Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Bala Bantuan.


__ADS_3

Setelah kejadian yang menggemparkan itu, semua keadaan menjadi tidak terkendali. Darah berceceran dimana-mana. Mayat-mayat juga bergelimpangan tidak beraturan, pasukan yang menyerang tersebut merupakan pasukan berani mati. Selain beberapa orang yang melarikan diri. Semuanya mati dengan sangat tragis.


Berryl masih duduk di samping Song Lucas dan Jesslyn, dia tidak tahu apa yang harus diperbuat. Karena banyaknya orang-orang yang terluka.


"Jesslyn, panggil dokter kemari. Ayahmu butuh itu!"


"Ibu kamu mau kemana?"


"Jesslyn aku harus mencari cara untuk menolong mereka semuanya,"


Namun saat Berryl sudah menyelesaikan kata-katanya, segerombolan orang masuk ke dalam rumah itu untuk mengulurkan bantuan. Jesslyn masih mengingat orang itu, ya orang itu adalah Gong Xiauhuan.


"Tuan Gong......" lirih Jesslyn sambil menatap pemuda dengan mata elang dan stelan lengkap di depannya.


"Jesslyn... bukannya kamu menyimpan nomorku? Kenapa kamu tidak menghubungiku?!"

__ADS_1


Gong Xiauhuan seakan-akan menyiratkan sorot mata kecewa kepada Jesslyn, dia berfikir bahwa mereka bisa bersatu dalam daratan ini. Namun salah, Song selalu menganggap remeh keluarga Gong.


"Aku tidak sempat berfikir tuan Gong, ayahku baru kembali dan penyerangan ini datang tiba-tiba!"


Jesslyn menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan kemudian menangis terisak, sementara laki-laki yang ada di pangkuannya masih diam tidak sadarkan diri.


Melihat hal itu Gong Xiauhuan menghela nafas, kemudian dia memberikan perintah kepada para bawahannya, "Kirim tuan besar Song ke rumah sakit!"


Jesslyn terisak sementara beberapa orang membopong tubuh kekar Song Lucas. Dan Berryl sendiri hanya menatap semua itu dengan penuh tanda tanya.


"Ibu, ini adalah tuan muda Gong, Gong Xiauhuan."


"Salam kepada nyonya besar Song,"


Nyonya besar Song, apakah Berryl sudah pantas untuk dipanggil nyonya besar Song. Namun semua itu bukan untuk dipikir, bala bantuan yang di dapat dari keluarga Gong benar-benar bisa membantu Jesslyn untuk menyelesaikan semua yang terjadi. Banyak orang juga yang di siapkan untuk membersihkan mansion Song Lucas saat itu.

__ADS_1


.........


"makanlah terlebih dahulu walaupun sedikit, kamu tidak mungkin membiarkan perutmu kering kan?!"


Ucapan yang dia dengar dari mulut Song Xiauhuan memang ada benarnya, sejak mentari mulai terbit semua terasa sangat berbeda. Ibunya harus menemani ayahnya di rumah sakit, Elin Ji mesti merawat Lan Dijia, sementara Jimmy harus ikut dengan Antonio mengurus perusahaan. Semua serasa punya kesibukan sendiri-sendiri karena semua harus di lakukan di saat yang bersamaan.


Jesslyn menghela nafas, dia tidak langsung menjawab ucapan Gong Xiauhuan namun terlebih dahulu memikirkannya, "Tuan Muda Gong? Mengapa kamu menolong kami. Bukankah tujuan kalian kembali untuk mengambil alih posisi nomor satu?"


Xiauhuan tersenyum, gadis yang menerima uluran tangannya dengan senang hati walaupun cukup waspada itu sungguh menarik.


"Nona Song, aku selalu melakukan apapun yang dikatakan oleh kakekku. Begitu juga perintah untuk menolong keluarga Song,"


Jesslyn hanya terdiam, ternyata semua itu perintah dari Tuan Besar Gong, entah apa yang dipikirkan oleh sesepuh keluarga Gong itu tidak ada orang yang tau.


Gong Xiauhuan duduk di samping Jesslyn, sepertinya pria itu sedikit menyesal karena telat memberikan pertolongan. Andai saja dia datang lebih cepat mungkin saja korban dari pihak Song bisa dikurangi.

__ADS_1


"Tuan Putri Jesslyn, apakah anda ada disini?"


Suara yang terdengar berat memanggil Jesslyn, suara siapa itu?


__ADS_2