
Song Lucas masih berada di sebuah resto bintang lima, dia hendak menyantap makanan dengan Jesslyn . Namun tiba-tiba Dijia kaget dengan dering ponselnya, terlihat dengan jelas siapa penelfon tersebut.
"Hallo, ada apa?" tanya Lan Dijia dengan tegas.
"Maaf tuan Sekertaris, seseorang bernama Antonio dari IV Company datang beliau ingin bertemu dengan tuan presdir."
"Ulangi sekali lagi siapa?"
Lan Dijia menyalakan loudspeaker hpnya kemudian menaruhnya di tengah-tengah meja makan.
"Maaf tuan, seseorang bernama Antonio dari IV Company datang beliau mencari presiden direktur Song Lucas."
"Baik-baik kami segera kembali."
Panggilan tersebut terputus, Song Lucas terlihat mengeluarkan keringat dingin sementara Jesslyn tersenyum mendengar nama kakeknya di telefon.
__ADS_1
"Tuan Presdir, ini adalah urusan menantu dan mertua aku tidak bisa ikut campur."
Lan Dijia mengangkat kedua tangannya dia sedang bercanda karena ini pertama kalinya melihat sosok Song Lucas gugup, dia biasanya menyembunyikan emosinya dengan baik namun kali ini dia justru merasa sangat gugup. Dia telah menyembunyikan putri orang selama sepuluh tahun tanpa izin dari pemilik, walaupun tidak mungkin menuntut Song Lucas di sini karena ini wilayah Song Lucas namun bagaimana dia hendak memberi alasan, dan bagaimana jika Jesslyn di bawa pulang oleh kakeknya.
"Ayah, aku tau kakekku dia adalah orang yang paling menyayangiku setelah ibu dan kamu. Jangan khawatir dia sangat lembut, mungkin akan sangat bahagia ketika melihat cucunya sudah tumbuh sebesar ini, ini sudah sepuluh tahun ayah mustahil kakek tidak merindukanku."
Jesslyn menggenggam tangan ayahnya kemudian dia tersenyum untuk meyakinkan laki-laki itu bahwa kakeknya tidak se-mengerikan yang dia bayangkan.
Lucas kembali menghela nafas kemudian dia mengelus kepala Jesslyn.
"Lan Dijia, ayo kita kembali ke perusahaan. Hal ini lambat laun akan tetap di hadapi kenapa harus menunggu besok atau nanti jika bisa dihadapi sekarang."
Sementara itu Antonio mendapat pelayanan yang baik di perusahaan Song, walau banyak orang yang mencibir namun sang resepsionis wanita melayani dia dengan sangat baik, tanpa memandang dia dari perusahaan kecil. Memang susah menemukan orang seperti itu di era orang yang suka menjilat kaum berdarah biru.
"Tuan, silahkan di minum kopi anda. Tuan Sekertaris bilang mereka akan segera kembali."
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih. Lanjutkan pekerjaanmu, jangan sampai menunda pekerjaan gara-gara orang rendahan sepertiku."
"Tidak masalah tuan. Anda bisa memanggil saya ketika membutuhkan sesuatu."
Semua orang yang memandang nya merasa risih, Untuk apa melayani dengan baik orang rendahan seperti itu, harusnya dia bekerja dengan baik agar bisa mendapat promosi.
Orang-orang mulai berbisik-bisik, Antonio geram namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, disana dia adalah orang asing yang mungkin tidak mungkin pasti di rendahkan oleh mereka yang menjadi bawahan Song Lucas.
"Siapa namamu?" tanya Antonio kepada resepsionis wanita tersebut.
"Chassandra tuan."
Antonio mengangguk, kemudian resepsionis tersebut pergi kembali ke tempat kerjanya. Setengah jam sudah berlalu terlihat dua mobil mewah menuju perusahaan tersebut , mobil itu adalah milik Song Lucas dan Jesslyn. Neon membawa mobil Jesslyn sementara Lan Dijia menyetir untuk Jesslyn dan ayahnya.
Jesslyn buru-buru untuk masuk kedalam perusahaan, dia berteriak kegirangan.
__ADS_1
"Kakek..."
Sontak setiap mata kaget, begitu juga dengan resepsionis yang melayani Antonio. Untung saja dia tidak melakukan hal yang melewati batas sehingga posisi nya masih aman, sementara yang lain sudah mulai ketar ketir bagaimana jika laki-laki itu mengadu, Mereka tidak tahu jika dia adalah ayah mertua sang Presdir.