
Sudah hampir setahun sejak kepergian Song Lucas, Berryl yang dulunya tertidur dan koma kini sudah pulih sepenuhnya. Namun kenapa Lucas belum juga kembali, apa yang terjadi dengannya di luar sana. Elin selalu berusaha untuk menenangkan Berrly bahwa song Lucas pasti baik-baik saja, walaupun dia sendiri tidak bisa berfikir seperti itu karena suaminya Lan Dijia juga ikut bersama Song Lucas dan belum kembali hingga saat ini.
"Jika mereka tidak kunjung kembali aku khawatir perusahaan akan mengalami kerugian besar, kita hanya perempuan dan dibantu oleh paman Antonio bagaimana caranya mengelola tiga perusahaan besar." ucap Elin sambil duduk di samping Berrly dan menyandarkan kepalanya di bahu sahabatnya itu.
"Dulu Lan Dijia dan Song Lucas juga hanya berdua mengelola tiga perusahaan itu?" tanya Berryl.
"Benar, tapi mereka bisa mengendalikan nya dengan baik. tidak kacau seperti ini."
"Itu artinya kita juga bisa mengendalikan perusahaan itu dengan baik." ucap Berryl.
Hal ini bukan hanya tentang uang namun ini juga amanat yang di tinggalkan oleh Lan Dijia dan Song Lucas, bagaimana bisa mereka tidak peduli dengan perusahaan. Hampir setahun mereka pergi dan benar-benar seperti yang di duga tidak ada yang bisa berjalan mulus, orang-orang mulai meragukan kepemimpinan di perusahaan itu.
"Ibu aku pulang." ucap Jesslyn dengan riang dan gembira, bocah itu baru saja menghadapi ujian kenaikan kelas namun kenapa dia sangat bahagia.
"Jesslyn berapa umurmu sekarang?" tanya Berryl yang membuat Jesslyn melotot bagaimana mungkin ibunya lupa berapa usianya.
__ADS_1
"apa ibu lupa umurku?" tanya Jesslyn tidak percaya.
"Jawab saja Jesslyn?" ucap Berryl sambil menatap putri tunggalnya itu, ya sekarang masih putri tunggal entah nanti bagaimana.
"16 bu." jawab Jesslyn sedikit kecewa.
"Tepat sekali, kamu bisa mengembangkan robot kan. Kamu harus mengembangkan robot A1." ucap Berryl.
"Ha mengembangkan robot bu? tapi dulu aku berama ayah, paman dijia juga paman Neon, jika sekarang harus mengembangkan sendiri seperti nya kurang tepat." ucap Jesslyn dengan nada kaget, ternyata bukan ibunya lupa hari ulang tahunnya namun itu karena ibunya punya rencana sendiri.
"Ibu kamu bilang kita? apakah ibu sudah setuju menjadi istri Song Lucas?" tanya Jesslyn ragu-ragu.
"oh tidak, maksud ku kita itu aku dan kamu dan semua yang ada di sini." ucap Berryl gelagapan.
sementara itu orang-orang menahan tawa nya bagaiamna bisa seorang yang tenang bisa se salah tingkah seperti itu.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Jimmy? apakah dia akan meneliti bersamaku?" tanya Jesslyn sambil menunjuk putra Elin tersebut.
"Kamu tidak bisa mendesaknya karena dia masih kecil, tapi jika dia berkenan juga boleh karena dia juga darah pewaris jadi bisa mulai bisnis dari kecil tidak ada salahnya."
Entah apa yang akan terjadi ke depannya semua orang harus menunggu mereka kembali, sementara yang di tunggu tidak ada kabarnya sama sekali.
.
.
.
.
Hallo teman-teman minta bantuan Like, Komen dan Favoritkan ya. Jangan Lupa untuk Bagikan ke teman-teman kalian. Sebenarnya pengen sekali crazy up tapi kurangnya semangat dari para pembaca membuatku juga tidak semangat dalam berfikir dan menulis.
__ADS_1