
Mark menggendong tubuh sintal Hazel di belakang punggung nya, sambil sedikit menanggapi ocehan gadis mabuk itu. "Sayang, aku ingin terbang." racau Hazel. Mark terkekeh mendengar ucapan kekasihnya. Gadis itu lebih menggemaskan jika sedang mabuk begini. Gumam nya. "Kamu mau terbang kemana, hm?" tanya Mark, memang sedikit konyol harus menanggapi omelan orang tak sadarkan diri. "Ingin terbang jauuuhhh sekali, agar aku tidak merasakan sakit di sini." ucap Hazel sambil menepuk-nepuk dadanya. Mark terdiam sejenak memikirkan omongan kekasih nya, tapi ya sudahlah mungkin dia sedang mabuk jadi bicaranya ngaco. Begitu kesimpulan nya. "Tuan Muda yang tampan ... boleh kah aku mencintaimu?" tanyanya lagi sambil memiringkan kepalanya di ceruk leher Mark. "Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan Tuan Muda, hm? Aku kekasihmu." katakanlah jika Mark sedikit penasaran, ada yang bilang jika orang yang sedang mabuk itu akan berbicara jujur, tapi Mark juga tidak sepenuhnya percaya. "Bukan, kamu bukan kekasihku, aku hanya menggantikan nya!!" teriak Hazel sambil tertawa. Mark menghentikan langkahnya. Dan menoleh kearah Hazel. "Menggantikan siapa?" tanya Mark. "Aku tidak mau menggantikan nya, aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin memilikimu." lirih Hazel, hingga tiada suara yang dikeluarkan gadis itu lagi, karena ia sudah tertidur. Mark menggeleng kan kepalanya dan melanjutkan perjalanan pulang. Jujur ia semakin merasa curiga pada Hazely. Ia mulai mengumpulkan bukti perbedaan antara Hazely yang dulu dan Hazely yang sekarang. 'Maafkan aku Sayang, maaf kan aku karena mulai mencurigai mu. Semua begitu membingungkan untuk ku. Aku mencintaimu, sangat mencintai mu Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita. Sesampainya di villa. Mark segera merebahkan tubuh Hazel pelan-pelan di atas kasur king size nya. Mengecup lembut kening gadis itu dan membisikkan kata-kata. "Selamat tidur Sayang ... semoga mimpi indah, aku mencintaimu jangan tinggalkan aku lagi." Keesokan harinya, Hazel dan Mark sedang melakukan sesi lari pagi nya. Sekaligus ingin mengitari daerah di sekitar villa itu. Udara pagi begitu indah di tempat ini, jika boleh Hazel ingin menetap di tempat ini bersama Mark selama nya. "Hah, aku sangat senang tinggal di sini." ucap Hazel sambil berlari-lari kecil, sesekali berputar-putar di tiang lampu taman. Mark hanya tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya sembari membatin. Hazely ku yang sekarang sangat lah ceria, tidak seperti Hazely yang dulu yang terkesan acuh, lebih sibuk dengan dunia nya sendiri. Hazely yang sekarang lebih mementingkan diriku, sedang Hazely yang dulu lebih mementingkan barang-barang branded limited edition. "Kamu ingin tinggal di sini?" tanya Mark. "Iya, aku sangat ingin tinggal di tempat ini bersama mu." celetuk Hazel tiba-tiba. Mereka berdua sangat menikmati moment pagi ini, bahkan mereka sudah tidak canggung lagi untuk sekedar saling mencium pipi, menggoda, dan terkadang Hazel tak sungkan untuk meminta di gendong. Biarkan Hazel melupakan sejenak tentang posisi dirinya. Ia hanya ingin menikmati hari-hari nya bersama pemuda yang ia cintai. "Sayang, besok adalah hari terakhir kita di sini, kau ingin pergi kemana lagi?" tanya Mark. "Sepertinya aku ingin camping di hutan belakang villa." usul Hazel. Mark melirik ke arah Hazel, sekelebat pertanyaan muncul di otaknya. 'Hutan? Bukan kah Hazely sangat membenci tempat-tempat seperti itu? Dengan alasan takut kulitnya rusak dan lebih memilih pergi ke mall. Lalu sekarang tiba-tiba dia mengajak pergi camping? Astaga aku bisa gila jika begini.' "Bagaimana Sayang? Apa kamu tidak mau? Padahal aku sangat menginginkan nya." ucap Hazel lesu. "Siapa bilang aku tidak mau, hm? Sudah ku bilang apa pun yang kamu inginkan akan aku kabulkan." sahut Mark sambil memeluk tubuh Hazel mesra. --- Keesokan paginya, mereka telah bersiap-siap membawa beberapa keperluan yang mereka butuhkan nanti saat camping, setelah semua terkumpul Mark dengan sigap memasukkan nya kedalam bagasi mobil nya. "Semua sudah siap Sayang, ayo kita berangkat!!" panggil Mark dari halaman villa nya, karena belum melihat batang hidung sang kekasih. "Sebentar!!! Tunggu aku!!" teriak Hazel dari lantai atas kamarnya. Setelah hampir dua puluh menit lamanya Mark menunggu akhirnya Hazel keluar, dengan membawa beberapa camilan untuk persediaan di sana. "Ayo cepat masuk, keburu siang nanti." ucap Mark dan membantu Hazel marapikan barang bawaan nya. Sesampainya di hutan itu, Mark dan Hazel segera mendirikan tenda. Katakanlah jika Mark sedikit nekat menuruti kemauan Hazel, karena memang dirinya sendiri belum pernah mengunjungi hutan ini. Tapi ia tidak ingin membuat kekasih nya kecewa jadi ia memilih menyetujui keinginan Hazel. "Akhirnya selesai juga, Sayang aku ingin mencari kayu bakar sebentar saja." ijin Hazel. "Iya, janji jangan jauh-jauh." pinta Mark. Hazel hanya mengangguk paham dan segera pergi. Sudah hampir satu jam Hazel tak kunjung kembali, membuat Mark merasa begitu gelisah. "Dimana kamu Hazely? Kenapa belum juga kembali? Aku harus mencari nya." geram Mark, ia mengambil mantel tebal nya dan segera pergi memasuki hutan lebih dalam. Di sisi lain, Hazel tengah kebingungan tidak tahu arah untuk kembali. "Mark, kamu dimana? Aku takut ...." Hazel mulai terisak, hari sudah semakin sore dan dia belum juga kembali. Mark mengitari hutan itu, tak henti meneriakkan nama gadis yang di cari nya. "Hazely ...! Dimana kamu, jawab aku!!!" Tiada tanda-tanda adanya gadis itu disana. Hanya terdengar suara dirinya sendiri yang begitu menggema di dalam hutan. "Sial!! Aku sama sekali tidak mengenali jalur hutan ini." gerutu nya, seraya mengusap rambut nya kasar. Hazel sibuk menelisik ke sekeliling hutan, tanpa sadar kakinya tersandung akar pohon di dekat nya. "Ah!! Sakit sekali, seperti nya kakiku terkilir," keluh nya, menangis tersedu-sedu. Hazel tidak bisa melanjutkan perjalanan nya lagi karena kakinya terasa sakit luar biasa. Dia hanya bisa menangis di bawah pohon besar itu, serta merapalkan nama Mark. Berharap pemuda itu segera menemukan nya. Mark hampir frustasi mencari keberadaan kekasih nya. Suara nya sudah mulai serak karena terus-menerus berteriak. Hingga samar-samar ia mendengar tangisan seorang gadis. Sedikit merinding sebenarnya, apakah itu suara kuntil anak atau suara manusia? Begitu fikirnya. Bulu kuduknya mulai meremang. Ia segera berbalik badan ingin pergi, sebelum ia mendengar gadis itu menyebutkan namanya. Ia sangat yakin jika itu suara kekasih nya. Mark segera berlari ke sumber suara, dan suara itu semakin terdengar jelas di balik pohon besar. Dengan sangat hati-hati mencoba memeriksa siapa gerangan gadis itu. Hingga ia terkejut sekaligus bahagia karena gadis itu benar-benar kekasih nya. "Hazely!!!" teriaknya sambil berlari menghampiri gadis itu. "Mark!! Akhirnya kamu datang." tangis Hazel semakin menjadi. "Tenanglah, jangan takut aku ada di sini untukmu." Mark terus mengucapkan kata-kata penenang untuk kekasih nya. "kaki ku sakit ..." keluh Hazel kemudian. Mark terjengit kaget dan segera memeriksa pergelangan kaki Hazel yang sedikit membiru. Dengan pelan Mark memijit kaki Hazel. "Apakah sangat sakit?" tanya Mark. "Sakit sekali. Seperti nya aku tidak bisa berjalan." sahutnya. "Kita harus segera pergi dari sini, sudah hampir gelap, aku akan menggendong mu." ucap Mark selanjutnya menggendong tubuh Hazel di belakang panggung nya. "Kenapa kamu lama sekali datang nya." tanya Hazel. "Sejujurnya aku sendiri belum pernah memasuki hutan ini." kekeh Mark. "Dasar bodoh, lalu kenapa kau setuju dengan permintaan ku?" jengah Hazel, merolling bola mata nya. "Karena aku tidak ingin mengecewakan mu." lagi-lagi Hazel di buat berbunga-bunga oleh ucapan pemuda ini. Setelah kepulangan Mark dan Hazel. Seperti biasa mereka menjalankan rutinitas nya kembali. Mark kembali bekerja di kantor sedang Hazel dia tetap setia menemani kemanapun Mark pergi. Mark akhir-akhir ini selalu di hantui rasa penasaran terhadap kekasihnya. Semakin hari tingkah Hazely-nya semakin tidak masuk akal, benar-benar jauh dari Hazely yang dulu. Beberapa bukti perbedaan sudah Mark kumpulkan. Pertama, kalau di pandang dari segi fisik tidak ada yang berbeda bahkan Hazely yang sekarang jauh lebih cantik. Hazely yang sekarang masih lah sama suka memakai barang-barang Branded, namun tidak terlalu berlebihan seperti dahulu, jika Mark tidak membelikan nya gadis itu bahkan tidak pernah meminta nya. Beda dengan Hazely yang dulu, yang setiap hari bisa menguras seluruh isi dompet Mark untuk membeli segudang barang-barang tak berguna. Kedua, Hazel yang sekarang terkesan tak terlalu ambil pusing dengan keberadaan Johan bahkan mereka terlihat Roger akrab. Sedang Hazel yang dulu sangat membenci pemuda itu, pernah suatu hari Hazel meminta Mark untuk merebut posisi Roger sebagai CEO pertama. Sangat serakah bukan? Ketiga, Hazel yang dulu selalu menjauh saat Mark mendekati nya, terkesan jijik melihat keberadaan pemuda itu. Hazel yang ekarang malah sebaliknya, seakan ia sengaja memancing nafsu Mark. Terkadang ia suka tidur dengan posisi tengkurap dengan memakai pakaian sexy, membuat Mark mati-matian menahan hormonnya agar tidak menerkam gadis itu. Memang benar Mark seorang pemuda yang memiliki prinsip hidup yang tinggi. Tapi kembali lagi, biar bagai manapun Mark seorang Laki-laki normal yang mempunyai ketertarikan antar lawan jenis. Ke empat, Akhir-akhir ini Mark baru menyadari aroma tubuh Hazel yang sekarang sangat berbeda, dengan aroma tubuh Hazely yang dulu. Hazely yang sekarang lebih memiliki aroma tubuh yang samar-samar seperti bunga mawar yang begitu lembut, seakan menjadi aroma terapi tersendiri untuk Mark. Sedang Hazely yang dulu lebih memiliki aroma wangi yang kuat, terkadang Mark sampai pusing karena menciumnya. ah! Atau mungkin Hazely yang sekarang sudah berganti farfum, fikirnya. Dan yang terakhir tentang hoby Hazely yang terkesan tidak berkelas sama sekali, hanya membaca majalah , jalan-jalan ke tempat hiburan di pinggir jalan. Bahkan jika Mark mengajaknya pergi belanjaan ke mall ia seakan menolak mentah-mentah. Padahal Hazely yang dulu pasti akan dengan senang hati jika di ajak berbelanja. Di tambah lagi beberapa bulan ini Mark sering memergoki Hazel sedang menandai kalendernya dengan mencontreng tanggal-tanggal itu. Pernah terfikir oleh nya, mungkinkah Hazely akan kembali meninggalkan nya?. Tidak, itu tidak boleh terjadi. ▪️▪️▪️ Di sebuah hotel bintang lima, seorang gadis yang memiliki paras begitu mirip dengan Hazel, bahkan nyaris sama. Sedang terduduk dengan angkuhnya, sambil mendengar laporan dari anak buahnya. Gadis itu tak lain adalah Hazely, ya! dia sudah kembali ke Negara asalnya.  "Hari ini aku akan kembali menemui Hazely dan aku akan minta maaf kepada nya." titah Hazel begitu senang. Jika kalian tau Hazely memanglah jahat, dia merupakan gadis yang memiliki ego yang tinggi. Tujuan utama nya mendekati pemuda kaya raya karena semata-mata ingin mengambil harta nya dan sekaligus meminta bantuan mereka untuk mengambil alih harta kekayaan nya yang sempat di rampas oleh Pamannya terdahulu. Dan sekarang sesuai keinginan nya harta kekayaan keluarga nya sudah kembali ke tangan nya. Dan dia bermaksud ingin menemui Hazel untuk memberikan kabar baik ini dan ingin menjalin hubungan persaudaraan yang sempat terputus. Ada kesamaan sifat antara Hazely dan Hazel yaitu sama-sama menjunjung tinggi harga diri. Jika kalian fikir Hazely memberikan kesuciannya pada pemuda yang selalu di dekati nya itu salah besar.. Dia selalu menolak jika di ajak untuk kontak fisik, namun sikap itulah yang menjadi daya tarik tersendiri di diri Hazely. Karena siapapun pemuda yang mendekati nya pasti mengira bahwa dia gadis yang suci dan baik hati karena selalu menolak sentuhan yang mereka berikan. Tujuan Hazely kembali bukan hanya untuk menemui Mark saja, dia juga ingin kembali menemui cinta sejati nya yang dulu sempat ia tinggal kan gara-gara ingin mendekati pemuda yang lebih tajir. Pasti kalian sudah menebak siapa pemuda itu. Ya! dia adalah Mark. Hazely mencari tau tentang keberadaan Mark dan bagaimana kabar nya sekarang. Dan satu kabar yang di berikan anak buahnya, sukses membuat nya naik pitam. "Apa kamu bilang? Jovin sudah mempunyai kekasih? Siapa gadis yang berani menggantikan posisi ku sebagai calon Nyonya muda." geramnya. "Saya melihat Tuan Mark bermesraan dengan gadis yang begitu mirip dengan Anda Nyonya." lapor anak buahnya. Hazely sedikit berfikir. Gadis yang mirip dengan ku? Dia apa dia, apa mungkin Hazely? Mustahil ada gadis lain yang memiliki paras yang sama dengan ku selain kembaranku. Tapi jika iya, bagaimana mungkin Hazel bisa mengenal Mark? "Apa kamu mengambil foto gadis itu?!" ketusnya. "Iya Nyonya." jawab nya, seraya memberikan selembar foto seorang gadis kepada atasannya. Hazely mengambil lembaran foto itu dari tangan pemuda yang ada di hadapannya. Memperhatikan lamat-lamat wajah gadis itu. Hazely menggertakan gigi-giginya. Meremas erat lembaran foto yang berada di tangan kanan nya. Seolah otak nya sudah kembali mendidih, ia marah, ia benci jika miliknya di ambil orang lain. Sekalipun itu Saudara nya. Niatnya untuk menemui Hazel dan meminta maaf kembali ia urungkan. Kabut hitam sudah menyelimuti hatinya, yang ia inginkan sekarang adalah menghancurkan hubungan Hazel Dengan kekasih nya dan merebut kembali hati pemuda itu. "Aku akan merebut kembali cinta ku, aku tidak suka ada orang yang berani merebut apa yang sudah menjadi milikku." gumam nya. Hazely mulai menyusun rencana jahatnya. Dia tersenyum licik, Sambil melihat layar phonesel mahal yang berada di telapak tangan kanan nya. Mendial nomor pemuda yang sekian lama masih tersimpan di memori otaknya, ia tau betul bahwa Mark tidak pernah ganti nomor phonsel, dengan alasan malas. Hazel sengaja kembali tepat di hari kelahiran pemuda itu bermaksud untuk memberikan kejutan pada nya. Tapi malah dia yang menerima kejutan duluan. Malam ini aku akan menyuruh Mark datang menemui ku disini tanpa sepengetahuan Hazel, aku yakin dengan paras cantik yang aku miliki Mark tidak akan pernah menolakku. Siapa yang berani menolak pesona seorang Hazely. Malam ini aku akan memberikan seluruh jiwa dan raga ku sepenuhnya untuk mu Mark, sebagai hadiah untuk ulang tahun mu. Aku akan memberikan kehormatan ku hanya untuk mu, calon suami ku tercinta. Hazely bermonolog sendiri kemudian tertawa terbahak-bahak, begitu mengerikan. ▪️▪️▪️ Disisi lain, Mark sedang berkutat dengan kesibukan nya di kantor. Hari ini Hazel sengaja tidak ikut dengan nya ke kantor. Atas permintaan Nyonya Harold, karena ia meminta Hazel untuk menyiapkan kejutan ulang tahun Mark nanti malam, tanpa sepengetahuan pemuda itu tentunya. Di tengah kesibukannya tiba-tiba phonesel Mark berdering, tertera nomor baru di layar phonesel itu. Dengan ragu ia menjawab panggilannya, siapa tau itu Kolega bisnis nya, fikirnya.