Kekasih Pengganti

Kekasih Pengganti
DUA EMPAT


__ADS_3

Sebelum pergi ke Hotel XXX, Johan terlebih dahulu menyusun rencana untuk membungkam Adira agar tak berkutik. Ia mengorek informasi mengenai kehidupan Gadis itu. Sesuatu yang membuat nya lebih terkejut lagi, ternyata Adira melarikan diri dari kekasihnya yang notabene seorang Saudagar kaya raya dari Arab. Dengan alasan Pria itu ingin menjadi kan Adira sebagai istrinya untuk yang ke nomor sepuluh. Ok ini akan menjadi kartu As ku. Gumam Johan.


Johan berseringai membaca seluruh laporan yang di berikan oleh bawahannya, lengkap dengan foto-foto Adira bersama para Lelaki paruh baya, mungkin itu pelanggan nya. Fikirnya.


"benar-benar Gadis murahan, bagaimana jika foto-foto ini jatuh ke tangan Jovin. Pasti akan lebih menarik." Johan terkekeh sinis.


Setelah nya Johan langsung menuju ke Hotel XXX, ia berharap Jovin ada di sana. Johan sudah tidak sabar membuka kedok Gadis ular itu di depan mata Jovin.


Tak butuh waktu lama Johan sampai di Hotel tersebut. Dengan langkah tergesa ia segera mencari kamar Adira. Johan langsung melesat menuju ruang kamar Gadis itu,, tanpa ia sangka pintu kamar itu terbuka dan menampakkan sosok Gadis yang sedari tadi ingin ia temui.


Namun otaknya kembali berfikir, kenapa Jovin tidak ada di kamar itu? batinya bertanya-tanya. Dengan langkah cepat ia menghampiri Gadis itu.


"dimana Jovin, cepat katakan atau ku bunuh kau sekarang juga." Johan mencengkeram lengan Adira. Sontak Adira terkejut bukan main, bagaimana bisa Pemuda ini masuk ke dalam kamar nya dan tiba-tiba mengancam dirinya seenak jidat.


"apa maksudmu? Jovin tidak ada di sini. Dia sudah pergi dari tadi." Geram Adira, memang semua yang di ucapkanya benar adanya.


"jangan berani-berani nya kau membohongiku, cepat katakan atau kau benar-benar ku buat menderita." Ancam Johan selanjutnya.

__ADS_1


Adira benar-benar emosi di buatnya.


"kalau kau tidak percaya, cari sendiri periksa semua ruangan ini." Ucap Adira dengan merolling bola mata nya.


Johan akhirnya melepaskan cengkraman tangannya, ia percaya Gadis itu memang bicara apa adanya. Yang jadi pertanyaan sekarang ini, dimana Jovin berada? Hingga sekelebat ingatan muncul di dalam otaknya.


Abila, ya! nama Gadis itu tiba-tiba terbayang di benaknya. Johan yakin bahwa hal buruk sedang terjadi pada Gadis itu. Dengan cepat ia keluar dari dalam kamar Adira, sebelum ia berbalik badan dan mengacungkan jari telunjuk nya ke arah Adira dan berkata.


"urusan kita belum selesai Gadis medusa, tunggu pembalasan ku." Ancam Johan, membuat Adira diam tak bergeming.


Johan melajukan mobil mewah nya dengan kecepatan tinggi, ia berharap segera sampai di Mansion nya. Sesekali mencoba menghubungi Phonesel Abila, namun sial nomor yang ia hubungi sedang tidak aktif. Ia mencoba menghubungi nomor kedua orang tua nya. Doble sial, kedua orang tuanya ternyata sedang berada di luar kota. Perasaan Johan semakin tidak tenang , dia hanya bisa berdoa semoga saja Jovin tidak melakukan kesalahan yang fatal.


Abila berlahan membuka kedua matanya, tubuhnya serasa remuk tidak berbentuk. Ia merasakan ada sesuatu yang berat menindih bagian perut nya. Ia mencoba mengumpulkan segenap kesadaran nya, pelan-pelan membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan melihat lengan besar Jovin melingkar di sana, dan jangan lupakan keadaan tubuh yang tanpa sehelai benangpun menutupi nya. Tanda merah keunguan tercetak jelas di bagian tubuh putih Gadis itu, seakan terlihat begitu kontras. Abila jijik dengan tubuhnya sendiri, ia merasa kotor, ia merasa benar-benar menjadi seorang ja**ng seutuhnya.


Tubuh Abila sedikit bergetar menahan isakan tangis. Berlahan Kristal bening keluar dari pelupuk mata indah nya. Kamar ini , kasur ini, bantal dan juga selimut yang sedikit ada noda bercak darah seolah menjadi saksi bisu kehancuran hidup seorang Abila, sekaligus menjadi saksi terenggut nya kehormatan yang selama ini ia jaga.


Dengan hati-hati Abila mengalihkan lengan pemuda itu dari atas perutnya, berlahan ia menuruni kasur yang ia tempati. Berharap tak mengusik Pemuda yang terlihat masih terlelap itu.

__ADS_1


Abila mengambil piyama yang tergeletak tak berdaya di lantai itu, memakai nya dengan tangan bergetar, piyama dengan bekas robekan itu kembali mengingatkan kejadian mengerikan yang baru saja menimpa nya beberapa jam yang lalu.


Abila begitu frustasi, kejadian itu seakan terus berputar di dalam otaknya bak rolling film yang terus berputar di dalam fikiranya terus menerus, semua sangat terlihat begitu jelas. Katakanlah jika ini hanya mimpi buruk. Abila masih menepis tak bisa percaya bahwa semua itu kejadian nyata. Abila meratapi hidup nya yang berakhir tragis. Ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya saat ini juga.


Abila tersadar dari lamunannya, ia tidak punya waktu banyak, ia harus segera pergi dari tempat terkutuk ini detik ini juga, sebelum Jovin terbangun dari tidurnya dan kembali menyiksanya lagi.


Abila berusaha berjalan , sambil menutupi bagian tubuhnya yang terlihat penuh bekas luka memar, kissmark , bahkan bekas darah gigitan dan cakaran Jovin.


Dengan langkah tertatih Abila berhasil keluar dari kamar Jovin, menuju Lift dengan kaki terseok-seok. Tatapan mata nya begitu kosong tiada semangat hidup yang terpancar di dalamnya. Syok yang mendalam membuat nya depresi, ia trauma dengan kejadian yang baru saja menimpanya.


Johan yang baru saja sampai di Mansion nya segera berlari masuk dan bermaksud menemui Adiknya. Namun sebelum ia memasuki Lift seorang Gadis keluar dari dalam Lift itu dengan keadaan yang terbilang sangat kacau. Johan gemetar , ia tidak tau harus berbuat apa.


Semua sudah terlambat...aku terlambat menyelamatkan Gadis kecil ini. Ya Tuhan.. aku harus bagaimana.


"A... Abila, kau tidak apa-apa?." Tanya Johan, ia begitu bodoh, kenapa masih bertanya. Jelas-jelas ia melihat keadaan Gadis itu yang terlihat begitu hancur.


Johan mengulurkan tangannya hendak menyentuh Abila namun dengan cepat Gadis itu menepis nya.

__ADS_1


"jangan sentuh aku, antar aku pulang Kak." Lirihnya tanpa ekspresi.


Johan melepaskan jasnya dan menutupi tubuh Abila, tidak mungkin dia keluar Mansion dalam keadaan seperti itu.


__ADS_2