
Jesslyn masih berdiri di ambang pintu masuk bersama Song Lucas, tak lama kemudian Neon dan Dijia yang sudah selesai memarkirkan mobil juga ikut bergabung di sana.
"Ayah, apakah tidak ada ventilasi udara di ruang percobaan?" tanya Jesslyn saat itu.
"Ada."
"Ayo kita kesana."
"Tapi itu berbahaya Jesslyn, biarkan ayah dan Paman Dijia yang datang kesana."
"Tidak apa-apa aku sehat, uap itu hanya berdampak kepada orang yang memiliki penyakit pernafasan."
Song Lucas tidak bisa menolak, tepatnya jika berdebat di sana akan membuang-buang waktu penyelesaian masalah ini hingga dia akhirnya mengajak Jesslyn ke ruang penelitian mencari penyebab dari bocornya tabung uap tersebut, tabung itu terbilang baru dan sebelum masuk ruang penelitian sudah melalui uji coba terlebih dahulu hingga kebocoran seperti ini sangat lah kecil.
Jesslyn mengikuti Song Lucas, Dijia dan Neon yang berada di belakang nya. Walaupun Neon hanyalah seorang sopir dia berhak mengikuti kemanapun Jesslyn pergi karena tugas utamanya adalah melindungi nyawa putri presdir tersebut.
Jesslyn memasuki ruangan uji coba, dia menutupi hidung nya dengan tangan.
"Paman Neon dan Paman Dijia tolong buka ventilasi udara biarkan udara ini keluar dari gedung."
Dijia berusaha untuk membuka Ventilasi udara ruangan tersebut namun berkali-kali gagal dan pada akhirnya ada peringatan keamanan dari sistem yang ada di ruangan itu.
"Warning...."
"Tidak, ada peringatan mungkin sebentar lagi tabung tabung itu meledak jika uap terus bocor keluar."
Dijia mulai panik, dia hendak membuka ventilasi udara namum tetap tidak bisa sementara asap di sana sudah semakin mengepul membutakan mata.
"Paman, serahkan kepadaku. Buka hidran air,"
Jesslyn mulai mengotak atik panel kontrol yang ada di depan mereka sementara Neon berusaha keras melindungi nya dan Lucas mencoba menutup kebocoran. Tak butuh waktu lama Jesslyn berhasil membuka ventilasi udara dan perlahan udara tersebut keluar dari ruangan itu, Peringatan merah sudah tidak ada dan kini saatnya dia untuk mencari tahu penyebab kebocoran tabung uap tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana kamu melakukannya Jesslyn, mami mu akan membunuhku jika terjadi apa-apa denganmu di sini."
"Papi, sistem ini bukan rusak. Melainkan di retas, tolong beri pelindung yang bagus untuk sistem keamanan kita. Jika ini meledak maka setengah perusaan ini akan runtuh dan berapa ratus nyawa yang melayang."
"Jesslyn, ini pertama kalinya ada orang yang berani menerobos masuk sistem Song Group."
"Papi, pelakunya adalah orang dalam. Kamu tau, leser untuk menembus tabung ini mungkin minimal adalah laser dari Picosure, laser dengan kekuatan terbaik mampu melubangi tanpa meninggalkan bekas. Mungkin saja bukan orang dari pusat penelitian ini orang nya, tapi tujuan utama nya adalah menggagalkan sistem A1 bukan meledakkan gedung Song."
Jesslyn menjelaskan nya, sementara Song Lucas tidak ikut turun tangan dia menikmati bagaimana putrinya itu menyelesaikan masalah, sejujurnya dia sudah cukup bangga dengan pencapaian putrinya tersebut namun untuk memimpin Song Group, Jesslyn masih membutuhkan kekuatan Lebih termasuk kekuatan melindungi dirinya sendiri.
"Papi aku akan memasang sistem tercanggih disini, hingga sistem itu tidak bisa di pecahkan oleh hacker manapun. Siapapun yang memecahkan sistem ini, aku akan memburunya hingga dia tidak bisa melakukan apapun."
Jesslyn mulai berkutat dengan ribuan tombol yang ada di sana dia menatap layar monitor yang cukup besar tersebut kemudian memasukkan beberpa programer lapisan pelindung sistem A1.
"Ayah, apakah robot-robot dalam tabung ini adalah program A1. bagaiman inti otaknya."
"Mereka menggunakan bahan terbaik," hanya itu yang dikatakan Lucas, Jesslyn mengangguk bahan terbaik dia mulai meng scan beberapa robot tersebut, tidak ada banyak robot karena di sana hanya ruang percobaan bukan industri masal.
Lan Dijia mendengarkan Jesslyn dia mengeluarkan robot di tabung nomor 3, robot tersebut sama seperti A1 lainnya berbentuk seperti manusia , karena robot A1 adalah desain pelayan terbaik.
"Robot ini terlihat sama dengan yang lain paman, tapi robot ini mengandung jenis virus yang kuat. Virus itu akan merambat ke berbagai komponen dalam sekali jalan hingga akhirnya robot ini akan tidak terkendali dan menyakiti majikannya."
Jesslyn men Scan seluruh bagian robot itu kemudian menjelaskan di bagian mana saja virus itu di tanam. Prioritas utama robot ini adalah untuk mematikan pasar robot dari Song Group. Mungkin saja Song Lucas memiliki saingan yang tidak ingin Song Group mengembangkan industri barunya.
Song Lucas hanya mendengarkan saja, dia sesekali menatap gadis yang ada di dekatnya tersebut benar-benar puji tuhan dia memiliki seorang putri yang cantik dan sangat cerdas. Selesai mengamankan semua mereka ber empat keluar dari tempat tesebut , menurut analisis Jesslyn pelaku pasti akan datang kembali ketika mereka sudah keluar dari tempat tersebut.
Sesuai dengan perkataan Jesslyn, Seseorang menerobos masuk ketika mereka telah keluar. Jesslyn melihat itu melalui layar ponselnya yang telah tertaut dengan sistem A1.
"Benar-benar orang konyol." ucap Jesslyn setelah menatap titik merah yang terus berjalan masuk ruang uji coba.
"Ayo kembali kesana ayah. Ikan asin sudah tertangkap." ucap Jesslyn sambil menarik lengan ayahnya, dia menangkap penyusup perusahaan dan dia berkata jika penyusup itu adalah ikan asin. Mana ada ikan asin menginginkan sebuah progamer pasti ikan asin itu bekerja untuk orang lain.
__ADS_1
Plok.. Plok... Plokk.. Jesslyn bertepuk tangan melihat orang itu berusaha masuk ke sitem yang dia tanam.
"Paman kecil, apakah kamu bisa menerobos sistem yang ku tanam. Kalau bisa anda hebat." ucap Jesslyn sambil mendekat.
"Siapa kamu, pergi jangan ikut campur urusanku."
"Kalau dia tidak boleh ikut campur apakah aku boleh."
Dijia melangkah kedepan kemudian menatapi seorang anak baru yang magang di sana, anak magang yang diterima ternyata adalah penyusup yang di susupkan oleh perusahaan lain untuk menjatuhkan Grup Song.
"Percaya atau tidak aku bisa membuatmu menghilang seperti sistem ini, bukan hanya kamu tapi juga sanak keluarga mu." ucap Jesslyn sambil mendekatkan wajahnya.
"Tidak ini tidak ada hubungannya dengan keluargaku."
"Takut, kamu baru tau takut. Saat kamu menyuntikkan Virus kamu sudah tau kalau ini pasti akan terjadi."
"Tidak nona, tolong aku akan memberi tahu semuanya kepadamu."
"Hah, kau kira itu penting. aku bisa mengetahui siapa itu cukup dari sidik jari yang kau tinggalkan di layar ini. Mau tau caranya sini ku perlihatkan, ini ilmu simak baik-baik."
jesslyn benar-benar memindai sidik jari kemudian dia mengetahui banyak percakapan perjanjian dan juga orang yang memberi tugas itu.
"Hah, kau jual sistem A1 seharga 500.000 Yuan, apakah kau kira sistem yang dikembangkan Song Group semurah itu."
"Paman Neon, bungkus dia hilangkan dia dan keluarganya."
.
.
.
__ADS_1