Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Bidadari Tanpa Sayap.


__ADS_3

Jesslyn menyuruh Neon untuk membereskan orang itu, Lan Dijia sampai diam terpaku dia tidak menyangka gadis kecil yang nampak manja di depan istri dan putranya itu ternyata memiliki sisi sadis sperti itu.


"Kenapa kamu menatap putriku seperti itu?" Lucas bertanya kepada Lan Dijia.


"Ternyata kita memelihara Harimau berbulu Domba,"


song Lucas menepuk pundak Dijia mendengar hal itu, kemudian mereka bersama sama keluar dari tempat tersebut. Jesslyn dengan mudah mengungkap kasus kecurangan yang ada di Song Group, tapi dia hanya menangkap umpannya sementara ikan besar belum terpancing. Dia ikut ayahnya ke ruang presdir untuk membahas apa yang harus di lakukan selanjutnya.


"Ayah, apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah mereka akan semakin merajalela, atau semakin menaruh umpan di sini."


"Jesslyn, untuk bertahan sampai saat ini. Situasi yang barusan terjadi hanyalah sebagian kecil,"


Jesslyn mengngguk tidak mudah untuk menjalankan sebuah perusahaan yang begitu besar seperti itu, bahkan dia rela menyeret tuan muda keluarga Lan demi tetap menjalankan perusahaan dengan tenang, sementara pimpinan grup Lan sendiri saat ini masih ayah kandung Lan Dijia.


Jesslyn duduk di sofa perusahaan, awalnya dia datang untuk melihat sistem pengembangan dari A1 namun saat ini tidak bisa di langsung kan karena masalah tadi masih harus di selidiki secara menyeluruh. Siapakah orang yang menyuruh anak muda tersebut menyusup ke balik Song Group, mungkin Song Lucas kenal namun dia tidak ingin memberitahukan putrinya dengan alasan keamanan.


"Ayah, Jesslyn bosan disini. Menunggu dan melihatmu Bekerja." ucap Jesslyn sambil mengetuk-ngetukkan kakinya di lantai.


"Ayah tidak bisa menemanimu bermain. Pekerjaanku sangat banyak."


"Ya Sudahlah."


Jesslyn merebahkan tubuhnya di sofa kemudian dia memainkan benda pipih yang ada di tangannya, hari itu belum terlalu siang kenyataan yang dia dapati di perusahaan sama sekali tidak seperti bayangannya. Namun demikian dia masih saja menemani Song Lucas bekerja, biarpun ruangan itu terasa menyebalkan namun dari gedung setinggi itu Jesslyn bisa melihat pemandangan seluruh kota.


Jika saja dia menikmati pemandangan itu dengan ibunya, mungkin saja dia tidak akan merasa hampa seperti saat ini.


"Ayah, aku hendak ke rumah sakit." ucap Jesslyn sambil mengelus kaca melihat ke arah luar.

__ADS_1


"Tunggu ayah selesai rapat, aku akan menemanimu."


Jesslyn menoleh kemudian mengangguk, sementara Song Lucas di temani Lan Dijia hendak pergi ke ruang rapat.


"Apa kamu tidak ingin ikut rapat. Aku bisa memperkenalkanmu kepada semua dewan."


"Ayah bercanda, aku disini saja aku tidak akan mengganggu kerjamu."


Mendengar hal itu Song Lucas hanya mengangguk, kemudian meninggalakan ruangan itu untuk pergi ke ruang rapat, dalam ruang itu hanya tersisa Jesslyn sementara Neon menjaga di dekat pintu. Jesslyn menatap ke seluruh arah, di luar sangat terik orang-orang terlihat berlalu lalang di trotoar sementara mobil tidak terlalu banyak juga hilir mudik.


Kota itu sangat indah dan bersih, dia merindukan kakeknya apakah kakeknya di sana juga merindukan nya. kenapa dia tidak datang untuk menemuinnya di sana. Ingin rasanya dia menelfon kakeknya namum bagaimana jika kakeknya bertanya tentang ibunya, sudah 10 tahun dia berbohong tiap kali telfon dengan kakeknya. Akankah dia akan berbohong terus.


Sementara itu kita tinggalkan Jesslyn dengan renungannya, Elin Ji mengajak putranya ke rumah sakit. Seperti biasa hendak kemanapun dia diantar oleh supir kepercayaannya. Elin hendak membawa buah-buahan namum Berryl belum sadar siapa yang akan makan buah tersebut. Sejak kakek Kong meninggal dalam peristiwa 10 tahun yang lalu supir itu kini benar-benar menjadi bagian dari keluarga Ji, dan Perusahan Kong dan Ji digabung menjadi satu perusahaan induk.


Semua di kelola oleh orang kepercayaan Song Lucas saat tuan besar ji telah di tangkap polisi, hak ahli waris Ji group juga sudah di tentukan oleh pengacara kakek kong.


Ji group sudah tidak sebesar dulu, sumber daya nya banyak yang di gunakan untuk menutupi kejadian 10 tahun yang lalu, namun perusahaan itu masih berdiri dengan kokoh wakaupu walaupun dulu sudah hampir runtuh. Itu berkah pengaturan Song Lucas. Memberikan kompensasi kepada ribuan orang memang bukanlah uang sedikit, namun mereka bisa memberikan kompensasi yang layak kepada setiap orang.


Elin menghela nafas ketika mengingat kejadian itu, andaikan dia membawa Berryl lari bersamanya mungkin kejadian itu tidak akan membuatnya berbaring di rumah sakit bertahun-tahun lamanya.


"Mami, apa tidak sebaiknya telfon kakak Jesslyn dan mengajaknya bersama-sama kesana."


"Tidak Jim, semalam papi mu bilang jika Jesslyn ikut hadir dalam rancangan robot A1."


Elin mengatakan itu sambil mengusap rambut Jimmy, mereka masuk ke dalam mobil kemudian menyuruh supirnya untuk bergegas ke rumah sakit.


"Kenapa papi tidak mengajakku jika ada kakak Jesslyn di sana."

__ADS_1


"Itu bukan taman bermain Jimmy,"


Jimmy mengangguk paham, urusan orang dewasa tidak seharusnya dirinya ikut campur. Dia duduk di kursi penumpang bersama ibunya, sepanjang perjalanan dia selalu berfikir seberapa banyak beban yang ibunya tanggung, rasa bersalah dan penyesalan.


"Ibu, kamu memang bidadari tidak bersayap. Kepakkan sayapmu kemudian biarkan orang tau kamu adalah yang terbaik." Jimmy mengatakan itu sambil meletakkan kepalanya di pangkuan Elin.


"Kenapa kamu tidak memanggilku mami."


"Kakak Jesslyn jika dia sedang bercerita tentang Mami nya dia selalu bilang ibuku. Bukankah ibu artinya mami dan mami artinya juga ibu."


Elin menggeleng-gelengkan kepalanya anaknya sudah tumbuh dewasa, dia sudah tidak pernah membandingkan dirinya dengan Jesslyn dan kini justru menjadi teman curhat yang bisa di andalkan oleh Jesslyn.


"Jimmy kelak saat kamu masuk ke sekolah menengah pertama kamu akan tau apa arti yang kamu ucapkan hari ini. apa yang kamu tabur itu juga yang akan kamu tuai."


Elin selalu mengajarkan prinsip hidup kepada Jimmy hingga kelak keluarga mereka akan tetap bersatu Song, Lan, Ji dan Ivona.


mobil yang mereka tumpangi melesat dengan kecepatan sedang meninggalkan halaman rumah mewah itu menuju rumah sakit, tidak terlalu banyak hal yang mereka bicarakan setelah itu. Dan kini mereka hampir sampai di rumah sakit tempat Berryl di rawat.


.


.


.


Jangan Lupa untuk Like, Komen Dan Favoritkan.


dukung terus saya dalam berkarya dengan follow Instagram @dewiseptianareal_ dan facebook Septiana.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2