Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Ruang Bawah Tanah.


__ADS_3

"Mereka datang menyerang karena menginginkan sebuah benda yang terletak di ruang bawah tanah Mansion kita. Berryl, aku tau pertemuan kita adalah kesalahan, tapi berjanjilah padaku untuk membantu menjaga benda itu!"


Song Lucas nampak terengah-engah, selama ini dia dia dibantu keluarga besar yang lainnya menyembunyikan benda itu dengan sangat baik. Benda apa itu? Dia bahkan tidak memberi tahu benda apa yang dimaksud kepada ibu dari anaknya.


"Bahkan sekarang pasukan rahasia sudah mulai ikut campur. Semua menjadi tidak mudah, jika menjadi pewaris Song itu mudah, mungkin orang tuaku tidak akan mati secepat itu!"


Entah bagaimana Berryl harus menanggapi itu, dia ingin menghibur Song Lucas namun atas dasar apa dia melakukan itu? Jika dasar ibu dari anaknya itu bukanlah pondasi yang kuat.


Berryl menghela nafas, sesekali dia menatap wajah pria yang hampir 17 tahun lalu memberinya seorang putri yang cantik. Namun entah kenapa masih ada rasa enggan untuk terlibat terlalu jauh.


keheningan mulai terpecahkan, tatkala seseorang mengetuk pintu dengan keanggunan. Setelah Berryl mengatakan masuk, akhirnya dibalik pintu muncullah Jesslyn dan juga Neon.


"Ibu, ayah aku datang," tutur Jesslyn dengan riang.


"Jesslyn apakah semua kekacauan sudah dibereskan?" itu adalah pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Song Lucas. Tentu saja karena dia masih harus mengkhawatirkan kondisi keluarganya walaupun dalam keadaan sakit.

__ADS_1


"Ya begitulah, namun terlalu banyak korban dari pihak kita ayah. Ayah, bisakah kita menghindari hal-hal ini di kemudian hari. aku tidak bisa menyaksikan mereka berkorban demi keagungan nama besar kita,"


"Jesslyn, untuk menjadi kita sangat mungkin banyak hal yang di korbankan,"


Jesslyn menghela nafas ternyata sangat sulit untuk


mempertanggung jawabkan nama sebuah keluarga, dia masih harus banyak belajar karena kemampuannya belum cukup untuk menduduki posisi itu.


“Jesslyn mungkin kau lupa, orang-orang yang menghancurkan keluarga ji adalah sebagian dari mereka sementara yang lainnya hanya pion catur


Seketika Jesslyn terdiam seketika dia mengingat kejadian 11 tahun yang lalu dimana kejadian itu membuat Berryl koma selama 10 tahun, wanita


itu bahkan belum memulihkan diri hingga saat ini.


Walaupun Jesslyn saat itu masih usia anak-anak namun dia sudah mampu mengingat dengan jelas kejadian waktu itu dimana setengah dari rumah besar keluarga Ji hancur, dan kejadian itu juga menewaskan banyak orang dan salah satunya adalah kakek Ji.

__ADS_1


"Ayah apakah kepergianmu juga ada hubungannya dengan orang-orang ini?"


Song Lucas tidak menjawab dia hanya tersenyum dan mengangguk, sementara Berryl hanya diam saja. Jesslyn duduk di samping ayahnya kemudian menceritakan banyak hal yang dia alami salah satunya tentang Gong Xiauhuan.


"Jesllyn, Gong dan Song selalu berteman, sama seperti keluarga besar lainnya," tutur Song Lucas.


Tubuh kekar itu penuh dengan balutan perban, jika saja yang terluka itu bukan Song Lucas mungkin sudah akan mati sejak dulu, namun karena orang itu adalah Song Lucas maka semuanya terasa baik-baik saja dengan luka separah itu dia masih bisa mengatakan banyak hal.


"Jesllyn ayahmu belum makan, setidaknya biarkan dia makan terlebih dahulu," timpal Berryl menyadarkan Jesslyn dengan banyak omelannya.


"Baiklah ibu, jika perlu ibu bisa menyuapi ayah," jawab Jesslyn ketus.


"Neon Bawa Nona Besar pulang," tegas Song Lucas.


"Baik tuan," jawab Ajudan yang pura pura buta dan tuli itu.

__ADS_1


__ADS_2