
Sebenarnya aku ingin bertanya kepada orang-orang yang dengan egonya masing-masing berharap ada keajaiban untuk dunianya. Kenapa otak dan pemikiran adalah satu kesatuan, kenapa ada pikiran dalam otak dan kenapa perlu berfikir menggunakan otak. Tidak perlu lagi bermain logika hanya perlu untuk berusaha menerima kenyataannya.
Song Jesslyn Lucas dia bersama dengan Jimmy Lan pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi ibunya senyum sumringah nampak di bibir mungilnya dia sangat senang dengan kabar yang terjadi barusan hingga tak henti-hentinya dia tersenyum.
"Kak, apakah bibi akan marah ketika melihatku? Aku adalah putra dari orang yang mencelakainya."
"Ngomong apa kamu, ibuku bukan orang yang pendendam."
Jesslyn mengusap rambut Jimmy kemudian dia meyakinkan bocah kecil itu bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Sementara itu sesuai dengan perintah Jesslyn, Neon di utus ke perusahaan untuk menjemput Elin dan juga Antonio sekaligus menyampaikan kabar baik tersebut, sangat tidak tepat jika di sampaikan lewat telefon.
__ADS_1
Mobil yang di kemudikan oleh sopir Jimmy tersebut menembus padatnya jalanan ibukota menuju tempat dimana Berryl di rawat.
Sementara itu di sebuah pulau terpencil, Song Lucas dan Lan Dijia sudah selesai membereskan bandit-bandit remahan rengginang yang ada di sana.
"Orang-orang seperti kalian bahkan ingin memporak porandakan harimau emas. Harusnya kalian pakai otak untuk berfikir, jika kalian lari dan berani untuk membuat masalah yang tidak perlu bukan cuma kalian yang akan kami ratakan tapi seluruh anak cucu dan keluarga kalian."
"Kalian bisa menganggap ini ancaman ataupun peringatan."
"Dijia, siapkan pesawat segera. Kita perlu kembali lebih cepat, jika tidak entah apa yang terjadi dengan perusahaan." ucap Song Lucas.
"Oke habis ini bisakah kamu memberiku cuti, aku ingin menghabiskan waktu romantis dengan istriku."
__ADS_1
"Tidak, intinya belum untuk saat ini."
Setelah itu tidak ada pembicaraan lain, helikopter benar-benar terbang meninggalkan pulau terpencil dan orang-orang yang ada di dalamnya.
Kini Jesslyn dan Jimmy sudah berada di dalam rumah sakit mereka sedang berkumpul dengan dokter-dokter ahli yang semuanya ikut menangani dan merayakan kesadaran Berryl, tak lama kemudian Elin dan Antonio datang dengan sedikit tergesa-gesa raut wajah mereka terlihat bahagia.
"Bagaimana dengan putriku dok?" ucap Antonio dengan tidak sabar.
"Sudah sadar tuan namun nyonya Song benar-benar belum stabil, jadi sebaiknya tunggu dia stabil baru masuk dan bertemu dengan beliau."
Semua orang yang ada di sana mendengarkan dengan baik penjelasan dari dokter. Apa yang boleh dikatakan dan yang tidak boleh di katakan kepada Berryl juga di beri tahukan oleh dokter-dokter tersebut, kemudian penjelasan tentang tahap lanjutan dalam pengobatan juga di katakan.
__ADS_1