
Jesllyn kini tengah bersama dengan Elin dan juga Jimmy, mereka berada di rumah baru Elin, Jesslyn memang benar menganggap Jimmy sebagai adiknya begitu juga dengan Jimmy yang menganggap Jesslyn sebagai kakaknya. Layaknya Lan Dijia dan Song Lucas mereka benar-benar menjadi saudara walaupun tak sedarah.
"Jimmy....." panggil Jesslyn dengan nada lembut.
"Hemmmm..." jawab Jimmy tanpa menoleh ke arah Jesslyn,
"Jimmy...." panggil Jesslyn sekali lagi.
"Hemmm...." Sekali lagi Jimmy menjawab panggilan Elin dengan deheman.
Elin yang kesal melempar buku yang ada di tangannya ke arah Jimmy, dia ingin bercerita namun Jimmy tidak menanggapinya. Jimmy yang mendapati buku tebal hampir melayang ke muka nya menghindar dengan gesit hingga buku tebal tersebut membentur sofa.
"Tangan kosong kalau berani." ucap Jimmy sambil bangkit berdiri.
Jesslyn yang mendapati itu menghela nafas kesal ini bukan sekali dua kali Jimmy tidak meresponnya, Elin sering melihat perdebatan mereka dia tidak melarang hanya selalu mengingatkan mereka bahwa mereka bersaudara.
"Jimmy, enak banget ya jadi kamu. Kamu punya ayah kamu punya ibu. Lha aku, setelah aku bertemu ayah malah ibuku jatuh koma."
Jesslyn memulai pembicaraan itu, Jimmy yang mendengarnya langsung menoleh walaupun dia masih duduk di bangku sekolah dasar namun ibunya selalu mengajarinya banyak hal terlepas dari ayahnya yang sibuk bekerja.
__ADS_1
"Ngomong apa sih kamu, bibi Berryl pasti bangun. Lagian siapa bilang kamu ga punya ibu mamiku adalah mami mu juga, apa kamu tidak puas memiliki adik setampan aku."
Jimmy mendekatkan wajahnya ke arah Jesslyn, bocah kecil itu berharap Jesslyn akan terhibur dengan wajahnya yang menawan namun itu rasanya sia-sia Jesslyn sam sekali tidak berkutik dengan itu wajahnya pun terlihat sangat murung.
"Jim, menurutmu kapan ibuku akan segera bangun?"
Jesslyn kembali melontarkan kata-kata yang membuat Jimmy tidak tahu harus menjawab apa, dia bukan dokter dia juga tidak ingin sekolah ke dokteran namun dia tidak bisa mengecewakan wanita yang kini ada di depannya itu.
"Aku tidak tau untuk itu sama sepertimu, namun aku juga berharap bibi akan segera bangun. Sama seperti mami, dia juga ibuku aku juga ingin yang terbaik namun aku juga tidak tau berapa lama dia tertidur, sejak aku mulai bisa mengingat dia sudah tertidur. Kamu tau kak, aku ingin sekali dia memanggiku lihat itu putraku Jimmy Lan, dia sangat tampan."
Jimmy mengangkat tangannya bak seorang komedian, dia benar-benar mendramatiskan keadaan hingga hal itu membuat Jesslyn kembali tersenyum. Jesslyn mengacak-acak rambut Jimmy, Jimmy sebenarnya kurang suka namun dia membiarkan hal itu terjadi karena baginya saat ini bukan tentang suka atau tidak suka namun gimana caranya menghibur kakaknya itu.
Tak butuh waktu lama, Neon menghampiri Jesslyn dia hendak mengatakan bahwa tuan besar (Lucas) sudah sampai di kediaman tersebut.
Neon mengucapkan hal itu dengan hormat kemudian setelah Jesslyn menanggapi laki-laki itu bergegas kembali ke tempatnya.
"Jimmy ayo keluar." Jesslyn mengajak Jimmy dengan anggukan Jimmy pun mengikuti Jesslyn keluar.
Dua orang manusia duduk di sofa ruang tamu, Jesslyn dan Jimmy menghampiri mereka tidak ada kata-kata yang terucap dari mulut manis mereka, mereka hanya diam membisu bagaikan sebuah manekin.
__ADS_1
"Jesslyn, kamu masih ingat tentang janjimu sebelum kesini kan?" tanya Lucas dengan datar.
"Tentu." jawab Jesslyn setandar.
Lucas menatap wajah putri tunggal nya itu, dia melihat ada kejanggalan di raut wajah putrinya itu namun dia tidak tau apa yang terjadi. Wajah itu terlihat murung, Lucas beranggapan itu karena dia memaksakan Jesslyn melakukan banyak hal.
Menjadi calon pewaris Song Group tidaklah mudah, mentalnya harus di gembleng dengan baik agar dia terbiasa dengan kata-kata orang. Tidak ada yang boleh mengeluh, Jesslyn hanya mengeluh di depan Elin atau Jimmy tidak di depan ayahnya.
"Jesslyn, apakah kamu tidak tau caranya menolak permintaan ayah, atau berharap ayah menjadikanmu seorang wanita anggun lemah lembut tanpa bau darah. Jesslyn kamu bukan perintis namun kamu adalah pewaris, tidak semua hal bisa kamu lakukan namun semua hal bisa kamu jalankan?"
"Ayah, Berharap memang tidak pernah salah namun kita tau kapan waktunya berhenti. Aku adalah Song Jesslyn, dan aku akan menjadikan duniamu dan duniaku menjadi dunia kita. Takdir tuhan tidak bisa di hindari, begitu juga takdirku menjadi seorang pewaris."
"10 Tahun aku menunggu ibumu bangun, dan selama itu juga aku sudah memerintahkan kamu melakukan banyak hal. Kamu berhak menolak Jesslyn."
"Ayah mau 10 ataupun 100 tahun, aku akan tetap menjadi Jesslyn."
Jesslyn mengikuti Lucas kembali ke kediaman, rasanya malam ini tidak akan tenang.
.
__ADS_1
.
.