Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Apartemen Dengan Kenangan.


__ADS_3

Jesslyn kini sudah berada di apartemen ibunya, ya memang benar tempat tinggalnya saat kuliah dulu kini masih terawat dengan baik. Elin benar-benar menepati janjinya untuk merawat tempat tersebut. Dia memandangi berbagai arah, tidak ada yang berubah di tempat itu hanya saja mereka terlihat jauh lebih sempurna dan bersih, apa yang membuatnya terlihat begitu nyaman.


Apartemen tersebut memiliki banyak kenangan di dalamnya, baik suka atau duka dia juga ingat seberapa banyak Elin membelikan dia susu ibu hamil dan mengunjungi nya setiap hari karena takut dia akan berbuat buruk.


Berryl membuka ponselnya, kemudian dia ingin mengirim kepada Elin Ji dan ternyata dia melupakan sesuatu yang penting yakni ponselnya tidak ada sinyal di sana.


"Ada apa ibu?" tanya Jesslyn saat melihat ibunya tengah kesal sambil memandangi ponselnya.


"Ibu lupa jika disini tidak ada sinyal, bagaimana ibu bisa menghubungi Elin!" ucap Berryl sambil duduk di samping putrinya.


"Ibu kemarikan ponselmu." ucap Jesslyn


Berryl yang tidak tau apa-apa memberikan benda pipih tersebut ke pada Jesslyn, Jesllyn mulai memainkan benda pipih tersebut dan tak butuh waktu lama, cukup lima menit dia sudah bisa membuat ponsel tersebut bisa di gunakan di negara itu. Tapi dengan bakat itu Jesslyn merasa masih kurang puas jika 5 menit hanya bisa meretas sebuah ponsel, harusnya lima menit dia sudah bisa masuk ke dalam sistem perusahaan.


"Jesslyn bagaimana kamu melakukannya?" tanya Berryl ke heran-heranan sambil memandangi ponselnya, terlihat tidak ada yang salah dengan benda di tangannya itu.


"Ibu ini hanya sebuah trik kecil yang diajarkan temanku di sekolah."


Berryl mengangguk namun seingatnya teman Jesslyn di sekolah hanyalah Mike tidak ada yang lain, bagaimana bisa dia berbohong memiliki teman selain Mike. Namun dia tidak ambil pusing dia memilih untuk menghubungi Elin terlebih dahulu . Dia menuliskan sebuah pesan singkat kepada Elin, dan tidak perlu waktu lama pesan tersebut langsung dibalas oleh Elin. Elin meningginkan Berryl menjadi pengiring pengantinnya dan putrinya Jesslyn menjadi pembawa bunga di hari pernikahan nya tersebut.


"Jesslyn, apakah kamu mau menjadi pembawa bunga bibi Elin?" tanya Berryl dengan antusias.


"Hanya menjadi pembawa bunga, tentu saja mau. Aku tidak punya keterampilan untuk menolak acara sebesar ini." jawab Jesslyn dengan santai.

__ADS_1


"Kamu jangan menjawab pertanyaan ibu dengan ketus begitu." ucap Berryl kesal.


"Baiklah ibu maaf."


Setelah perbincangan ibu dan anak itu selesai, Jesslyn menyuruh Berryl untuk tidur terlebih dahulu sementara dirinya dia menunggu untuk mengurus satu hal. Nampaknya Berryl sudah tidak terlalu memikirkan Song Lucas tuan muda yang sempurna itu hingga dia hanya fokus untuk masalah pernikahan Elin. Elin juga sama sekali tidak mengatakan pada Berryl jika Lucas adalah ayah biologis putrinya tersebut karena dia takut jika dia mengatakan itu bahkan mungkin Berryl tidak bersedia membawa putrinya untuk menghadiri pesta pernikahannya.


Sementara itu, saat ini Elin Ji, Lan Dijia dan Song Lucas tengah berkumpul di sebuah aula mereka tau jika acara hari pernikahannya tidak mungkin berjalan mulus hingga membuat Lan Dijia dan Elin Ji minta tolong kepada Lucas untuk meminjamkan pasukan berani mati untuk menjaga keamanan pernikahan tersebut.


"Lucas, aku ingin kamu meminjamkan pasukan berani mati untukku." ucap Dijia dengan serius.


"Aku tidak ingin bilang hanya Dijia, namun itu memang hanya pernikahan mu. Apakah sampai perlu pasukan berani mati, bukankah pasukan pengaman khusus saja sudah cukup." ucap Lucas tanpa basa - basi.


"Memang benar, itu hanya pernikahan tuan muda Song. Namun apakah kamu tau, jika putrimu dan Berryl akan datang! bagaimana jika terjadi sesuatu kepada mereka. Bahkan aku belum memaafkanmu untuk kejadian 6 tahun lalu." ucap Elin sambil menyentuh dagu Lucas, dan itu di tepis pelan oleh Song Lucas.


"Dia yang pergi, dia juga yang harus menjaga anaknya."


Dalam hatinya dia tidak ingin mengatakan ini, namun dia memerlukan pasukan berani mati milik Lucas walaupun hanya beberapa orang saja untuk menakut-nakuti orang yang hendak berniat jahat.


"Baiklah, aku akan melindungi putriku."


"Itu baru benar."


Elin tersenyum sembari menepuk pundak Lucas kemudian mengancungkan jempol ke arah Dijia, laki-laki yang sebentar lagi menjadi suami Elin itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku calon istrinya, bagaimana tidak wanita itu masih sama seperti dulu saat mereka masih kecil yang hanya mengandalkan dirinya dan Song Lucas untuk keluar dari masalah.

__ADS_1


"Bahkan sampai sekarang kamu masih mampu membujuk seorang presdir Song, Elin." ucap Dijia.


"Oh iya mengenai dengan Presdir Song, jadi tuan Presdir kamu harus mendengar dan mengingat ini putrimu adalah Jesslyn Ivona, dia calon pewaris IV group atau perusahaan kecil yang di kelola Berryl. Mereka tinggal di Asia negara bagian I perusahaan itu tidak bisa kita lacak karena posisnya adalah perusahaan yang sedang berkembang dan juga perusahaan yang berada di negara berkembang hingga sangat sulit untuk di lacak."


"Lantas darimana kamu mendapatkan informasi itu, jika semua se sulit itu."


"Oh sebelum terbang kesini, Berryl pernah memberikan aku sebuah pesan khusus. Jadi tuan manfaatkan pernikahan ku untuk minta maaf ke dia, jika tidak bahkan aku akan menjadi pulau pemisah kalian."


"Kamu mengancamku?"


"Oh tidak, siapa yang berani mengancam presdir Song. Namun anda bisa menyebutnya peringatan terakhir."


Song Lucas menghela nafas, apa bedanya ancaman dan peringatan Terakhir sungguh gadis di dekatnya itu begitu lugu dia bahkan berani mengancam seorang song lucas demi seorang sahabat, sungguh tidak bisa di percaya.


Di sisi lain Nyonya Shireen dan Mona sedang mendiskusikan sebuah serangan, serangan itu adalah serangan mematikan di mana bisa saja membunuh semua orang yang ada di dalamnya. Walaupun targetnya hanya Elin Ji namun untuk membuatnya seperti kecelakaan memang di butuhkan beberapa nyawa lain.


"Ibu, harusnya aku yang menjadi nyonya muda Lan." ucap Mona dengan emosinya yang berantakan.


"Mona, tenangkan dirimu. Kamu hanya perlu naik ke posisi nona besar Ji , dengan begitu kamu bisa mendapatkan semua laki-laki yang kamu mau tak terkecuali Lan Dijia."


"Ibu, jika kita meledakannya maka akan banyak nyawa yang melayang."


"Ha...Ha... kita hanya perlu mengubahnya menjadi kecelakaan atau konsleting arus listrik."

__ADS_1


"Lakukan saja apa yang ingin ibu lakukan. Jangan ceroboh sampai meninggalkan jejak."


Mereka berdua tersenyum puas se akan-akan rencananya sangat sempurna tanpa cela sedikitpun, dia hanya menyadari beberapa pengawal saja tidak terlalu banyak saat pengawal itu berusaha menyelamatkan para tamu tidak ada yang melindungi Elin di tengah kepanikan yang ada dan itulah akhir dari perjalanan hidup Elin, mungkin itu yang ada di dalam bayangan ibu tiri Elin Ji tersebut.


__ADS_2