
Masih membasuh luka Berryl masih tidur dengan lelapnya di ranjang rumah sakit, perawatan terbaik dan yang lainnya seakan-akan tidak berguna kepada wanita itu. Kapan dia akan bangun, entahlah mungkin nanti mungkin juga besok.
Jesslyn di temani kakeknya berada di rumah sakit, mereka berdua duduk di samping Berryl, Antonio selalu berusaha tegar sementara Jesslyn sibuk bercerita ini dan itu.
"Ibu, ayah sendiri tidak tau kabarnya di sana. Mungkin masih hidup mungkin juga engga. Tidak ada kabar dari ayah dan juga paman Dijia, mami Elin pun jika ditanya hanya jawab mereka baik-baik saja dengan nada yang tidak mencermikan bahwa mereka baik-baik saja." ucap Jesllyn kepada ibunya yang di dengar oleh Antonio.
Laki-laki tua itu merasa bersalah namun ada banyak hal yang belum sepatutnya Jesslyn tahu, bahkan ibunya pun belum tahu.
"Sudah-sudah, ayahmu tidak se-lemah itu. Kamu harus percaya apa yang di katakan Elin Ji." ucap Antonio sambil menepuk bahu Jesslyn yang membuat gadis itu menoleh dan mengangguk.
__ADS_1
Tak lama kemudian karena hari sudah mulai gelap Antonio mengajak Jesslyn untuk pulang, karena mentari sudah menutup diri tanda malam akan segera tiba.
"Jesslyn, balik dulu besok kamu sekolah. Kakek juga mesti pergi ke perusahaan, amanah dari ayahmu untuk menjaga perusahaan."
"Baik kakek." jawab Jesslyn sambil berdiri dari tempat duduknya.
Mereka berdua pun beranjak meninggalkan tempat itu, tidak banyak yang mereka katakan hanya diam saja sambil berjalan beriringan. Wajah keriput Antonio karena lelah nya pekerjaan sangat terlihat dengan jelas Jesslyn merasa tidak tega dengan kakeknya namun laki-laki itu nampak kekeh untuk terus bekerja setiap hari.
"Jesslyn, dulu ibumu sangat suka mengawin silang kan berbagai jenis bunga. Dia mengumpulkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lain demi menciptakan bibit bunga baru, itu tidak mudah, karena ini mawar namun ibumu terus melakukan nya hingga berhasil."
__ADS_1
"Kakek Jika ibu tahu aku tinggal dengan Song Lucas, apakah ibu akan marah. Secara ibu dulu di tinggalkan oleh ayah."
"Jesllyn ada banyak hal yang tidak bisa kita larang atau kendalikan, salah satunya soal perasaan."
Setelah mengatakan itu Antonio memarkirkan mobil kemudian mengajak Jesslyn masuk untuk membersihkan diri dan beristirahat. Seperti dirinya Song Lucas juga berada di antara kebimbangan yang dia rasakan saat muda, namun dulu saat dia mulai berperang dengan keadaan istrinya masih sehat namun saat dia sudah pulang istrinya sudah terbaring tidak berdaya dengan penanganan yang sangat buruk, lambat laun perusahaan nya bangkrut dan dia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali meratapi nasib.
Dia tidak ingin hal serupa terjadi pada Jesslyn, dia tidak ingin melihat Perusahaan Song jatuh miskin dan membuat Jesslyn harus menahan hinaan orang-orang sama seperti yang di jalani Berryl, dia sangat berusaha keras di perusahaan beberapa bulan ini menggantikan menantunya.
.
__ADS_1
.
.