
Misteri kemarin meninggalkan seluk beluk yang menakutkan untuk di ingat-ingat, mengapa perusahaan sebesar Grub Song memiliki penyusup namum tidak ada orang yang tahu itu. Bagaimana ini bisa terjadi bahkan jika orang lain tidak memahaminya harusnya Song Lucas memahaminya.
Namun sang presiden direktur lebih banyak diam, dia seperti melambaikan tangan dengan apa yang terjadi. Konferensi pers yang di lakukan sebenarnya bukan hanya untuk mengumumkan Jesslyn sebagai pewaris namun juga untuk mengendurkan kewaspadaan musuh.
Song Lucas merupakan orang yang berhati-hati dalam bertindak hingga tidak mungkin dia menempatkan putrinya dalam bahaya.
Di sisi lain, seorang laki-laki tua telah mendarat dari pesawat. Dia naik taxi dan menyuruh supirnya untuk pergi ke gedung Song Group.
"Maaf bisa antarkan aku ke grub Song." ucap Antonio dalam bahasa mandarin, dia adalah seorang pebisnis sangat wajar jika dia menguasai berbagai bahasa asing.
"Song Group, bukankah itu bukan tempat sembarangan orang bisa masuk tuan. Apa tidak takut untuk membuat masalah."
__ADS_1
"Ngomong apa kamu ini, masalah apa yang akan timbul. Singkatnya kamu mau uang atau tidak, aku sedang memberikan kejutan kepada cucuku Jesslyn kalau aku datang ke Tiongkok."
Laki-laki tua itu sudah tidak sabaran, bahkan dia menjelaskan kepada supir taxi dengan ambigu. Supir tersebut terdiam sejenak, jika laki-laki di sampingnya adalah mertua direktur song kenapa dalam konferensi pers tidak di sebutkan siapa istri dari sang raja bisnis. Namun itu Bukan urusan nya, jika taxi nya tidak bisa memasuki parkiran gedung song maka dia bisa menurunkan laki-laki itu di depan gerbang song Group.
"Tuan, mobilku tidak bisa masuk ke parkiran grub Song. Aku hanya bisa mengantarmu sampai di depan gerbang."
"Baiklah tidak apa-apa yang penting aku sampai di sana."
Sepanjang perjalanan Antonio berfikir keras, bagaimana tiba-tiba Jesslyn di umumkan sebagai pewaris grub Song dan dimana putrinya. Bahakan Jeslsyn berubah menjadi marga Song tanpa sepengetahuannya. Sungguh sangat ironis dia tidak tau apa apa yang terjadi.
"Hallo permisi, bisakah saya bertemu Song Lucas."
__ADS_1
Seperti perusahaan pada umumnya jika ada orang masuk tidak perlu untuk bertanya di pos satpam, dia langsung masuk begitu saja menuju tempat resepsionis. Bukan dia yang paham grub song namun rata-rata perusahaan pasti memiliki resepsionis di bagian depan.
"Hallo permisi, saya mau bertemu dengan Song Lucas."
Resepsionis yang berjaga menatap dari atas hingga bawah, pakaian yang di kenakan Antonio memang cukup rapi namun itu tanpa brand. Cukup aneh orang biasa seperti itu dengan berani menyebut nama Song Lucas secara langsung.
"Maaf apakah anda sudah punya janji dengan presdir hari ini?" tanya resepsionis tersebut dengan lembut, dia sangat sopan.
"Tidak ada janji, kamu cukup bilang Antonio hendak bertemu."
"Baik tuan Antonio, silahkan tunggu sebentar presdir hari ini belum kembali ke perusahaan saya akan menelfon sekertaris Dijia terlebih dahulu."
__ADS_1
"Baik."
Antonio terpaku, orang seperti apa Song Lucas hingga orang terkaya kedua di Tiongkok pun rela menjadi bawahannya. Namun dia tidak bertanya dan hanya diam menunggu sang resepsionis menelfon bawahan Song Lucas tersebut.