Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Pasukan Rahasia


__ADS_3

"tuan apakah kamu sudah mengamankan anak-anak?" tanya Berryl dengan tangan gemetar, Berryl mengkhawatirkan Jesslyn dan juga Jimmy Lan.


"Jesslyn, Jimmy, Elin dan Ayah apakah mereka sudah ditempat yang aman!?" lanjut Berryl dengan gemetar ketakutan.


"Lebih baik kamu khawatirkan dirimu sendiri nyonya. Mereka tidak selemah itu, bahkan tuan Arsenio bisa melawan banyak orang dengan tangan kosong,"


"Kamu bercanda tuan, ayahku tidak memiliki kemampuan bertarung. Bahkan aku sudah menyaksikannya dari kecil,"


"Lihat disana!" Lan Dijia menunjuk ke arah pria paruh baya yang sedang bergelut melawan para penyusup, entah sejak kapan ayah yang sangat di cintainya itu bisa mengayunkan senjata dan di sisi lain Elin Ji, Jesslyn dan juga Jimmy nampak menggunakan senapan dengan sangat lihat.


Kenapa disini cuma Berryl yang tidak bisa mengayunkan senjata, seharusnya dia berada disana untuk membantu. Bukan justru dia menjadi beban karena di lindungi oleh orang lain.


"Kamu harus tinggal dikamar sampai kondisimu aman. Jika sehelai rambut saja hilang, kami juga tidak akan hidup jadi tolong jaga dirimu baik-baik, aku harus membawa Song Lucas!,"


"tapi lukanya...."

__ADS_1


"dia tidak akan mati hanya dengan luka kecil seperti itu,"


Berryl mengikuti Lan Dijia kembali ke kamar utama, sementara di sana Song Lucas telah siap dengan pistol dan pakaiannya.


Dia menatap Berryl sambil tersenyum, sementara Lan Dijia mengajak Song Lucas untuk segera bergerak karena jumlah orang yang menyerbu jauh lebih banyak daripada jumlah penjaga yang ada di dalam mansion Song.


"Kalian harus berhati-hati," ucap Berryl sambil menarik ujung kemeja Song Lucas. Dan kata-kata itu hanya dibalas dengan senyuman.


Walaupun merasa sangat khawatir namun Berryl mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa seluruh keluarganya dan juga teman temannya akan baik-baik saja.


Namun semua terlihat berbeda, Ellin Ji yang dulunya dia kenal polos kini lihai dalam menggunakan tembak. Bahkan ayahnya yang biasanya hanya bergelut dengan pohon-pohon mawar kini ikut bertarung diluar sana. Kenapa? kenapa sejak dia bangun dari tidur panjangnya semua menjadi berbeda dari 10 tahun yang lalu.


Berryl mendengar suara langkah kaki terseok-seok mendekat ke arah kamar utama, walaupun lampu utama sudah mati namun kamar itu masih sangat terang.


Tak lama kemudian Berryl mendengar suara lemah memanggil namanya, itu bukan suara lemah namun orang yang memanggilnya dengan pelan, "Berryl.... Berryl..."

__ADS_1


"ayah..." ucap Berryl sambil membuka pintu kamar itu,


Nafas pria tua itu ngos-ngosan, wajar saja dia sudah lama tidak bertarung atau berlatih. Di beberapa bagian tubuhnya terdapat sayatan sehingga darahnya mengalir keluar.


"Ayah kamu terluka?!" ucap Berryl dengan sangat khawatir apalagi putrinya juga masih berada diluar.


"Berryl dengarkan ayah, kamu harus memanggil pasukan rahasia,"


Seketika otak Berryl seakan berhenti berfungsi, 'Pasukan rahasia .. Pasukan rahasia .. bukankah itu pasukan besar. Apa hubungannya dengan ayahnya?'


"Akan ku jelaskan, panggil mereka terlebih dahulu!" ucap Antonio sambil mengeluarkan sebuah tanda pengenal.


Karena waktu yang tidak memungkinkan untuk terus banyak berfikir, Berryl mengambil lencana itu kemudian menyalakan komputer dan menekan beberapa digit angka yang ada dibelakang token tersebut.


Setelah beberapa saat akhirnya dia terhubung kepada markas besar Pasukan rahasia, Berryl 'pun mengatakan semua yang dipesan ayahnya sambil menunjukkan kondisi ayahnya.

__ADS_1


"Tuan putri tidak usah khawatir, satu jam lagi pasukan kita datang ke Mansion Song Lucas,"


Tuan putri, panggilan macam apa itu.


__ADS_2