Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Kau Tidak Sendiri.


__ADS_3

Orang itu begitu aneh, disaat yang lain sedang mencari sanak saudaranya dia malah sibuk memperhatikan kemana perginya Song Lucas.


Jesllyn tidak menghiraukan orang asing tersebut, dia mengikuti Song Lucas untuk pergi ke rumah sakit. Menurutnya saat ini membawa ibunya ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum menyelesaikan semuanya membuat semuanya lebih mudah.


Dengan hati-hati Song Lucas meletakkan Berryl di kursi penumpang kemudian mengajak Jesslyn duduk di depan.


"Tidak perlu paman, aku akan menemani ibu di belakang."


"Jesslyn, kenapa kamu memanggilku paman. Tidak bisakah kamu memanggilku ayah."


"Paman ada banyak hal yang terjadi dalam satu waktu, terus terang otakku belum mampu mencerna semuanya."


Sejak saat itu, hubungan Jesslyn dan Lucas bisa di bilang sedikit membaik, gadis kecil itu sudah berani menuturkan perasaan nya kepada sang ayah. Sampai di rumah sakit, Berryl langsung masuk ke dalam UGD sementara Jesslyn dan Lucas dia menanti di kursi tunggu yang kebetulan ada di depan ruangan itu.


Jesslyn menggosok-gosokkan tanganya walau cuaca tidak dingin, dia mondar mandir kesana kemari menunggu proses perawatan ibunya. Sementara Song Lucas dia hanya duduk di kursi, dia menyesali keadaan tidak lebih dahulu menemukan Berryl andai saja dia bisa menyelamatkan ibu dan anak tersebut mungkin saat ini Berryl tidak perlu berbaring tidak berdaya di ranjang yang menyebalkan itu.


"Paman Lucas, jika sesuatu terjadi pada ibuku. Aku akan sendiri di sini." ucap Jesslyn sambil berkali-kali mengambil nafas menenangkan dirinya.


"Tenang saja, ada aku di sini. Kamu tidak sendiri, aku ayahmu aku akan menjagamu. Aku memang tidak bisa menjamin nyawa ibumu tapi aku akan menjamin perawatan terbaik untuknya."


Lucas meraih tangan kecil di depannya kemudian mendekap gadis itu di dalam pelukannya.


"Sekarang statusmu adalah nona besar Song, tidak ada yang di izinkan menindasmu."


Lucas memeluk erat putrinya sementara Jesslyn dia tidak menanggapi pelukan tersebut, tubuhnya terasa kaku dia tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun kecuali Mike dan kakeknya.

__ADS_1


Jesslyn masih berada di rumah sakit, tak butuh waktu lama dokter keluar dan bilang jika kondisi Berryl baik-baik saja namun karena benturan itu dia kehilangan banyak darah. Harusnya dia masih bisa sadar, namun alam bawah sadarnya menolak untuk bangun hal itu menyebabkan Berryl koma di rumah sakit.


"Apa ibu menyesal memiliki aku, sehingga dia tidak ingin terbangun."


"Tidak, bagaimana bisa ibumu menyesal melahirkan putri cantik dan cerdas spertimu." Lucas berusaha untuk menghibur putrinya namun dia juga hanyalah seorang laki-laki kaku.


Berbicara tentang Mike, anak laki-laki itu sekarang menjadi lebih dewasa. Sejak Jesslyn tidak di dekatnya dia sudah berkali-kali menjadi juara kelas, biarpun dia tidak bisa memisahkan ibu dan ayahnya namun Mike terus berusaha yang terbaik untuk menyenangkan ayahnya hingga hal itu mengurangi ke inginan Steven untuk memukul Molly.


"Ibu apakah kamu kenal dengan bibi Berryl, ibu dari Jesslyn Ivona pewaris Iv Group?" tanya Mike saat mereka sedang makan malam.


"Hemm..." Molly melihat ke arah pintu khawatir suaminya datang tiba-tiba. Dia selalu di salahkan saat membahas tentang Berryl, menurutnya kejadian waktu itu adalah kesalahan Molly hingga membuat dirinya selalu mendapatkan tindakan kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya.


"Dulu ibu dan bibi Berryl adalah teman sekolah waktu sma." ucap nya saat sudah memastikan suaminya belum pulang.


"Oh, kasian sekali ya bu. Dia tertimbun reruntuhan bangunan manison keluarga Ji, dan kabarnya sampai saat ini dia belum di temukan."


"Uhukkkk.... Uhukkkk.. Darimana kamu dapat berita itu Mike, pastikan itu bukan Hoax."


"Ibu itu sudah tersebar di televisi dan internet, mungkin juga seluruh dunia akan tahu."


"Bagaimana dengan paman (paman yang dimaksud adalah ayah Berryl)"


"Tidak tau, tapi kelihatannya beliau begitu tenang. Pagi tadi saat joging aku masih melihat dia menyiram bunga di halaman."


Bagaimana bisa Mike yang masih berusia hampir enam tahun joging hingga Villa Rose Garden, sementara jarak rumahnya dan Villa itu cukup jauh. Molly mengelus rambut putranya itu kemudian dia mengatakan.

__ADS_1


"Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur."


Mike dan ibunya menyelesaikan makan malam mereka, kemudian Mike kembali ke kamar untuk belajar sementara ibunya mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak bisa dia kerjakan besok karena dia harus pergi bekerja.


Tak lama kemudian terdengar pintu terbuka, Molly tidak bertanya darimana suaminya hingga pulang se larut itu karena jika dia bertanya ujung-ujungnya dia akan babak belur.


Steven mendekati kulkas, dia membuka kulkas untuk sekedar mengambil air minum. Sementara Molly yang sedang mencuci piring di sebelahnya hanya diam saja tidak berbicara walau hanya sepatah kata. Setelah mencuci piring dan membereskan dapur Molly bergegas untuk mencuci pakaian, bahkan untuk mencuci pakaian Molly masih harus menggunakan tangan bukan mesin cuci karena dia pasti akan ditagih biaya listrik jika menggunakan mesin cuci.


Kehidupan rumah tangga yang sudah dia jalani selama enam tahun lebih terasa bagai penjara untuknya, dia tidak bisa melakukan apapun karena hutang nya kepada keluarga Steven terlampau banyak.


"Aku sudah menyiapkan makan malam. Kamu bisa memakannya jika kamu mau."


Pranggg.... gelas yang ada di tangan Steven di lempar ke lantai, hingga pecahan nya bertaburan kemana-mana hal itu sudah biasa di lalui oleh Molly.


"Apa begitu caramu berbicara dengan suamimu. Apakah pelajaran kemarin belum cukup."


Steven hendak mencekik leher Molly namun wanita itu terlebih dahulu pergi dari tempat itu, tanpa membereskan puing-puing kaca.


Mike sudah terbiasa mendengarkan semuanya, dia hanya akan menutup telinga ketika mendengar ayah dan ibunya bertengkar karena jika dia ikut campur dia akan di pukul dan ibunya akan menangis, hal yang paling tidak bisa di lihat oleh Mike adalah air mata ibunya.


Dia terlalu kecil untuk melawan Steven, dia masih perlu usaha keras untuk memiliki bahu yang kuat agar ibunya bisa bersandar dan mengandalkannya.


Sejak saat itu, Mike belajar dengan giat dia banyak memenangkan penghargaan dan juga medali namun Jesslyn tidak kunjung kembali walau dia sudah menunggu sekian lama.


"Jesslyn apa kamu lupa denganku." ucap Mike sambil menggambar wajahnya gadis yang selalu dia ingat.

__ADS_1


Kini bertahun-tahun telah berlalu mereka berudua telah dewasa, Jesslyn sendiri belum kembali ke negara asalnya namun Rose Garden masih terlihat segar yang artinya dia baik-baik saja.


__ADS_2