Kekasih Pengganti

Kekasih Pengganti
KPTM II 16


__ADS_3

Kini Vernon dan Zio sudah ikut bergabung dengan kedua orang tuanya dan juga orang tua Yuki, mereka memulai percakapan serius mengenai gadis yang kini menjadi kekasih Vernon.


Vernon membeku, ia tidak percaya jika gadis yang ia sayangi selama ini merupakan anak musuh bebuyutan keluarga nya, ia kecewa. Jika sampai Zoya benar-benar mempermainkan nya.


"aku mencintai Zoya, Mom," lirih Vernon sedikit tak terima mendengar fakta yang sesungguhnya.


"iya, Mommy tau..,.! Bersabar lah, semoga Zoya juga merasakan hal yang sama dengan mu tidak sekedar kebohongan," ucap sang Mommy sembari mengelus punggung sang putra.


"kita harus melakukan tes DNA, untuk memastikan satu hal, bahwa dia Zima atau gadis lain. Sementara aku dan istriku akan mencari biodata lengkap tentang nya," tutur Marsel, dan di balas anggukan oleh semua nya.


"sekarang tugas mu adalah membawa Zoya kesini Ver,... besok kita akan mengambil sample rambutnya untuk kita cek kebenarannya," ucap Jovin selanjutnya.


"iya Dad, aku akan melakukan nya....aku berharap dia adalah Zima, anak Mommy dan Daddy," titah Vernon lirih, seraya bergumam dalam hati.


Jika Zoya benar-benar Zima, lalu bagaimana dengan hubungan ku? Apa nantinya Mommy dan Daddy tetap akan merestui ku berpacaran dengan nya?.


Setelah kepergian keluarga Marsel, Zio kembali ke kamar nya, setelah mandi ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Mengambil selembar foto dari bawah bantal nya, memandang penuh puja foto seorang gadis cantik disana. Dengan senyum tipis yang terpatri di bibir sexynya.


"Yuki,... bagaimana kabarmu di sana? Kau tau, aku sangat merindukanmu.,. rasanya seperti mau mati. Apa kau sudah melupakan ku?," gumam Zio sendirian.


Hingga senyuman jahat tersemat di bibirnya.


"jangan panggil aku Zio, jika tidak bisa mendapatkan cinta mu Yuki,....aku akan menyusul mu ke London," kekeh Zio.


Di tempat lain, kini Vernon sengaja mengajak kekasih nya untuk berkencan. Dengan senang hati gadis itu menerima nya.


"baby.... Mommy ingin bertemu dengan mu, maukah kau pergi ke Mansion ku sekarang?," tanya Vernon, berharap gadis tersebut mengiyakan permintaan nya.


Zoya tersenyum dalam hati.


Dengan senang hati, semakin sering kau mengajakku ke kediaman mu, semakin besar peluang ku..... untuk menghancurkan keluarga mu. Batin gadis itu.


"emm.... baiklah, aku juga sangat merindukan Tante Abila," riang Zoya, berusaha semanis mungkin.


Vernon tersenyum simpul, ia bingung dengan perasaannya.


Zoya,,, aku berharap senyuman itu tulus dari hati mu, bukan kepalsuan,,, aku sangat mencintaimu Zoya.


Mereka berdua pun akhirnya pergi ke kediaman Jovin.


"Zoy ... apa kau benar-benar mencintai ku?," tanya Vernon tiba-tiba, sembari fokus mengemudi.


Zoya memiringkan kepalanya sedikit heran dengan pertanyaan pemuda tersebut.

__ADS_1


"kenapa masih bertanya? Jika kau sudah tahu jawabannya," sahut Zoya dengan senyum manisnya.


"aku hanya ingin mendengar nya langsung dari bibirmu sayang," ucap Vernon, jujur ia sangat kecewa dengan jawaban gadis di sampingnya ini. Ia hanya ingin memastikan perasaan gadis tersebut, namun jawaban ragu itu membuat nya sakit hati. Tanpa sadar Vernon meremat erat kemudi mobilnya.


"tentu saja, apa yang aku rasakan sama dengan yang kau rasakan Ver," tutur Zoya lirih, yang mana semakin membuat Vernon geram, Ia mengerem mobilnya mendadak.


"SRETTTT....


Zoya terhuyung ke depan.


"astaga,... kau kenapa Ver? Ada apa dengan mu?," heran Zoya sedikit berteriak.


Vernon menatap nyalang wajah gadis di sampingnya.


"kau membuat ku marah Zoya,... akan aku tunjukkan apa itu cinta. Setelah ini aku ingin tau bagaimana jawabanmu," ucap Vernon sensual, seraya mendekat kan wajahnya ke wajah kekasihnya. Zoya reflek memejamkan kedua matanya, hati nya mendadak tegang seakan tak bisa bergerak.


Vernon memejamkan matanya berlahan, mendekat kan bibirnya di depan bibir Zoya, membuka sedikit bibir sexynya, menyesap bibir manis gadis di hadapannya, semakin dalam hingga belakang kepala Zoya terdorong dan menempel pada jendela mobil di belakang nya.


Zoya terdiam sejenak, merasakan sensasi kenikmatan bibir lembut kekasihnya, hingga tanpa di suruh gadis tersebut membuka sedikit bibir nya, memberikan akses sang kekasih untuk memperdalam pagutan nya.


Vernon bersemirk, ia senang gadis itu menerima sentuhan nya. Tanpa menunggu lama Vernon memasukkan lidah nya, memainkan lidah sang kekasih begitu mesra, menyesapnya lembut.


Hingga beberapa menit selanjutnya, Vernon melepaskan penyatuan bibir mereka, menatap bibir merah yang sedikit bengkak karena ulahnya, dengan juntaian benang saliva di kedua bibir mereka. Vernon mengusap lembut bibir merah kekasihnya itu, dan berucap.


Zoya menatap sayu wajah tampan di hadapannya, jujur ia sangat mencintai pemuda di hadapannya. Ia melupakan sejenak tentang Ayah angkatnya.


"iya....aku mencintaimu Vernon," lirihnya.


Vernon tersenyum puas, dan memeluk tubuh gadis itu.


"terima kasih sayang....aku tau kau juga mencintai ku," seru Vernon.


Zoya sedikit bingung dengan ulah pemuda itu yang menurut nya tidaklah biasa.


"Ver.... sebenarnya kau kenapa hm? Ada apa dengan mu?," bingung gadis tersebut.


"tidak...aku hanya sangat mencintai mu dan tak ingin kehilangan mu," bisik Vernon di ceruk leher sang kekasih.


Zoya meremang, ia menggigit bibir bawahnya. Berusaha agar tidak menitikkan air mata nya.


Ver....aku mencintaimu, tapi itu tidak mungkin. Tolong jangan buat diriku semakin jatuh dalam dekapan mu, hati ku sakit.... jika ada pilihan lain, aku lebih memilih untuk kau benci dari pada harus kau cintai. Semakin ku mencintaimu, semakin membuat hati ku sakit....


Vernon melepaskan pelukannya dan kembali mengemudi dengan wajah sumringah bahagia.


Tak berapa lama mereka pun sampai di Mansion Jovin. Vernon keluar dari dalam mobilnya dan berputar untuk membukakan pintu mobil kekasih nya.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam Mansion tersebut dan di sambut hangat oleh kedua orang dewasa penghuni tempat itu.


"ah,... kau sudah datang sayang," pekik Abila sembari berlari kecil dan memeluk tubuh gadis itu.


Zoya tersenyum manis dan menerima pelukan dari wanita di hadapannya.


"aku sangat merindukan Tante," tutur gadis itu dan melirik ke arah seorang pria yang sedari menatap nya di sofa ruang tamu.


"oh, apa itu Om Jovin?," tanya Zoya seraya melepaskan pelukannya.


"hah? Darimana kau tau kalau itu Om Jovin? Bahkan kalian belum pernah bertemu," kekeh Abila canggung.


Zoya sedikit gelagapan, ia begitu bodoh karena berucap seperti itu. Dengan cepat ia menetralkan kepanikannya.


"Vernon pernah mengatakan nya pada ku Tante, aku hanya menebak saja," kekeh Zoya garing.


Sedang Vernon hanya tersenyum palsu, seraya menatap intens wajah kekasihnya.


Aku memang pernah mengatakan nya pada mu Zoy,... dan itu hanya sekali. Tapi kau langsung bisa menyimpulkan bahwa itu Daddy ku,.. seolah kau sudah pernah melihatnya.


Mereka pun duduk di ruangan tersebut, sambil sedikit menukar cerita.


"Nak ,... siapa nama orang tuamu?," tanya Jovin setelah lama bercerita dan membuat gadis itu tidak canggung pada nya.


Zoya membeku, ia bingung harus menjawab apa. Jika dia berbohong maka Vernon akan mencurigai nya, karena ia pernah memberitahukan tentang siapa nama Ayahnya. Jika ia jujur maka Jovin yang akan mencurigai nya. Ia benci di hadapkan dengan situasi tersudut seperti ini.


Dengan keringat dingin, Zoya menjawab.


"A...Ayahku bernama, Wakamura Daichi...ah, iya... Wakamura," ucap Zoya tidak begitu yakin.


Jovin tersenyum evil dalam hati.


Seberapa jauh Daichi meracuni otak mu, kalau nyatanya kau sendiri tidak pandai berbohong. Zima Nichol, anakku. Hanya dengan melihat sorot mata mu aku sudah bisa merasakan bahwa kau adalah keturunan ku, bola mata hezel itu, hanya keluarga ku yang memiliki nya.


"oh, begitu...lain kali, ajak Ayahmu ke sini.. aku ingin mengenalnya lebih jauh," tutur Jovin basa-basi.


Zoya tersenyum dalam hati.


Tentu saja Tuan Jovin yang terhormat, Ayahku akan datang kesini..... untuk menghancurkan mu.


Vernon merangkul pundak sang kekasih sengaja menyelipkan tangannya di bawah rambut panjang sang gadis..


"aihhsss...." ringis gadis tersebut sambil memegang belakang kepala nya.


"ah, maaf sayang,... rambut mu tersangkut di jam tangan ku," ucap Vernon, sembari mengelus sayang kepala sang gadis. Tentu saja itu merupakan rencana mereka, Vernon sengaja mengambil helaian rambut Zoya, untuk kepentingan tes DNA. Vernon pergi ke belakang, dan mengambil helaian rambut Zoya yang menyangkut di jam tangan nya, lalu memberikannya kepada Abila.

__ADS_1


__ADS_2