Kekasih Pengganti

Kekasih Pengganti
TIGA LIMA


__ADS_3

Nita , gadis cantik berpawakan atletis, keturunan blasteran China-Jepang. Dilihat dari bodynya gadis itu ketara sekali kalau dia suka melatih otot tubuhnya. mungkin gadis itu lebih pantas menjadi seorang Atlet atau pun sebagai Bodyguard wanita di banding sebagai seorang Barista.



Terlihat gadis itu sedang berdiri dengan angkuhnya, melihat layar monitor lebar yang terpampang di hadapannya, sambil menyesap sekaleng minuman dari tangannya. Gadis itu menyunggingkan senyumnya melihat gambar bergerak yang tertera di layar monitor itu.


Abila....sampai kapan kau akan mencoba menjauhiku, kau ingin mencoba hidup sendiri? baiklah.... cobalah untuk menjalani hidupmu seperti Adira, jangan menjadi gadis lemah.


Ya! Nita, gadis itu sedang memantau Abila dari dalam kamar pribadi nya. Nita sudah memperkirakan jauh-jauh hari , ia tau jika Abila pasti akan kembali ke Apartemen yang sempat di tinggali nya dulu, jadi Nita lebih dulu bergerak cepat untuk memasang kamera penyadap di setiap sudut ruang Apartemen. Dan sesuai dugaannya Abila benar-benar kembali ke tempat itu, pemikiran gadis itu terlalu gampang untuk di tebak. Batin nya.


Selang beberapa menit, phonesel Nita bergetar menandakan ada yang menghubunginya, ia segera melihat layar benda itu dan terkekeh seraya menggelengkan kepalanya.


Sudah ku duga, kau tetap lah anak kecil yang selalu ingin ku jaga, Abila.


Ya! Abila yang menghubungi Nita , entah lah mungkin gadis itu merasa bersalah karena telah membohongi sahabat nya.


Nita menggeser tombol berwarna hijau di layar benda pipih itu dan menempelkan nya di telinga.


"iya....Abila , ada apa menghubungiku hm? apa kau butuh sesuatu?," tanya Nita dengan santai nya. Nita menahan tawanya melihat ekspresi bingung Abila di layar monitor itu.


"Kakak,,, kenapa Kakak tidak marah padaku?," bingung Abila.


"kau ingin aku memarahi mu begitu?,"


"ti...tidak, tapi aku telah membohongi mu. Seharusnya kau marah dan memakiku," cemberut Abila.


Nita menggigit bibir bawahnya menahan gemas pada gadis itu.


"hah...percuma aku memarahimu, sekalipun aku mencegah mu pergi, kau tetap akan melakukan nya," ucap Nita terlalu hafal dengan sifat gadis itu.


Abila tersenyum dan mengangguk, walau ia tau Nita tidak akan melihat nya. Ah! dia salah nyata nya Nita selalu memantau setiap gerak gerik nya.

__ADS_1


"bagaimana keadaan baby?," tanya Nita selanjutnya.


"dia baik Kak, aku berjanji akan selalu menjaganya." ucap Abila sambil mengelus sayang perutnya.


Nita tersenyum lega, akhirnya gadis itu mau menerima kehadiran anaknya.


"jangan lupa makan yang teratur, jaga kesehatanmu," pinta Nita.


" iya Kak... pasti , jaga dirimu baik-baik Kak...aku menyayangi mu," ucap Abila dengan riangnya. Dan mengakhiri panggilan telphonya.


Nita memandang nyalang kearah layar yang menampilkan Abila itu.


Kau yang seharusnya menjaga dirimu Abila. Aku akan memantau keadaan mu dari sini.


Nita mensecroll nomor kontak di layar phonesel nya dan menekan salah satu seri nomor itu, guna menghubungi nya.


Tak berapa lama hubungan telphone itu tersambung.


"sesuai dugaan mu, dia telah berhasil melacak keberadaan Abila," ucap suara pemuda itu dari dalam phonesel.


Nita menyunggingkan sebelah bibir nya.


"jadi apa kita perlu bertindak sekarang?," tanya nya.


"ku rasa jangan dulu, biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan, jika kita langsung bertindak, aku takut identitas kita akan terbongkar. Musuh kita bukan lah orang sembarangan jika kau lupa." peringat pemuda itu.


"baiklah...terus awasi pergerakan nya jangan sampai mereka menyakiti Nona muda. Bagaimana dengan Adira?," tanya Nita kemudian.


"tenang saja dia aman bersama pemuda itu, hanya itu satu-satunya cara agar dia tidak kabur seenak jidatnya. Hah! kadang aku berfikir kenapa si kembar itu memiliki sifat yang sangat berbeda. Yang satu keliwat polos sedang yang satu pecicilan tak bisa berhenti." gerutu pemuda itu dari sebrang.


Nita hanya terkekeh mendengar omelan pemuda itu, begitu jarang ia mendengar pemuda itu berbicara banyak seperti saat ini.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Nita memutuskan sambungan telphonya, dan kembali memantau Adik kesayangannya, a.k.a Abila.


▪️▪️▪️


Sedang di tempat lain, tepatnya di sebuah kantor perusahaan milik keluarga Nichol.


Jovin terduduk dengan sombongnya, sambil mendengarkan earphone yang sudah tersambung dengan phoneselnya. Senyuman sinis tercetak jelas di bibir pemuda itu, kala mendengar laporan dari anak buahnya.


"hallo Tuan, saya sudah menemukan keberadaan nya," lapornya.


Jovin tersenyum.


"bagus.... kerja bagus. Aku akan memberikan bonus untuk mu," ucap Jovin begitu bahagia.



Tunggu kedatanganku baby,,. aku akan menjemputmu dan menjadikan mu milik ku lagi.


Jovin tersenyum evil sambil memainkan bolpoin di atas meja kerja nya.


Tiba-tiba Johan masuk tanpa permisi di iringi Marsel yang mengekor masuk di belakang nya, membuat hayalan pemuda itu hilang seketika.


"Jo.... kelihatannya kau sedang bahagia, apa yang membuat mu sangat bersemangat seperti itu?," tanya Johan penuh selidik, sedang Marsel hanya sedikit melirik ke arah mereka berdua enggan untuk ikut campur.


Jovin diam sejenak, sedikit malas untuk menjawab pertanyaan Kakaknya.


"aku menemukan nya," satu kalimat pendek yang mampu membungkam, Johan saat itu juga.


"gleggg....


Johan menelan ludah nya kasar.

__ADS_1


Sial.,. kenapa Jovin menemukan keberadaan Abila terlebih dahulu, ck...dia bergerak lebih cepat dariku.. aku merasa Abila sedang dalam bahaya.


__ADS_2