaki untuk menuju gang dimana Zio sudah menunggunya, karena jarak ke tempat itu juga tak terlalu jauh.
Abila sedikit mengernyitkan dahi nya curiga, pasalnya semenjak Vernon keluar Mansion, ia tidak mendengar suara deru mobil keluar dari garasi. Karena merasa penasaran akhirnya ia mencoba mengecek tempat tersebut. Dan benar saja, mobil Vernon masih terparkir rapi di sana, hanya mobil Zio yang tidak ada di tempat nya.
Wanita itu mengambil nafas panjang, sebelum berteriak menggelegar di penjuru Mansion.
"Zioooo....... kau ajarkan apa lagi pada otak polos Adikmu....," teriaknya, yang mana mengganggu pendengaran penghuni Mansion tersebut.
Jovin yang merasa terkejut segera berlari menuruni tangga, menemui Abila. Ia fikir ada pencuri atau perampok, mungkin.
__ADS_1
"sayang.....ada apa? apa ada yang mencelakai mu?," paniknya, sambil membolak-balikan tubuh sang istri.
"Zio.... kenapa dia sangat menyebalkan, tak jauh beda dengan dirimu ha?," geram Abila melampiaskan kemarahannya pada sang suami.
"ya.... karena dia anakku," polos Jovin.
Abila merolling bola matanya malas.
"astaga.... kenapa hidup ku di kelilingi para manusia menyebalkan, hanya Zia yang bisa mengerti perasaanku," jengah Abila.
Jovin tersenyum evil.
"bagaimana kalau kita membuat anak lagi yang seperti Zia,...biar makin banyak yang mengerti dirimu," goda Jovin lagi.
Abila menajam kan kedua mata nya.
"berani macam-macam pada ku, jangan harap besok pagi kau masih menemui little Jovin mu..," ancam Abila, yang membuat Jovin kicep seketika.
Di tempat lain.
Marsel dan Nita tengah mengamati setiap detail berkas-berkas yang di kirimkan agen rahasia nya, mendadak mereka keringat dingin saat mengetahui satu hal informasi mengenai Daichi, lebih tepatnya mengenai anak gadis yang bersama pria tersebut.
Fakta bahwa Gadis yang bernama Zoya itu tengah berpacaran dengan Vernon, putra angkat Jovin, dan itu pun sudah berjalan selama satahunan lebih tanpa ada yang mencurigakan. Fakta kedua, gadis tersebut juga sering pergi ke kediaman Jovin.
"ini sudah tidak bisa di biarkan lagi, kita tidak boleh lengah sayang, kita harus memberitahu keluarga Jovin. Dan meminta bantuan mereka untuk memecahkan masalah ini," ujar Marsel serius.
"kau benar, kita tidak boleh bertindak sendiri. Ini sudah semakin serius,....aku takut jika Daichi sudah bertindak selangkah lebih maju dari pada kita," sahut sang istri.
Dan akhirnya mereka pun bertekad untuk memberitahu kan perihal gadis bernama Zoya itu kepada Jovin dan juga istri nya.
Keesokan harinya Marsel dan Nita bergegas mendatangi Mansion Jovin.
Jovin sedikit merasa aneh dengan kedatangan dua orang kepercayaan nya, jika mereka sudah berkunjung ke kediaman nya artinya, pasti akan ada hal serius yang sedang terjadi. Abila semakin bertanya-tanya dalam hati, mendadak perasaannya menjadi gundah. Di tambah saat melihat raut keseriusan yang terpancar di wajah kedua pasang pasutri tersebut.
__ADS_1
BISA CEK AKUN JeonNa UNTUK BISA MEMBACA NOVEL INI SELENGKAPNYA .... AKAN SAYA REUPLOAD DI SANAπππ