
Setelah kepergian Antonio, Jesslyn hanya terpaku di depan perusahaan ayahnya. Dia melihat punggung laki-laki tua itu memasuki sebuah taxy untuk pergi entah kemana. Jesslyn menangis sambil berteriak.
"Kakek, maafkan aku."
Namun laki-laki tua yang telah masuk ke dalam taxy tersebut seakan-akan menutup mata dan telinga dia bahkan tidak menoleh sedikitpun kepada Jesslyn, rasa kecewa sudah memenuhi rongga-rongga dadanya saat itu Jesslyn masih kecil wajar saja dia tidak tau apa-apa namun bagaimana dengan Song Lucas, laki-laki itu justru berusaha untuk terus menyembunyikan putri dan cucunya dari dirinya.
Hari sudah gelap, mentari sudah tidak terlihat lagi Arsenio memegangi perutnya yang terasa keroncongan, wajar saja dari saat dia mendarat di sini.
"Pak bisakah antar aku ke sebuah resto, dimana saja yang penting makanan nya enak."
Antonio mengatakan itu kepada supir taxy tersebut, setelah mendapatkan saran beberapa resto enak dan juga lokasinya yang cukup dekat dari sana dia segera menentukan pilihan, setelah itu mobil melaju pergi ke tempat tujuan.
Sementara itu Lucas tengah duduk di ruang presiden direktur nya, dia ditemani Lan Dijia disana, beberapa kali laki-laki tersebut menghela nafas gusar, kenapa dia tidak menjelaskan kepada calon mertuanya, sementara apapun alasannya dia tau apa yang dia lakukan adalah salah. Kepergian ayah Berryl seakan-akan menjadi duri dalam benak Song Lucas. Namun ditengah keheningan tersebut tiba-tiba ponsel Song Lucas berbunyi, salah satu anak buahnya menelfonnya, kenapa langsung menelfonnya.
"Hallo, ada apa?" tanya Song Lucas tanpa permisi atau tanpa pembukaan terlebih dahulu.
__ADS_1
"Bos, terjadi masalah besar disini. Anda harus datang kami dan kawan-kawan sudah ke susahan untuk menanganinya. Jika anda tidak hadir entahlah apa yang akan terjadi kepada kami. Serangan rahasia muncul dari mana-mana maafkan kami tidak bisa mengatasinya."
Seseorang dalam telefon tengah berbicara kepada song Lucas dengan nada terburu-buru dari dalam telefon beberapa kali terdengar suara tembakan serta bunyi alaram. Markas Gold Tiger sedang di serang musuh.
Song Lucas segera menutup telefon itu, dia memerintahkan Lan Dijia untuk segera berkemas.
"Cepat berkemas, kita temui ayah mertuaku."
Lan Dijia terheran-heran ap hubungannya antara telefon dari markas yang dia terima dan ayah mertuanya.
Mendengar hal itu Lan Dijia segera mengemas barang-barangnya kemudian mereka pergi, cuma butuh waktu dua menit Song Lucas menemukan tempat dimana calon ayah mertuanya berada.
Namun saat di hendak keluar dia melihat Jesslyn tengah menangis tersedu-sedu dan beberapa orang karyawan berusaha untuk menenangkannya.
"Jesslyn, ayo kita susul kakekmu."
__ADS_1
Mendengar hal itu Jesslyn langsung berdiri kemudian menghapus air matanya jika masih ada kesempatan untuk bertemu kakeknya maka semuanya akan baik-baik saja.
Dia menggandeng tangan ayahnya kemudian berjalan beriringan untuk pergi menemui kakeknya. Sepanjang perjalanan Jesslyn menatap ke luar jendela, dia juga melihat anak-anak yang berjalan di temani ayah dan ibunya. andaikan ibunya tidak dalam keadaan koma mungkin Mereka bisa terlihat seperti itu.
sesampainya di salah satu resto, mobil tersebut berhenti Lan Dijia langsung memesan ruang khusus kemudian dia juga menyuruh salah satu staf untuk memindahkan Antonio ke tempat yang dia pesan, awalnya kakek Jesslyn menolak namun dengan seribu alasan akhirnya dia menerima tawaran tersebut.
Jesslyn, Lucas dan Dijia masuk kedalam ruangan.
"Rupanya kalian orang-orang penting yang di bilang staf tadi. Ada apa menyusulku?"
Antonio yang kecewa hanya bertanya seperti itu sambil menikmati teh yang dia dapatkan dari kepala pelayan..
.
.
__ADS_1
.