
Seminggu kemudian, Berryl tengah bersiap-siap dengan kopernya entah kenapa dia menyetujui permintaan Jesslyn untuk pergi ke Tiongkok menghadiri pesta pernikahan Elin dan Dijia.
Jesslyn tengah tersenyum dengan pakaian tebalnya, mantel bulu yang dia pakai berwarna merah maroon dan sepatu boots nya benar-benar membuat Berryl menggeleng-gelengkan kepala.
"Kau yakin dengan pakaian itu Jess? bukankah kau lebih suka sepatu kets daripada sebuah sepatu boots."
"Ibu apakah ini tidak terlihat cantik?" tanya Jesslyn melihat ibunya yang sedang tertawa dengan penampilannya.
"Itu cantik, namun terlihat berlebihan. Berdandanlah sewajarnya Jesslyn. Jangan berlebihan, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Oh iya di pesta kamu harus lebih feminim, jangan mempermalukan aunty Elin oke."
Berryl berucap sembari kembali fokus untuk menutup kopernya, sementara Jesslyn dia mengikuti ucapan ibunya untuk mengganti sepatu boots nya dengan sepatu kets biasa agar tidak berlebihan. Sebenarnya gadis itu sangat cerdas namun dia tetap ingin bertingkah manja dan imut di depan ibunya.
Setelah mengganti sepatunya Jesslyn kecil kembali menemui ibunya, kali ini dia sudah siap semuanya sementara ibunya kembali mengecek barang bawaannya, terutama dalam hal surat menyurat.
"Semua sudah siap!." ucap Berryl sambil berdiri kemudian duduk di atas pinggir ranjang, dia menghela nafas panjang dia kembali ke tempat itu tempat dimana ketidak sengajaan melahirkan Jesslyn, tanpa tahu siapa laki-laki malam itu. Laki-laki yang memberinya uang satu juta yuan tersebut.
__ADS_1
"Sial kenapa malam itu aku tidak melihat wajahnya dia terlalu berat saat itu." batin Berryl.
mengingat kejadian itu Berryl tiba-tiba teringat juga kejadian dimana Elin di jebak oleh ibu tirinya saat perjamuan waktu itu, dia juga merasa mungkin tidak mungkin suatu hal yang buruk akan terjadi saat pesta pernikahan Elin. Walaupun kemungikan itu kecil namun akan tetap ada. Berryl teringat dengan cincin yang di berikan Lucas, cincin tersebut mungkin bisa melindungi Jesslyn jika terjadi sesuatu di sana. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi, namun untuk berjaga-jaga akan situasi darurat.
Berryl berjalan mendekati lemari bajunya kemudian dia membuka lemari perhiasan dan nampak sebuah kotak berwarna hitam.
"Jesslyn apakah kamu masih menggunakan kalung yang ibu berikan padamu?" tanya Berryl sambil mengambil kotak hitam itu.
"Tentu saja bu, aku mana berani sembarangan melepas barang yang kamu berikan." ucap Jesslyn dengan ceria.
"Jesslyn, ganti liontin mu dengan ini. Ibu tidak tau apa gunanya ini, namun ini benda yang diberikan oleh temanku saat aku kembali ke tanah air dia bilang ini adalah cincin yang bisa melindungimu dimanapun kamu berada cincin ini namanya adalah Harimau Emas."
Berryl membuka kotak tersebut, kemudian mengambil sebuah cincin yang pernah di berikan oleh song Lucas 6 tahun yang lalu, dia tidak tau arti dari cincin itu namun Jesslyn kecil tau, pengetahuannya jauh di luar batas yang bisa orang lain ketahui.
"Ibu ini terlalu berharga, sebaiknya ibu menyimpan untuk menjaga keselamatan ibu."
__ADS_1
"Jesslyn, tidak ada yang lebih berarti daripada kamu di dunia ini." ucap Berryl sambil mencium kening Jesslyn, kemudian dia membuka pengait kalung yang ada di leher jesslyn dan mengganti liontin nya dengan cincin yang ada di tangannya.
"Ibu bagaimana jika benda ini hilang?" tanya Jesslyn sambil memperhatikan cincin yang ada di kalungnya.
"Ibu yakin Jesslyn bukan orang yang sembrono seperti itu."
Jesslyn tersenyum sambil memegang tangan ibunya.
Harimau Emas atau Gold Tiger adalah salah satu organisasi bawah yang merajai seluruh dunia, tugas mereka membasmi penyelundup narkoba dan senjata-senjata ilegal sehingga mereka tidak menjadi musuh polisi.
.
.
.
__ADS_1