
Malam itu suasana sunyi mencekam, hanya ada sorot-sorot lampu jalan. Bahkan nyaris tidak ada mobil atau motor yang berlalu lalang, mungkin itu karena pesta besar keluarga Gong membuat jalanan menjadi sepi. Sudah di pastikan agar orang-orang tidak mengganggu jalannya pesta besar tersebut.
"Rasanya sangat tidak enak." ucap Jesslyn sambil menatap ke arah luar jendela.
Tepat di belakang mereka beberapa mobil mulai mengintai mereka. Mobil itu sengaja menghalang-halangi mobil Jeslyn dan Jimmy Lan.
“Celaka, semuanya tidak semulus yang kita bayangkan. Mereka benar-benar makhluk yang serakah." ucap Jimmy sambil menatap ke belakang.
"Siapa yang kamu maksud?" tanya Jesslyn.
"Tentu saja si tua Gong." jawan Jimmy dengan ketus.
__ADS_1
"Jim, jangan terlalu sering mengambil kesimpulan dari orang lain. Belum tentu pelakunya adalah marga Gong, sekarang yang perlu kita lakukan bagaimana caranya mengatasi mereka." ucap Jesslyn dengan tenang.
"Nona dan Tuan bisa lari menggunakan mobil ini, aku akan menghadang mereka." ucap supir pribadi yang mengantar mereka berdua.
"Tidak paman, kita berangkat bertiga jadi pulang juga harus bertiga. Ayahku tidak pernah mengajari aku untuk lari dan meninggalkan rekan di medan perang."
Menghadapi gadis yang keras kepala bagaimana caranya, gadis itu benar-benar sama seperti tuan besarnya yang selalu memprioritaskan rekan-rekan nya. Laki-laki itu menambah kecepatan mobilnya, dengan kondisi jalan saat itu tidak susah bagi mobil itu untuk menghindar namun.
"Nona dan tuan, apakah kalian baik-baik saja?"
"Aku dan Jimmy baik-baik saja paman, karena kondisinya seperti ini mari kita bertempur."
__ADS_1
Jesslyn mengambil sebuah senapan, karena memang mobil-mobil pribadi milik keluarga Song sudah dilengkapi dengan keamanan khusus sama seperti mobil yang di pakai Jesslyn saat ini selain anti peluru juga tersedia beberapa senjata untuk kebutuhan darurat ya kebutuhan darurat sama seperti saat ini. Jesslyn mengambil tiga buah pistol kemudian memberikan satu untuk supirnya, satu untuk Jimmy dan satu untuk dirinya sendiri. Benda-benda itu juga di lengkapi dengan peluru sungguh perhitungan song Lucas selalu saja tepat sasaran.
“Apa kamu sudah siap Jim? Kita tidak ada waktu untuk mengangkat tangan. Jika kamu memang ingin hidup angkat senjatamu, mari kita musnahkan mereka. Sejak kapan keluarga kita bisa di tindas seperti ini.”
Jimmy mengangguk, walaupun usianya masih sangat muda namun ayahnya juga membekali dia ilmu bela diri sejak kecil jadi saatnya sekarang menjajal semua yang pernah dia pelajari.
Mobil telah di kepung, banyak orang menggunakan penutup kepala memaksanya untuk keluar. Jesslyn mulai membuka pintu mobil namun dor, dor, dor.. tembakan terjadi dengan cepat, Jesslyn, Jimmy dan supirnya memanfaatkan kondisi itu untuk membasmi para penjahat. Entah dari mana asalnya bala bantuan, seorang laki-laki dengan topeng membantunya membasmi kawanan penjahat itu.
Dengan gesitnya mereka ber empat mengalahkan puluhan bandit yang menyerang Jesslyn dan yang lain, sebenarnya itu bukan bandit melainkan orang-orang yang ingin menghabisi pewaris tiga keluarga besar, namun belum bisa di pastikan keluarga mana yang bertindak saat itu.
"Siapa kamu?" tanya Jesslyn dengan nafas terengah-engah.
__ADS_1
Laki-laki itu hanya diam kemudian berbalik dan pergi begitu saja meninggalkan Jesslyn dengan rasa penasarannya.