Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Ledakan itu.


__ADS_3

Jesslyn nampak terpaku dengan pemandangan yang ada di depannya itu, dia melihat lautan manusia di lantai manison mewah tersebut. Sebesar apa manison keluarga Ji hingga mampu menampung tamu yang sebanyak itu. Pernikahan itu terlihat sangat megah, hiasan dan dekorasi terlihat dimana-mana benar-benar pernikahan orang kaya, dia belum pernah melihat pernikahan semegah itu.


Dia menatap dari balkon mewah kediaman Ji, dia benar-benar tidak menyangka bakal terhubung dengan keluarga Ji. Jika di keluarga Ji dan Lan mungkin dia bisa bertemu dengan tuan muda Song, sang peretas ternama di dunia bawah.


Suasana sangat ramai, Jesslyn menatap ke segala arah dia tidak mengenal satupun orang di antara ribuan orang tersebut.


"Jesslyn apa kamu sudah siap?" tanya Berryl sambil menepuk bahu gadis kecil di depannya.


"Sudah siap."


Jesllyn menjawab sambil mengangkat tangan hormat, gadis itu benar-benar sesuatu yang tidak boleh di lewatkan, kelakuannya bisa membuat orang menggeleng-gelengkan kepala antara kesal dan gemas.


Jesslyn berada di depan menaburkan bunga di jalan yang akan di lalui calon pengantin wanita tersebut sementara Berryl ada di belakang sebagai bridesmaid-nya. Tidak di sangka oleh Berryl tuan muda Lucas mau menjadi pengiring pengantin laki-laki walaupun mereka adalah teman namun dia dengan rendah hati masih mengiringi pernikahan sahabatnya sekaligus wakil presdir tersebut.


Tak perlu waktu lama, Elin dan Dijia sudah resmi menjadi suami istri, mereka mendapat ucapan selamat dari semua orang. Sorak ramai dan riuh, dansa pertama di lakukan oleh mereka kemudian di susul oleh orang-orang yang ingin memeriahkan pesta tersebut.


Namun di balik riuhnya acara itu, seseorang telah bersiap dengan segala sesuatunya dia merencanakan semuanya dengan sangat matang. Dia juga menyewa seorang buronan yang bertugas untuk meledakkan tempat itu bernama dengan nyawanya dengan jaminan Mona dan Nyonya Shireen akan membiayai kehidupan keluarganya.


Laki-laki itu benar-benar mempercayai nyonya Shireen karena dia memang tidak lagi sanggup hidup dalam situasi buronan. Dia yang menyamar sebagai pelayan dengan menggunakan masker mendatangi ruang bawah tanah tersebut kemudian menyalahkan api di titik yang sudah di tentukan, namun itu adalah sebuah ruang bawah tanah asap yang mengepul di dalamnya hanya mengumpul di dalam hingga orang-orang tidak menyadarinya.


ramainya pesta dan meriahnya suara musik membuat siapapun tidak akan menyadari apa yang akan terjadi.

__ADS_1


"Ibu aku mau ambil jus dulu." Jesslyn berucap sambil menunjuk ke arah meja yang di penuhi dengan gelas-gelas jus, Berryl mengangguk menandakan dia mengiyakan kata-kata putrinya tersebut.


"Jangan lama-lama, lekas kembali pada ibu." ucap Berryl.


Jesslyn berjalan tanpa ragu menuju meja yang berisi jus tersebut tapi saat dia hendak meraih gelas tiba tiba.


Bummmmm.... Bummmmm.... Dorrr... Dorrr.... rumah megah itu mulai runtuh semua orang berlari kesana kemari dengan paniknya, Jesslyn terbelalak dia menyaksikan rumah besar itu perlahan lahan runtuh.


"Ibu......." teriak Jesslyn ketika dia melihat kepulan asap di depannya, seperti dalam mimpinya dia benar-benar terpisah dengan ibunya. Jesslyn hendak berlari menghampiri tempat dimana ibunya menunggu tadi namun orang terlalu banyak menghimpitnya hingga membuat dadanya sesak. Sebelum dia pingsan dia melihat seseorang datang dan menariknya keluar menyelamatkan diri dari kerumunan itu.


"I-b-u." ucapnya lemah sebelum akhirnya dia benar-benar jatuh pingsan.


Jesslyn masih dalam gendongan seorang laki-laki, laki-laki itu membawa Jesslyn ke Villa di sebelah manison keluarga Ji. Villa itu tentu saja milik Elin ji.


"Elin, Dijia tolong lihat anak ini." teriak Song Lucas saat dia memasuki pintu kediaman Villa Elin.


Entah kenapa dia merasa tidak tega dan sakit melihat gadis kecil itu terpaku di tengah kerumunan merasakan susahnya bernafas.


Elin meringis kesakitan sambil memegangi pergelangan kakinya yang tidak sengaja ketimpa runtuhan bangunan.


"Jesslyn." ucap Elin kaget, Dijia yang mendengar nama itu langsung melihat ke depan menyaksikan istrinya berusaha membangunkan gadis kecil yang kini kepalanya berada di pangkuannya itu.

__ADS_1


"Lucas, dimana Berryl? tidak kah kamu menemukannya bersama dengan Jesslyn?" tanya Elin dengan mata berkaca-kaca.


"Aku hanya melihatnya sendiri." ucap Lucas yang tidak tau maksud Elin, dia mendadak menjadi seperti orang bodoh.


"Lucas dia ini putrimu. Sekarang tidak peduli seluruh dunia kau kerahkan kamu harus mencari ibunya. Atau aku akan membawanya pergi agar selamanya dia tidak tau siapa ayahnya."


"Kau juga, kamu kerahkan seluruh anak buahmu untuk mencari Berryl hingga ketemu dalam kondisi apapun." ucap Elin menatap tajam suaminya.


Ada rasa sesak di dada laki-laki itu dimana dia lebih mementingkan sahabatnya daripada dirinya , namun dia juga tidak tega melihat Lucas yang terpaku tidak berdaya. Dia mengambil ponsel Elin yang tergeletak kemudian menekan beberapa digit nomor, setelah menelfon kemudian dia menghela nafas lega. bantuan akan segera datang, maaf aku menggunakan ponselmu karena ponselku hilang di kerumunan tadi.


Elin tidak menanggapi dia menangis sambil memeluk Jesslyn yang sedang pingsan. Dia menyadari ada yang mengganjal di tubuh Jesslyn kemudian memeriksa nya.


"Cincin Harimau Emas." ucap Elin sambil memegang liontin kalung tersebut.


Lucas menyadari hal itu cincin Harimau Emas adalah pusaka yang di berikan kepada Berryl dan sekarang ada di tangan gadis itu jadi tidak perlu di ragukan lagi gadis itu pasti adalah putrinya.


"Aku harus keluar aku akan memimpin orang-orangku untuk menyelamatkan siapa yang bisa di selamatkan." ucap Lucas sambil menarik cincin tersebut dari kalung Jesslyn.


.


.

__ADS_1


__ADS_2