Kekasih Pengganti

Kekasih Pengganti
TIGA SATU


__ADS_3

Setelah Johan menceritakan tentang kebenaran Abila ke pada Jovin tempo hari, kini keadaan pemuda itu benar-benar terpuruk, penyesalan yang begitu mendalam selalu menghantui fikiran nya. Semua telah terlambat, penyesalannya hanya sia-sia tiada guna. Karena sekarang Abila sudah pergi entah kemana.


Jovin memasuki kamarnya, asal kalian tau semenjak ia mengetahui kebenaran tentang gadis itu, Jovin tidak lagi mau menempati kamarnya lagi dengan dalih ia selalu teringat masa-masa indah bersama gadis itu.


Jovin melangkahkan kakinya masuk lebih dalam kedalam ruang kamar nya, kedua mata sayu nya menelisik ke berbagai sudut ruangan itu. Semua masihlah sama tiada yang berubah hanya sedikit rapi karna Nyonya Nichol menyuruh maid untuk merapikan tempat itu. Minus mennyuci barang-barangnya atas permintaan Jovin, dia tidak ingin aroma tubuh Abila hilang, katakanlah jika Jovin sedikit gila memang.


Jovin terduduk di pinggiran kasurnya, memegang majalah yang biasa gadis itu baca, membolak-balikan setiap halaman kertas itu. Tak terasa air mata membasahi kedua pipi tirus nya. Sungguh ia begitu merindukan gadis itu, ia baru sadar dan merasa kesepian setelah gadis itu pergi. Jovin terlambat menyadari perasaannya, ia mengakui bahwa sebenarnya ia mencintai Abila bukan lagi Adira. Semenjak kehadiran gadis itu, berlahan nama Adira terkikis dari dalam hatinya.


Jovin memeluk majalah-majalah itu, seolah sedang memeluk sang pemilik nya. Jovin mengedarkan pandangannya ke samping, membuka selimut tebal yang menutupi sprey di bawahnya. Kain putih yang sedikit ada bercak noda itu mengingatkan nya kembali, betapa kasar ia menyiksa gadis tak berdosa, sekaligus merenggut kesucianya.


"Abila....hik maaf, maafkan aku...." isaknya sambil meringkuk di kasur besarnya, isakan pemuda itu begitu terdengar memilukan. Seorang Tuan muda seperti dirinya bisa menitikkan air mata berharganya hanya demi seseorang yang pernah dia sebut sebagai ja**ng. Satu kata untuk pemuda itu, kau hebat Tuan, Karena sudah menyematkan nama Tuan muda ba**ngan di keluarga besar Nichol.


▪️▪️▪️


Tak terasa dua bulan berlalu, selama itu juga Jovin belum bisa menemukan Abila. Sengaja dia tidak mengerahkan anak buahnya, karena ia ingin mencari nya sendiri.

__ADS_1


Berbagai cara sudah ia lakukan untuk menemukan Abila , dari mendatangi rumah para sahabatnya Abila, ketempat kerja nya dulu. Namun nihil semua temannya bahkan tidak ingin memberitahukan dimana keberadaan Abila. Hanya cacian dan hinaan yang selalu ia dapatkan, Jovin tidak marah atau pun membalas perlakuan orang-orang itu, karena ia pantas mendapatkan semuanya.


Jovin kembali mengingat kata-kata teman kerja Abila. Mereka bilang bahwa, walaupun Abila bekerja di club malam, gadis itu tidak pernah mau di sentuh pelanggan nya, mungkin hanya sekedar menemaninya minum saja tidak lebih, bahkan Abila tidak pernah menyentuh minuman memabukkan itu. Hatinya kembali berdenyut sakit, rasanya seperti di cabik-cabik. Hingga ia ingin mati saja rasanya.


Jovin meraup wajahnya kasar, merasa begitu bodoh ,begitu ba**ngan. Berani mengambil kehormatan seorang gadis polos, bahkan melontarkan kata-kata kasar, menuduhnya sebagai ja**ng yang bersedia tidur dengan Kakak nya. Namun kenapa gadis itu tidak melawan? begitu takutkah dia padaku?," gumam Jovin penuh sesal.


Kini hanya sakit dan penyesalan yang pemuda itu rasakan. Ingin rasanya ia meminta maaf pada gadis itu, namun apalah daya ia belum menemukan keberadaan Abila, gadis itu seolah hilang tanpa jejak. Jovin berjanji akan bertanggung jawab pada Abila, apapun keputusan gadis itu nantinya . Jovin akan menerima nya dengan lapang dada.


▪️▪️▪️


Semua di luar ekspektasi , Abila lebih cepat pulih dari depresi yang di deritanya. Semua itu berkat dorongan dari teman-teman nya yang selalu setia untuk mendampingi dirinya. Abila lebih terlihat menawan di banding saat bersama Jovin dahulu. Etahlah apa yang membuat nya sedikit terlihat berbeda.



__ADS_1


Penampilan gadis itu begitu menawan membuat lelaki mana pun pasti akan bertekuk lutut jika melihat nya.


Abila sekarang menjalani karir nya sebagai model terkenal, bahkan diri nya juga kerap di kontrak oleh stasiun televisi Internasional untuk salah satu iklan. Tapi yang jelas ia menggunakan nama samaran agar tidak di ketahui oleh keluarga Nichol. Penampilan gadis itu sangat berbeda jika sudah bermake up jadi keluarga Nichol tidak akan mengenali dirinya dengan mudah. Abila benar-benar tidak ingin lagi mengenal nama keluarga itu, hanya dengan menyebut nama nya saja ingatan nya kembali berputar ke masa di mana Jovin dengan ba**nganya telah merenggut kehormatan nya.


Nita, sosok gadis yang sudah merawat Abila hingga seperti sedia kala, terkadang Abila sempat berpikir. Sebenarnya siapa Nita? selama ia mengenal gadis itu dan tinggal bersama, Abila belum pernah melihat anggota keluarga nya, jika Abila bertanya mengenai kehidupannya, gadis itu selalu mengalihkan pembicaraan.


Yang membuat Abila semakin bertanya-tanya, bagaimana Nita bisa memiliki rumah mewah, dan sebuah club malam. Seakan uang selalu mengalir pada nya, dan juga perlakuan gadis itu pada Abila melebihi batas seorang sahabat, gadis itu rela berkorban demi menjaga diri nya. Seperti layaknya seorang Bodyguard saja, batin Abila bertanya-tanya.


Karena terlalu fokus pada dunia nya, Abila sampai lupa memakan sarapan yang terlihat sudah tertata rapi di atas meja. Nita pasti akan marah besar jika tau Abila belum sarapan.


"Abila..... apa kau sudah memakan sarapanmu?," teriaknya dari dalam dapur.


"iya Kak.... sebentar lagi," sahut Abila.


"sarapan atau tidak ada pemotretan sama sekali," ancam Nita tak ingin ada bantahan,

__ADS_1


"iya Kak... jangan menghentikan ku menjadi model, ini hoby ku," Abila cemberut sembari melangkah malas menuju meja makan, dan mulai menyuapkan sepotong roti isi kedalam mulutnya.


__ADS_2