
Kini bertahun-tahun telah berlalu mereka berudua telah dewasa, Jesslyn sendiri belum kembali ke negara asalnya namun Rose Garden masih terlihat segar yang artinya dia baik-baik saja.
Namun hingga kini 10 tahun sudah berlalu, Jesllyn berada di Sekolah Menengah Aatas Ternama. Selain cerdas, Jesslyn juga tumbuh menjadi gadis yang jujur dan tidak pernah menyerah. Tidak ada yang berani membully dirinya, karena dirinya adalah pewaris dari Song Group yang hingga saat ini masih menjadi raja bisnis di seluruh dunia.
Jesslyn masih sering mengunjungi ibunya di rumah sakit, wanita itu telah menggunakan alat penopang hidup selama 10 tahun dan kini kerutan di wajahnya juga sudah mulai terlihat.
Kenapa sudah selama itu Berryl belum kunjung terbangun dari mimpi indahnya, apakah dunia bawah sadarnya terlalu indah untuk di tinggalkan.
Jesslyn membelai rambut ibunya, rambut yang masih rapi dan hitam legam.
"Ibu kapan kamu bangun, Jesslyn sekarang sudah besar ibu. Kamu tau ibu, laki-laki yang memiliki gelar sebagai ayahku itu seperti nya tidak sayang aku. Dia bahkan menyuruhku untuk melakukan banyak pekerjaan, mengikuti banyak ekstrakulikuler selain itu aku masih harus kursus kelas bangsawan dan juga seni bela diri. Ibu bangun, kau ingin biarkan putrimu yang cantik ditindas oleh ayahnya."
Jesllyn mengatakan itu sambil membelai rambut ibunya, berharap ibunya akan mendengarkan keluh kesahnya namun nyatanya dia tetap diam dalam tidur nya sama sekali tidak menanggapinya.
Jam besuk sudah selesai, Jesslyn juga tidak ada pelajaran hari ini setelah sekolah. Dia memutuskan untuk datang ke Song Group, karena selama 10 tahun ini dia tidak pernah datang kesana. Song Lucas selalu menyuruhnya belajar fokus ini dan itu sehingga membuat dirinya tidak bisa datang ke perusahan besar itu atau tidak ada waktu untuk kesana.
Gadis itu memilik seorang supir yang ditugaskan oleh ayahnya, walaupun jesslyn 16 tahun sudah bisa menyetir namun dia belum bisa memiliki surat izin mengemudi sehingga membuat dirinya tidak bisa membawa mobil sendiri, supir itu bernama Neon, seorang bawahan kepercayaan Lucas dari organisasi berani mati miliknya, biasanya dia di atur untuk mengawasi penyelundupan narkoba dan juga senjata ilegal namun saat ini tugasnya jauh lebih penting yakni menjaga ke amanan serta keselamatan Putri Presdir.
"Paman Neon, antar aku ke rumah mami Elin. Aku ingin bermain dengan Victor." ucap Jesslyn sambil menutup pintu ruang rawat Jesslyn, sebenarnya Jesslyn bisa di sana hingga kapanpun karena rumah sakit itu milik ayahnya namun dia tidak melakukan itu karena jika dia disana mungkin akan mengganggu proses penyembuhan ibunya.
__ADS_1
"Nona apakah tidak sebaiknya kembali ke kediaman Song terlebih dahulu, anda baru saja pulang sekolah."
"Paman Neon, tidak akan ada yang marah. Aku akan menelfon ayahku."
Jesslyn mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jaketnya, dia menyalakan benda pipih tersebut kemudian memanggil ayahnya.
Berkali-kali tidak ada jawaban, namun akhirnya ada jawaban dari ayahnya tersayang.
"Ayah, aku hendak pergi ke rumah Jimmy." ucap Jesslyn di dalam panggilan telefon itu
"Tidak boleh." jawab tegas lucas.
Lucas kini sedang rapat, yang dulunya saat rapat ponsel harus di matikan kini ponsel hanya cukup di senyap saja, orang-orang merasa presiden direktur nya menjadi lebih hangat saat ini walaupun selalu tegas dalam pekerjaan.
"Baik, tapi nanti malam kamu harus belajar menembak denganku. Aku sedang rapat, ponselku ku silent."
"Belajar menembak lagi dan lagi, ayah sebenarnya aku hendak jadi pewarismu atau ketua mafia."
"Kamu bisa menjadi dua-duanya jika kamu mau."
__ADS_1
Jesllyn menghela nafas kesal, dia mematikan ponsel tersebut kemudian pergi begitu saja. Dia kesal karena ayahnya menganggap menjadi ketua mafia dan presiden direktur adalah hal yang sangat mudah, Neon mengikutinya dia tidak berani berbicara melihat nona mudanya begitu kesal.
"Paman Neon, ayo kerumah mami Elin."
Neon mengangguk, dia menyetujui Jesslyn untuk pergi ke rumah Elin Ji. Sejak kejadian hari pernikahan itu bisnis keluarga Ji nyaris di ambang kebangkrutan, mereka harus membayar mahal semua korban dan keluarga korban. Namun Elin adalah menantu dan juga istri dari grub Lan, mereka ikut menopang kejadian tersebut sehingga tidak menyebabkan jatuhnya keluarga Ji.
Jesslyn kini sudah berada di halaman rumah baru Elin, rumah itu tidak semewah manison keluarga Ji yang hancur namun jauh lebih besar. Sementara untuk Nona Shireen dan Mona dia mendapatkan hukuman penjara seumur hidup dan tuan besar Ji karena kasus melindungi penjahat di hukup 15 tahun penjara.
Sudah tidak ada lagi kakek Kong, karena beliau sudah meninggal waktu tragedi.
" Jimmy Lan, kakak datang." Teriak Jesslyn dari halaman rumah megah tersebut.
Seluruh pelayan yang melihat memberikan hormat, sementara Elin yang sedang memasak di dapur buru-buru untuk melihat gadis yang sudah seperti putri sulungnya itu. Jimmy adalah putra tunggal Elin dan Dijia, nama Jimmy di berikan oleh Jesslyn karena dia beranggapan nama Jimmy artinya adalah adil dalam bertindak, dia ingin adiknya itu selalu bertindak adil di dalam hidupnya Walaupun bukan adik kandung Jesslyn menyayangi Jimmy seperti adiknya sndiri begitu juga dengan Jimmy.
"Kakak Jesslyn, kamu tau ibu baru saja menjewer telingaku dia bilang Jimmy kamu jangan bermalas-malasan lihatlah kakak mu Jesslyn dulu dia waktu kecil sudah sangat hebat. Kakak Jesslyn, mulai sekarang Jimmy akan belajar dengan rajin kelak jika kamu dalam kesulitan akulah orang pertama yang akan membantumu."
Mendengar hal itu terlontar dari mulut pangeran kecil di depannya, Jesslyn langsung memeluknya dia juga berkata.
"Baik, jika kamu sudah tumbuh besar kamu harus tetap menyayangiku walau kamu sudah memiliki pacar baru."
__ADS_1
Jimmy mengangguk membuat Jesslyn tersenyum dia benar-benar gemas dengan adik angkatnya itu.
Lucas mungkin tidak seberuntung Dijia dia hanya memiliki seorang putri dan wanita yang di cintainya kini masih terbaring di ranjang rumah sakit . dia juga menginginkan pernikahan megah namun apalah daya hingga kini dia sudah berumur dia belum bisa mendapatkan pernikahan megah itu. Namun Jesslyn sejak berada di Tiongkok dia selalu di gembleng untuk melakukan banyak hal, Lucas juga mengajarkan beberapa teknik kecil menyerang perusahaan lawan.