Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Pemberontak Mansion


__ADS_3

Lembutnya tatapan mata, mata yang bersinar bagaikan sebuah rembulan malam. Berryl adalah seorang gadis yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya, makanya tak mustahil jika dia memiliki hati selembut itu.


"Maafkan aku....."


Sebuah kalimat yang terlontar dari mulut Song Lucas, pria itu nampak canggung di depan Berryl walaupun mereka sudah pernah berhubungan namun itu bukan kesengajaan.


"Kamu pasti berat merawat Jesslyn sampai sebesar itu, andai aku menemukan kalian lebih cepat,"


Mendengar itu Berryl tersenyum di dalam hatinya tidak ada dendam apapun tentang Song Lucas, malah dalam hatinya sedikit tenang saat mengetahui jika laki-laki yang bermalam bersamanya adalah Song Lucas bukan laki-laki aneh atau laki-laki asing atau suami orang.


"Tidak apa-apa, semua sudah berlalu. Kejadian itu bukan salahmu sendiri,"


"tapi aku yang memaksamu,"


Berryl terdiam, dia tidak lagi menjawab perkataan Song Lucas, baginya bagus jika waktu berhenti di saat mereka sedang berbahagia.


Berryl menempelkan perban di tubuh Song Lucas, dia membersihkan luka itu dengan hati-hati walaupun begitu sesekali Song Lucas tetap mengernyit kesakitan.

__ADS_1


Mendapati hal itu Berryl kemudian bertanya, "tuan Song, apa perlu ku panggilkan dokter?"


"Tidak perlu, sebaiknya kamu beristirahat!"


Berryl duduk di samping Song Lucas, matanya menatap ke arah luar dimana bulan bersinar dengan terang menyinari seluruh penjuru bumi malam itu.


"Tuan, terima kasih telah merawat Berryl saat aku tertidur!"


"dia putriku, aku akan menjaganya dengan sekuat tenaga. Lihat, dia bahkan bisa memimpin Song Group!."


Berryl tersenyum, benar, Jesslyn adalah gadis yang sangat cerdas dia bahkan bisa memimpin sebuah produksi robot di usianya ke 16 tahun. Bahkan dia baru akan lulus sekolah menengah atas tahun ini.


Rasa sayang yang tertanam di hati menancap begitu kuat, bahkan dulu Berryl tidak pernah bermimpi untuk bertemu dengan ayah dari putrinya. Namun kini, pria yang berada di sampingnya ini adalah ayah dari putrinya.


"Bagaimana bisa kamu membawa ayahku kemari? Darimana informasi itu?!"


"tentu saja putri kita yang memberitahu, jika saja kemampuanku lebih hebat mungkin aku bisa menemukan kalian sejak dulu,"

__ADS_1


"sudah jangan berfikir terlalu banyak, berbaringlah aku akan keluar. Kamu perlu beristirahat,"


"apakah kamu tidak akan tidur di sampingku?"


"tidak untuk saat ini tuan!"


Setelah percakapan yang canggung itu selesai, Berryl melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Ruangan yang ada Song Lucas di dalamnya, biasanya dia menempati kamar utama tersebut namun sepertinya canggung jika dia harus berbaring di samping laki-laki itu.


Laki-laki itu bukan pria asing, dia sudah dikenal Berryl sejak kuliah. Apalagi persahabatannya dengan Ellin juga melibatkan Song Lucas dan Lan Dijia.


Tak lama setelah Berryl keluar, terdengar suara tembakan keras di luar.


"Mansion diserang.... Mansion diserang... Lindungi tuan, lindungi nyonya..." suara itu terdengar lantang ditelinga Berryl.


Otak Berryl seakan berhenti berfungsi, dia melihat ke bawah dimana para pelayan dan penjaga sibuk melawan gerombolan orang-orang itu.


Sebuah tangan kekar menarik tubuh Berryl kemudian membawa wanita itu masuk ke dalam, "Kau konyol, apakah kau akan diam disana menunggu timah panas menembus dadamu!?"

__ADS_1


.


.


__ADS_2