
Dalam bangsal rumah sakit, Jesslyn meletakkan bunga yang baru dia beli di atas nakas. Dia memperhatikan ibunya, Jesslyn yang nakal kini sudah tumbuh dewasa namun ibunya belum juga terbangun dari mimpi indahnya. Kenapa alam bawah sadar wanita itu menolak untuk bangun.
"Ibu, aku ingin pergi makan hotpot denganmu dan ayah. Kamu tau berapa banyak wanita yang berusaha untuk mendekati ayah dan kamu tau sudah sebesar apa anak gadismu saat ini."
Jesslyn memeluk tubuh wanita yang pernah melahirkannya itu, biarpun sudah sepuluh tahun wanita itu berbaring layaknya mayat hidup namun Song Lucas masih menyediakan perawatan terbaik untuknya. Jika ada dokter atau perawat yang asal-asalan merawat Berryl dia tidak segan-segan untuk memecat orang tersebut. Saat ini dunia memang di penuhi oleh orang yang berkuasa, uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang , apapun masalahnya mungkin uang adalah solusinya.
Sampai saat ini belum ada yang mampu menyinggung Song Lucas, wanita-wanita yang mencoba merayunya pasti berakhir tidak baik, contohnya saja ya Carlotte.
Harum semerbak bunga mawar memenuhi ruang medis tersebut, ini pertama kalinya Jesslyn membawa bunga untuk menemui ibunya. Biasanya dia hanya akan datang dengan tangan kosong saja. Itupun datang sendiri tidak bersama dengan ayahnya, namun berbeda kali ini dia datang membawa bunga kesukaan ibunya dan juga datang bersama ayahnya.
"Ayah, kelihatannya ada orang yang barusan datang." ucap Jesslyn dengan ragu-ragu.
"Ini rumah sakit, tentu saja ada orang datang. Dokter dan suster sudah aku pilih yang terbaik, jika ada kesalahan dalam perawatan mereka pasti memberitahu kita."
__ADS_1
Song Lucas mengelus rambut Jesslyn yang tengah dudhk di kursi , sementara dia berdiri di sampingnya melihat wanita yang dia cintai sudah mulai berkerut wajahnya bahkan rambutnya sudah beruban walaupun tidak banyak. Berryl masih terlihat cukup cantik, badannya juga tetap berisi walaupun sudah tidur 10 tahun lamanya. Entah sampai kapan mereka menunggu namun selama waktu itu masih ada mereka akan terus menunggu, lagian sudah tidak ada yang di khawatirkan Song Lucas, untuk pewaris walaupun seorang anak perempuan dia memiliki itu. Dia yakin jika Jesslyn dewasa akan lebih hebat darinya.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, Jesslyn merasakan jari ibunya bergerak-gerak dia bergegas menyuruh Neon untuk memanggil dokter kemari.
"Ayah, tangan ibu bergerak. Paman Neon, tolong panggilkan dokter."
Mendengar perintah itu Neon bergegas untuk memanggil dokter dan tidak butuh waktu lama karena Berryl adalah pasien prioritas maka mereka datang kesana untuk memeriksa nya.
"Dia belum sadar, namun pergerakan itu mungkin saja salah satu tanda jika sebentar lagi dia akan bangun. Aku akan menyuruh suster untuk berjaga di sini 24 jam untuk memantau kondisinya." ucap dokter tersebut kepada Jesslyn dan Lucas.
"Maaf tuan, aku juga perlu memeriksa pasien yang lain. Sebagai seorang dokter mengobati pasien adalah prioritasku, tidak perduli siapapun itu." dokter tersebut menjawab dengan lancar tutur kata Song Lucas, di benak nya tidak ada rasa takut atau khawatir di pecat sama sekali karena yang dia lakukan adalah hal benar.
"Kenapa kamu melakukan itu, dia ini ibuku." ucap Jesslyn.
__ADS_1
"Nona sekali lagi saya minta maaf, saya mungkin lancang tapi dokter di rumah sakit terbaik grub Song ini semuanya membaca dari uang. Jika ada pasien yang mohon maaf kurang mampu mereka akan menanganinya asal-asalan dan juga kadang terlambat di tangani. Jadi saya masih harus turun tangan untuk itu, saya memang memiliki gelar terbaik tapi saya juga manusia biasa yang tidak tega melihat saudara sesama manusia jatuh sakit."
"Baiklah. Ayah ayah angkat dia menjadi kepala rumah sakit, kepala rumah sakit saat ini sudah seharusnya diganti." ucap Jesslyn yang membuat orang ternganga mendengarnya, bagaimana hanya sebuah penuturan bisa membuat seorang dokter menjadi kepala rumah sakit.
"Apa alasanya?" Tanya Song Lucas.
"Petama aku adalah putri Song, tapi kepala rumah sakit tidak pernah menemuiku walau sudah ratusan kali aku datang kemari. Kedua setiap kali paman Neon ku suruh untuk memanggil dokter untuk ibu, hanya dia yang datang rumah sakit ini memiliki ratusan dokter kemana yang lain? Apakah mereka menyepelekan ibuku. Ketiga, seorang dokter tidak dinilai dari pangkat dan gelarnya, yang terpenting bagaimana pegabdiannya terhadap masyarakat."
Song Lucas tidak berkutik mendengar kata-kata Jesslyn, tiga hal itu saja sudah cukup untuk membuktikan jika dokter muda tersebut layak menjadi kepala baru di rumah sakit tersebut.
.
.
__ADS_1
.