
Suasana di ruangan itu menjadi sedikit tegang, Song Lucas yang biasanya sangat berwibawa kini terlihat sedikit gugup.
Laki-laki tua yang datang ke perusahaan tersebut membuat sang presdir menelan ludah, laki-laki tua itu menatap Song Lucas dengan tatapan yang tidak bisa di jabarkan.
"Kakek, ayo kita keruangan ayah. Jangan di sini." ucap Jesslyn sambil memegang tangan kakeknya, Antonio sendiri tau pentingnya harga diri bagi seorang pemimpin perusahaan , jika dia tidak bisa menjaga martabatnya di depan karyawannya pasti dia juga tidak akan di hargai di perusahaan nya.
"Baik, ayo kita kesana. Ada bisnis yang ingin kakek bahas dengan ayahmu."
Mendengar hal itu orang-orang yang tadi melihat ke arah mereka dengan heran mulai melegakan nafas, ternyata hanya untuk urusan bisnis dikira untuk urusan apa.
Mereka berjalan beriringan, selain bunyi sepatu tidak ada bunyi lain lagi di setiap ubin yang mereka pijak. Kini mereka telah sampai di ruangan presdir, ruangan itu sangat besar hampir memakan satu lantai perusahaan dinding nya juga kedap suara jadi sangat aman untuk membahas rahasia di sana.
"Silahkan duduk tuan, aku akan menyeduh kopi untuk anda." ucap Lan Dijia kepada Antonio.
"Tidak perlu." Antonio mengangkat tangan kanan nya dia mengatakan kepada Lan Dijia untuk tidak perlu menyeduh kopi untuknya.
__ADS_1
"Song Lucas, sebenarnya orang seperti apa kamu? Bahkan seorang Lan Dijia rela bekerja di bawah kakimu."
Antonio menatap Song Lucas dengan ke heranan, dia menanyakan hal yang dia pendam di hatinya.
"Ayah, itu karena kami Song, Lan dan Ji adalah satu kesatuan yang terhubung jadi kami mengoprasikannya dari salah satu perusahaan, namun tidak ada posisi yang cocok kecuali wakil presdir di sini."
"Lancang sekali kamu? Siapa yang ayahmu. Bahkan di konferensi pers milikmu kamu tidak menyebutkan putriku, dimana kamu sembunyikan buah hatiku?"
"Maaf tuan, tolong jangan terlalu emosi."
"Maaf kakek, semua berawal dari aku yang tidak mengizinkan siapapun memberitahumu kalau ibu sakit."
Jesslyn menunduk, andaikan saja dia tidak berbohong mungkin Song Lucas tidak akan dipandang buruk oleh kakeknya namun sekarang nasi sudah menjadi bubur, yang dia bisa lakukan hanyalah mengatakan tentang kebenaran soal ibunya kepada kakeknya.
"Ibumu sakit. 10 tahun kamu bohong kepadaku, jadi ketika kamu sudah memiliki ayah seorang penguasa kamu tidak menganggap aku ada. Jesslyn Ivona, aku kecewa padamu dari awal aku dan ibumu tidak pernah mengajarkan kamu berbohong dan sekarang kamu membohongiku selama sepuluh tahun. Tunggu raga tuaku mati dan kamu tidak perlu perduli."
__ADS_1
Antonio beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan hendak keluar dari ruangan besar itu.
"Tunggu tuan, aku minta maaf. Waktu itu nona Berryl datang ke pesta pernikahanku dan Elin Ji, namun saat itu suatu hal yang tidak terduga terjadi hingga membuat nona Berryl tidak sadarkan diri hingga saat ini."
"Jadi kau bilang putriku koma?"
"Benar tuan."
Antonio menghentikan langkah kakinya kemudian dia menarik nafas dalam dan keluar dari tempat itu, Jesslyn mengejar kakeknya namun kecewanya orang tua itu tidak dapat di obati dia tidak menyahuti panggilan Jesslyn dan terus melangkahkan kakinya pergi.
.
.
.
__ADS_1