Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Wanita Gila


__ADS_3

Saat ini Lucas sedang berada di ruang sidang, dia bersama lan Dijia dengan sekian banyak direktur dari berbagai bidang operasional perusahaan nya sedang membahas apa yang barusan menimpa percobaan A1. Mungkin saja jika di lanjutkan orang-orang yang ingin menghancurkan sistem A1 akan semakin mencari celah, sementara Song Group tidak boleh menolak anak magang itu tuntutan pemerintah. Dengan begitu song Group tidak bisa menolak anak magang hanya bisa membatasi kuota setiap tahunnya.


Jesslyn tengah duduk di ruang presdir, dia menggeser kursi kerja ayannya hingga ke dekat jendela. Itu bukan sebuah jendela melainkan dinding kaca yang membuat Jesslyn bisa melihat ke segala arah. Desain itu cukup mewah membuat siapapun takjub saat melihat pemandangan dari lantai tertinggi itu.


Tak lama kemudian seorang wanita dengan pakaian sexy datang ke kantornya, dia membawakan segelas air dan kopi untuk Lucas.


"Nona siapa kamu kenapa kamu ada di dalam ruangan presdir?"


"Aku....." Jesslyn belum sempat menjawab pertanyaan wanita itu kembali berbicara.


"Maaf nona, presdir kami tidak tertarik dengan wanita murahan. Apalagi gadis kecil seperti anda, kemana-mana membawa bodyguard. Ingin menjadi nyonya kami kamu mimpi saja." Ucapnya dengan sombong dia duduk di ujung meja kerja Lucas.


Kata-katanya membuat Jesslyn terbakar hawa panas, dia ingin memukul wanita itu namun itu adalah kekerasan fisik dia bisa dipenjara ketika melakukannya.


"Bibi, jangan-jangan kamu naksir sama presdir Song ya. Kalau aku bilang dia yang mengajak aku kemari, kamu mau apa?"


Jesslyn bangkit berdiri, kemudian dia mendekati wanita yang sedang duduk di ujung meja tersebut dengan sombongnya, Jesslyn mendekati kopi kemudian mengangkat cangkir itu dan menyeripitnya sedikit.


"Apa yang kamu lakukan, itu untuk presdir song." Ucap wanita tersebut dengan nada marah.


Jesslyn mengangkat cangkir itu kemudian menjatuhkannya, dan prangggg. Pecahan tercecer kemana mana, ada juga cipratan kopi yang mengenai wanita di depannya.

__ADS_1


"Aww.." wanita itu berteriak, Jesslyn tidak menggubrisnya sementara Neon karena kaget dia masuk dengan tiba-tiba.


"Nona besar ada apa?" Tanya Neon dengan panik.


"Bukan apa-apa paman, hanya sedikit permainan."


Neon melihat kepingan cangkir di lantai, namun dia tidak bertindak seperti yang di katakan Jesslyn itu hanya permainan.


Tak butuh waktu lama sudah dua jam Song Lucas dan Lan Dijia rapat untuk metode pengembangan  robot A1, dia diikuti oleh Lan Dijia di belakangnya. Ketika dia masuk dia mendapati dua orang wanita yang tengah bersitegang.


"Ada apa ini?" Tanya Song Lucas sambil meletakkan berkasnya ke atas meja.


"Paman Dijia,  panggil orang untuk mengganti meja presdir dengan yang baru." Ucap Jesslyn dingin.


"Presdir Song, gadis ini menjatuhkan cangkir dan juga menumpahkan kopi panas ke padaku. Ini sakit sekali." Ucapnya dengan mengedip-ngedipkan mata dan bertingkah genit.


"Tuan Presdir Song, ternyata anda memiliki seorang karyawati yang patut di contoh ya, mulai dari pakaiannya terbuka di belahan dada dan paha nya terlihat emm cukup cantik juga, tapi tidak secantik aku." Ucap Jesslyn.


Jesllyn mendekati presidir Song kemudian mencium pipi kanan ayahnya tersebut dengan satu kecupan lembut dan menggandeng tangannya di depan wanita itu, yang membuat wanita itu semakin marah dia hendak memukul Jesslyn namun sebelum sampai di  dekat Jesslyn Song Lucas sudah menampik tangan nya.


"Lancang sekali gadis kecil ini tuan, dia sangat berbakat menjadi penggoda. Dasar J*lang kecil."

__ADS_1


"Hoho bibi selain mengatakan saya murahan, penggoda dan ****** kecil anda bisa apa. Apa anda bisa melakukan ini," Jesslyn berucap sambil sekali lagi mencium pipi ayahnya.


"Nona Carlotte, pergilah ke HRD dan minta gaji anda. Karena aku kasihan dengan ayahmu maka aku tidak akan memasukkanmu ke dalam blacklist seluruh perusahaan."


"Tuan anda memecatku demi gadis muda gila ini. Aku tidak terima." teriak wanita yang di panggil Carlotte tersebut.


"Nona, gadis gila yang anda maksud itu adalah putri presdir."


Mendengar itu Carlotte terbelalak dia tidak tahu jika gadis yang dia maki-maki adalah putri misterius sang presdir, dengan dia mengatainya yang tidak-tidak tentu saja sudah sangat wajar jika dia di pecat dari jabatannya.


Dijia mengantar Carlotte keluar, kemudian dia kembali untuk membahas tentang sistem produksi A1 tepatnya tentang sistem uji coba nya.


Suasana di ruangan itu benar-benar menjadi senyap semenjak keluarnya Carlotte, Lan Dijia pun benar-benar mengganti meja presdir dengan meja baru.


"Paman Dijia, sekarang aku akan membuat peraturan. Jadi setiap kru wanita atau karyawan wanita di grub Song harus menggunakan pakaian yang menutup dada dan paha. minimal rok atau dress selutut, hells juga jangan terlalu tinggi jika ada yang tidak setuju pecat saja." ucap Jesslyn, Lan Dijia ternganga melihat itu kenapa perusahaan besar seperti song group memiliki peraturan tidak masuk akal seperti itu.


"Jangan tanya mengapa paman, aku khawatir ayahku akan memiliki istri sebelum ibu bangun." ucap Jesslyn.


"Andai itu terjadi mungkin sudah dari dahulu ayahmu menikah Jesslyn." jawab Lan dijia dengan santai.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2