
Jangan iri dengan kehidupan orang lain karena kehidupan orang lain belum tentu senyaman yang kamu bayangkan.
Mendung bergulung-gulung seorang pria tengah menggendong tas ransel sambil mengayuh sepeda nya orang itu adalah Mike, sebentar lagi pasti akan turun hujan jika cuaca seperti ini.
Diora menatap Mike, gadis itu duduk di kursi mobil mewahnya.
"Mike, hujan masih air dan kamu masih milik yang lain."
Diora mengatakan itu sebelum akhirnya mobil yang dia tumpangi menjauh meninggalkan Mike dan sepedanya. Mike sendiri sudah sering di rundung anak pengusaha namun miskin, tapi dia tidak perduli dengan hal-hal kecil seperti itu baginya sekarang yang penting adalah membahagiakan ibunya tanpa harus mengandalkan ayahnya yang tidak tahu aturan itu.
Dengan santai dia mengayuh sepedanya tanpa memandang mobil-mobil mewah yang berlalu-lalang.
Sementara itu Diora yang tau kisah masa kecil Mike sangat ingin tahu siapa gadis kecil yang membuat Mike menutup hati sampai saat ini, dia ingin pergi ke Tiongkok saat liburan dan menemu gadis itu namun dia benar-benar tidak tahu bagaimana caranya dia bertemu dengan gadis tersebut.
"Ayah, apakah ayah tahu presiden direktur Ivona Group atau Iv Company?"
"Oh tuan Antonio!." Jawab Ayah Diora sambil tetap memegang kemudi dengan baik.
__ADS_1
"Katakan padaku tentangnya ayah."
"Aneh kau ini tiba-tiba bertanya tentang orang lain, namun bagus jika kamu bisa belajar untuk bisnis. Tuan Antonio mendirikan perusahaan itu bersama dengan istrinya nyonya Ivona, namun sebelum bisa sebesar sekarang nyonya meninggal setelah melahirkan pewaris grub saat ini yakni nona Berryl Ivona. Namun konon katanya dia pergi Ke Tiongkok demi ayah anaknya yang tidak lain adalah pewaris Perusahaan Song , Song Jesslyn Ivona."
Mendengar hal itu Diora mengangguk, Jesslyn Ivona merupakan anak yang menjadi panutan Mike namun sekarang dia sudah menjadi Song Jesslyn, pasti sangat sulit untuk bertemu dengannya.
Diora memejamkan matanya ternyata saingan cinta yang tidak pernah dia temui adalah seorang marga Song, marga yang paling di segani oleh setiap pebisnis saat ini.
Sementara itu Jesslyn kini tinggal di kediaman Song, berkat sedikit bujuk rayu yang dia tujukan kepada kakeknya akhirnya orang tua itu mau untuk tinggal di Manison keluarga Song.
"Aku lebih suka di rumah daripada di sini."
Antonio meletakkan bokongnya di sebuah kursi, wajahnya cemberut karena dia tidak bisa pulang. Dia tidak tega untuk meninggalkan Jesslyn sementara Song Lucas harus pergi ke Eropa.
Di sisi lain Lan Dijia bersama keluarga kecilnya, Elin Ji tengah menyeduh kopi untuknya sementara Jimmy Lan sedang fokus dengan komputer tabletnya.
"Aku akan pergi ke Eropa dengan Lucas, Kalian harus jaga diri baik-baik. Dan kamu Jimmy kamu harus menjaga ibumu."
__ADS_1
Mendengar hal itu Elin menghela nafas, jika sudah membahas tentang Eropa semua pasti berhubungan dengan markas besar terlalu bahaya untuk seorang Lan Dijia pergi kesana namun dia tetap harus pergi demi menemani Song Lucas, janji mereka adalah sehidup semati.
"Ada penyusup masuk ke markas, sudah banyak orang-orang terpilih keracunan. Kita harus datang memastikan semuanya baik-baik saja."
"Tapi itu adalah tempat yang paling berbahaya."
"Sayang, ada kalanya tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman."
Lan Dijia membelai rambut Elin sementara Jimmy hanya diam saja, dia tidak mengiyakan dan juga tidak menolak.
"Bagaimana dengan Jesslyn?"
"Dia di rumah bersama kakeknya."
.
.
__ADS_1