Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
ASSASSIN GULID


__ADS_3

Roh surya yang belum juga memancar, mengapa mentari pagi terasa sangat lama untuk datang. Berryl duduk di kamar dengan perasaan harap-harap cemas. Dia juga merawat luka sang ayah dengan obat-obatan seadanya yang tersedia di kamar itu.


Kamar itu adalah milik Song Lucas, tentu saja ada kotak P3K di sana. Namun, karen Song Lucas lama tidak kembali semua obat-obatan di dalam kotak itu di atur oleh Berryl.


Tak lama kemudian samar samar terdengar suara helikopter di kejauhan, Berryl bisa mendengar hellikopter itu mendarat di atap mansion Song Lucas.


"Ayah apakah penyerangnya bertambah banyak? Bagaimana Jesslyn, Bagaimana Jimmy! Oh tidak, anak-anakku." ucap Berryl Cemas.


Dengan langkah kaki tertatih Antonio mendekati Berryl yang tengah menatap ke arah tangga yang menghubungkan antara atap dan gedung utama mansion.


"Kita selamat. Itu ASSASSIN GULID, dia adalah prajurit rahasia yang datang lewat udara."


Mendengar hal itu Berryl sedikit bernafas lega, walaupun dia tidak tau apa hubungan ayahnya dengan pasukan rahasia namun dia begitu lega mendapati bala bantuan datang dengan sangat cepat.


Namun orang-orang itu sepertinya tidak pandang bulu menyerang, mereka seperti tidak ada habisnya menerobos masuk ke dalam mansion keluarga Song.

__ADS_1


Tak selang berapa lama bala bantuan dari Kepolisian dan juga pasukan khusus lainnya datang ikut membersihkan kekacauan itu.


"Maaf tuan Song... Ini kelalaian kami, awalnya kami kira semuanya akan baik-baik saja," ucap salah satu perwira tinggi.


"apa guna kalian disini? aku membayar mahal untuk keselamatan keluargaku! Namun lihat, teman-temanku banyak yang terkapar!,"


Tepat disaat surya mulai menampakkan diri, Jesslyn dengan rasa lelah dan sakit ditubuhnya mendekati ayahnya. Dia menginginkan ayahnya untuk menemukan Ellin, Jimmy dan Antonio.


Namun luka ditubuh Song Lucas kembali mengeluarkan darah, biarpun dia adalah pria yang kuat namun dia tetaplah manusia.


"Jesslyn ayah tidak apa-apa!"


Namun belum sempat Song Lucas meraih tangan Jesslyn, pria itu sudah roboh tak sadarkan diri dan itu bertepatan dengan munculnya sang surya.


"Oh roh surya, rupanya kamu sedikit terlambat untuk hadir!" ucap Jesslyn sambil membaringkan kepala ayahnya.

__ADS_1


Berryl yang sedari tadi berada di kamar bersama Antonio harap-harap cemas, sudah sekian lama penyerbuan itu berlangsung dan kondisi di luar sudah tenang. Namun kenapa? kenapa Song Lucas belum menampakkan dirinya.


"Ayah. Aku harus keluar, aku akan menemukan Jesslyn!"


"Diluar berbahaya......"


Belum sempat Antonio menyelesaikan kata-kata nya Berryl sudah berjalan keluar dengan tergesa-gesa, dia menatap banyak sekali mayat bergelimpangan di lantai, tangga dan tempat lain. Sampai matanya tertuju kepada gadis yang tengah terduduk lemas di tengah-tengah dengan seorang laki-laki di pangkuannya.


"Jesslyn...." panggil Berryl dengan keras.


Gadis muda itu menoleh, "ibu..." jawabnya dengan air mata yang menggelinang.


Berryl mendekati Jesslyn, nampak seorang pria yang sangat dia kenal terbaring tidak berdaya di pangkuan Jesslyn. Dengan segera Berryl menghampiri dua orang tersebut kemudian berteriak dengan sangat keras.


Jantungnya seakan berhenti berdetak dia ikut tertunduk lemas di lantai yang dingin dan berlumuran darah tersebut.

__ADS_1


"Katakan pada ibu apa yang terjadi dengan ayahmu?"


__ADS_2