Kekasih Pengganti

Kekasih Pengganti
TIGA EMPAT


__ADS_3

Johan begitu gelisah, fikiranya tidak tenang.


Ia sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada Abila. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari keberadaan gadis itu, tanpa sepengetahuan Jovin.


Bagaimana pun caranya aku harus menemukan keberadaan Abila lebih cepat, sebelum Jovin menemukan nya duluan. Gumamnya.


Johan bangkit dari lamunannya, dan merogoh benda kotak persegi dari dalam saku nya. Mendial beberapa nomor orang kepercayaan nya untuk mencari Abila di setiap sudut kota ini, karena ia yakin bahwa Abila masih berada tak jauh dari sini.


Tuan dan Nyonya Nichol, lagi-lagi harus bersedih melihat anaknya yang terlihat begitu kacau, mereka begitu prihatin dengan nasib yang menimpa putra kedua nya, pemuda itu nyaris kehilangan akal sehatnya lagi.


"kenapa sifat psico anak itu muncul kembali," lirih Tuan Nichol.


"hik...hik....aku kira dia sudah sembuh sepenuhnya, ternyata sifat gila itu muncul kembali, aku takut," isak Nyonya Nichol.


Ya! Jovin mempunyai kepribadian ganda jika kalian tau, pemuda itu mempunyai obsesi yang begitu tinggi. Hingga dia bisa nekat melakukan apa saja, asal keinginannya terwujud sekali pun harus melenyapkan nyawa seseorang. Bahkan kehidupan Jovin yang terdahulu bisa di bilang sangat mengerikan, dia bisa menghabisi musuh nya dalam hitungan detik. Itu berhubungan dengan kehidupan keluarga Nichol yang sebenarnya. Hal membunuh, menyiksa, seakan sudah terlalu biasa untuk keluarga itu. Sebelum mereka memutuskan untuk menjadi orang awam seperti yang lainnya. Terlalu banyak rahasia di keluarga Nichol yang belum terpecahkan hingga saat ini, tidak mungkin bukan? jika hanya sebagai pengusaha biasa bisa membuat keluarga Nichol menyandang predikat sebagai keluarga terkaya no 1 sedunia. Pasti ada pekerjaan lain yang digelungi oleh keluarga itu.


Nyonya Nichol masih menangis sesenggukan di pelukan sang suami.


"tenanglah... kita berdoa saja, semoga Johan bisa menemukan Abila dan menyelamatkan gadis itu," Tuan Nichol menenangkan istrinya, bohong jika ia tidak khawatir memikirkan nasib gadis itu.

__ADS_1


Tuan Nichol takut jika Jovin melakukan hal yang berakibat fatal nantinya. Karena pemuda itu begitu pantang menyerah sebelum mendapatkan keinginan nya, Jovin pernah berkata 'jika aku tidak bisa memiliki apa yang aku mau, maka tidak ada satu pun orang yang boleh memilikinya. Aku lebih baik melenyapkan nya untuk ku sendiri' kata-kata itu yang membuat hati Tuan Nichol begitu takut.


"sial...sial...sial..." Johan meraup wajahnya kasar sembari mondar-mandir tidak jelas. Karena sampai sekarang anak buahnya belum juga menemukan keberadaan Abila, sebenarnya siapa yang sudah menyembunyikan keberadaan gadis itu? siapa pun itu yang jelas dia bukan lah orang awam , pasti orang itu mempunyai kekuasaan yang sama tinggi dengan nya. Hingga ia mampu mengelabuhi keluarga Nichol yang terkenal dengan kecerdikan nya.


"Abila... dimana kau bersembunyi? kenapa kau susah sekali di jangkau. Sadarlah nyawa mu dalam bahaya," gerutu Johan dalam hati.


▪️▪️▪️


"Kak....aku ingin jalan-jalan ke kota, rasanya aku sangat bosan berada di dalam rumah terus, aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar saja," rengek Abila.


"apa? jalan-jalan ke kota? apa aku tidak salah dengar?," sahut Nita menyelidik.


"tidak Kak.., kau tidak salah dengar," Abila mengerucutkan bibirnya, semenjak gadis itu mengandung moodnya sering kali berubah-ubah. Gadis itu lebih sering merajuk jika keinginan nya tidak terpenuhi.


"aku akan berusaha bersembunyi dari nya Kak, aku sangat membencinya, aku tak ingin bertemu dengan nya lagi," rajuk Abila.


Nita mengurut pangkal hidung nya, rasanya percuma saja menghentikan gadis keras kepala ini. Ia hanya khawatir pada nya.


Bil.... andai kau tahu, Jovin tidak bisa di remehkan. Dia bukan lah orang biasa seperti yang kau fikirkan.

__ADS_1


"tidak...aku tidak mengijinkan mu pergi," ketus Nita, ia terpaksa membentak gadis itu demi kebaikan nya.


Bukan Abila nama nya jika ia harus menyerah begitu saja.


"Kakak.... boleh ya...Kak... boleh ya Kak,," Abila mengguncang lengan Nita, bak anak kecil yang merengek minta di belikan premen.


Nita memutar bola matanya, jika begini ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengucapkan kata 'iya'


"hah.... iya.. iya, tapi kau harus janji jaga dirimu baik-baik dan cepat hubungi Kakak jika terjadi sesuatu ok," peringat Nita dengan senyum manis nya. Walau dalam hati nya yang paling dalam, terbesit rasa kawatir. Entah mengapa ia merasa akan ada hal buruk yang akan menghampiri gadis polos itu.


Keesokan harinya, hari yang paling di tunggu-tunggu oleh Abila. Pagi-pagi sekali ia berangkat ke kota tanpa pengawasan Nita tentunya, karena ia hanya pamit sebentar.


Tapi tidak, gadis itu begitu ceroboh, ia malah pergi mengunjungi Apartemen yang pernah ia tinggali dulu.


"ah.... nyaman nya,...masih tetap seperti dahulu ternyata tidak ada yang berubah," ucap Abila sambil mengelilingi ruangan itu.


"baby... ini rumah kita, mulai sekarang kita akan tinggal di sini tanpa merepotkan Kak Nita lagi," gumamnya sambil mengelus perut datar nya, karena memang masih memasuki bulan ke tiga. Ia mulai bisa menerima keberadaan janin dalam perut nya jika kalian tau.


Katakanlah jika Abila begitu bodoh, ia diam-diam ingin meninggalkan rumah Nita, dengan alasan tidak ingin merepotkan gadis itu. Tanpa tau ada bahaya yang mengintainya.

__ADS_1


Jika kalian mengira Nita tidak tau, itu salah besar. Gadis itu sudah mengetahui semua rencana Abila, ia sudah terlatih untuk masalah kecil seperti ini. Ia sengaja membiarkan gadis itu pergi, ia hanya ingin tau seberapa kuat Abila menghadapi masalah nya sendiri. Terkadang Nita merutuki kepolosan Abila yang menjerumus bodoh itu.


Hah... andai saja sifat mu sama seperti Adira , kuat , pemberani dan tidak bodoh seperti dirimu. Aku tidak akan repot-repot menjaga mu kesana-kemari, sayangnya kau begitu polos.


__ADS_2