
"Lihat dia adalah nona Song. Kenapa dia masih harus datang ke sekolah, bukankah nilainya tetap A+ walaupun dia tidak datang ke sekolah. Sangat enak menjadi anak seorang Song Lucas sehingga dia tidak perlu datang ke sekolah."
Pagi itu Jesslyn sudah bersiap kembali untuk melanjutkan sekolahnya, setelah lama izin dia akhirnya kembali untuk bersekolah. Walaupun sekolah itu merupakan sekolah swasta ternama namun masih tidak bisa di pungkiri ada yang membicarakan orang lain di belakang.
Jesslyn tidak menanggapi itu dia hanya berjalan menuju kelasnya seperti biasanya.
"Hallo Jess, apakah masalahmu sudah selesai?" tanya seorang gadis sebayanya yang merupakan teman satu kelasnya.
"Tentu sudah, oh iya Na. Kalau boleh aku hendak meminjam buku catatanmu untuk menyalin pelajaran yang tertinggal."
"Oh nona Song-ku. Masih ingat soal pelajaran."
Gadis sebayanya yang akrab di panggil Nana itu mengambil buku pelajaran dari tas nya kemudian dia memberikan benda tersebut ke Jesslyn. Dia tau Jesslyn adalah orang yang tidak bisa dia ganggu namun dia tetap ingin berteman dengan seorang Jesslyn karena dia merasa Jesslyn begitu asik dan menggemaskan.
Jesslyn tengah berkutat dengan bolpoin dan kertas nya, dia menyalin beberapa pelajaran yang tertinggal selama dia tidak masuk sekolah. Namun tidak lama lagi bel tanda sekolah masuk sudah berbunyi hingga membuat dia meletakkan sebentar buku dan pena yang dia pegang.
__ADS_1
"Na, aku lanjutkan nanti ya boleh pinjam bukumu kan."
"Oh. Tentu apa yang tidak boleh untuk nona Song."
Nana tertawa setelah mengatakan itu sementara Jesslyn memasukkan buku yang dia punjam dari Nana ke dalam tasnya.
"Na, sebenarnya aku suka kamu panggil aku Jesslyn. Bukan Nona Song, itu terdengar asing."
Nana menatap gadis yang duduk di sampingnya kemudian menghela nafas.
"Kamu bisa memanggilku Jesslyn di sekolah atau saat kita berdua saja, sementara di acara formal kamu bisa memanggil ku nona Song seperti yang lain."
"Haha Baiklah Nona Song, Nana mendengarkan perintah."
Nana menepuk bahu Jesslyn, namun tak berapa lama guru masuk hingga obrolan mereka harus berhenti di situ. Song Jesslyn Ivona, nama yang mengemparkan seluruh dunia.
__ADS_1
Sementara itu Antonio berjanji kepada Song Lucas untuk sementara menggantikan dia menduduki kursi presdir direktur Song Group untuk menghindari kecurangan orang-orang yang hendak mencurangi perusahaan tersebut. Sementara Elin Ji juga ikut dengan Antonio sebagai sekertaris, dua orang itu kini harus menjaga tiga perusahaan besar tersebut.
"Paman maafkan aku, karena aku Berryl jadi seperti ini." ucap Elin sambil bersimpuh di kaki Antonio yang tengah duduk di sofa ruangan song Lucas.
Antonio menepuk pundak Elin, kemudian dia menyuruh wanita yang merupakan istri Lan Dijia itu berdiri.
"Nak, musibah itu tidak tahu kapan datangnya. Jadi sudahalah berhenti menyalahkan dirimu sendiri, kamu tidak salah aku hanya tidak bisa berfikir kenapa Jesslyn dan Song Lucas menyembunyikan ini dariku."
"Paman, itu karena mereka tidak ingin aku khawatir."
"Namun nyatanya sudah 10 tahun kan Berryl tidak bangun."
"iya paman maafkan aku."
"Sudah mari kita bekerja."
__ADS_1
Elin dan Antonio mengerjakan apapun yang bisa mereka lakukan, Antonio adalah seorang pebisnis jadi dia tidak kesulitan melakukan apapun sementara Elin walaupun dia dulunya hanya seorang ibu rumah tangga dia pernah belajar dengan serius di kampus. Walau dia tidak mahir namun dia bisa melakukan tugasnya dengan baik.