Kembalinya Dia Sang Pewaris.

Kembalinya Dia Sang Pewaris.
Hilang.


__ADS_3

Tidak, cincin itu hilang. Ibu akan membunuh ku jika dia tau."


Jesslyn meraba-raba lehernya mencari kalung dengan liontin cincin harimau emas yang diberikan ibunya. Ibunya belum ditemukan namun dia sudah sibuk dengan hal lain, apakah bocah kecil itu benar-benar tidak berperasaan namun ini bukan tentang perasaan ini tentang amanah yang di titipkan ibunya untuk menjaga benda tersebut.


"Jesslyn, tenangkan dirimu. Cincin tersebut tidak hilang ayahmu yang mengambilnya. Kamu tau seberapa bahayanya kamu menggengam cincin itu ditangan mu sendirian. Jesslyn, dengarkan mami cincin golden tiger itu bisa memerintahkan puluhan ribu pasukan berani mati. Bagaimana gadis kecil sepertimu membawanya."


"Mami Elin, ibuku bilang jika cincin itu bisa melindungiku saat dalam bahaya. Dia bilang dalam keluarga Ji ada serigala berbulu domba yang paling menakutkan."


"Elin maafkan mami, jika pesta ini tidak ada ibumu juga akan baik-baik saja."


Elin memeluk tubuh mungil Jesslyn, wanita itu menangis kembali dengan sendu dia terus memeluk tubuh mungil itu menyesali kelalaiannya. Jika biasanya dia hanya di racun atau apa kini apa yang terjadi jauh lebih exstrim daripada biasanya.


Kekacauan di luar belum reda, namun orang-orang yang baik-baik saja dipindah kan ke tempat yang lebih aman. Mungkin saja orang-orang tersebut terlihat baik-baik saja namun mungkin mental mereka terguncang atau syock.


Jesslyn meminta bantuan Elin, dia menginginkan sebuah laptop dengan kualitas terbaik. Dia tau hal itu bukan hal sulit untuk Elin karena kekayaan keluarganya tidak terbatas. Setelah mendapatkan benda yang di inginkan dengan teknik sendiri menutup semua jalur pelarian, jalur laut, darat dan udara semua dia tutup menggunakan sistem peretasan. Elin yang melihat itu tidak merasa heran, walaupun Jesslyn adalah seorang anak perempuan namun dia memiliki gen yang luar biasa yang di warisi ayahnya, hingga tanpa tes dna pun sudah bisa di lihat jika gadis itu adalah putri sang raja bisnis.


Setelah melakukan semua pekerjaan nya Jesslyn menutup benda tersebut, kemudian meletakkannya di atas meja yang terletak di villa Elin.


"Mami kamu pasti lelah tidurlah. Aku akan menjagamu." ucap Jesslyn.


"Gadis kecil, ibumu belum ketemu bagaimana aku bisa tidur. Dan seharusnya akulah yang menjagamu bukan kamu yang menjagaku."


"Mami, apakah ada ponsel yang bisa di gunakan. Aku yakin berita runtuhnya manison keluarga Ji pasti sudah tersebar ke seluruh dunia aku harus memberitahu kakek jika aku dan ibu baik-baik saja dengan begitu dia tidak akan khawatir."


"Nona kamu bisa menggunakan ponselku."


Seorang laki-laki yang tak lain adalah supir kepercayaan Elin kembali menyerahkan ponselnya kepada Jesslyn, bocah kecil itu mengangguk kemudian menerima benda pipih tersebut dan mengetikkan beberapa digit nomor telefon kakeknya kemudian menekan tombol call.


Tak butuh waktu lama telefon itu tersambung.


"Hallo kakek ini jesslyn, maaf aku harus menelfon kakek menggunakan nomor orang lain. Kakek pasti sudah melihat berita tentang ledakan di manison keluarga Ji kan, tenang kakek aku baik-baik saja."

__ADS_1


"Bagaimana dengan ibumu? Dia juga baik-baik saja kan."


Jesslyn menatap Elin dan paman supir bergantian, dua orang itu mengangguk agar dia mengatakan ibunya baik-baik saja.


"Tenang kakek, aku dan ibu baik-baik saja. Tapi mungkin aku dan ibu akan lebih lama di sini untuk membantu bibi Elin, jadi kakek jaga kesehatan tunggu aku dan ibu pulang."


"Tunggu Jesslyn, biarkan kakek berbicara dengan ibumu."


"Kakek maafkan Jesslyn, aku akan menelfon lain kali. Sekarang ibu tidak bisa berbicara dengan kakek, kakek kamu tau di luar banyak sekali orang yang terluka hingga tenaga medis tidak cukup jadi ibu sibuk membantu mereka menolong yang terluka. Setelah situasi lebih baik aku akan menyuruh ibu menelfon kakek."


"Baiklah-baiklah, menolong orang memang suatu hal yang baik."


"Ya sudah kakek, Jesslyn tutup dulu telfonnya. Jaga kesehatan ya kakek."


Setelah telefon itu mati Jesslyn tertunduk lesu, dia telah berbohong kepada kakeknya. Namun jika dia jujur mungkin saja suatu hal yang buruk juga akan terjadi kepada kakeknya karena khawatir.


"Aku bertemu ayahku namun ibuku menghilang, dunia sungguh tidak adil kepadaku."


Jesllyn melihat ke luar, langit sudah berwarna ke kuning-kuningan tanda pagi hampir tiba. Dia melihat ratusan orang sedang bekerja dengan keras untuk membongkar reruntuhan gedung manison tersebut.


Jesslyn melihat dua orang laki-laki berjalan ke arahnya, laki-laki itu menggendong seorang wanita yang berlumuran darah.


"Mami, mami itu ibu. Paman Song membawanya kembali."


Jesslyn berteriak dengan keras sambil menunjuk dua orang yang datang ke arah mereka yang tak lain adalah Lan Dijia dan Song Lucas.


"Ibuuuuu...." teriak Jesslyn sambil memeluk wanita yang masih ada dalam gendongan song Lucas tersebut.


"Jesslyn, biarkan ayahmu meletakkan ibumu dulu. Bersihkan pakaiannya kemudian kita bawa dia kerumah sakit."


Jesslyn benar-benar tidak tau, luka ibunya cukup parah namun Song Lucas tidak langsung membawanya kerumah sakit justru membawanya kemari terlebih dahulu.

__ADS_1


"Paman Song, kenapa kamu tidak langsung membawanya ke rumah sakit?" tanya Jesslyn sambil menyeka wajah ibunya yang berlumuran darah.


"Aku takut kamu bingung dan panik."


"Paman Song, bukankah sekarang kamu yang terlihat panik. Maaf aku Jesslyn Ivona selalu berusaha untuk tidak panik apapun kejadiannya."


"Song Jesslyn Ivona, seharusnya kamu memanggilku ayah bukan paman Song."


"Sejak kapan aku punya marga Song?"


"Sejak kamu memiliki ayah Song Lucas maka margamu adalah Song."


"Sudah-sudah kalian ayah dan anak jangan berantem. bahkan di situasi seperti ini kamu masih tertarik untuk ribut. Sebaiknya kita bawa Berryl ke rumah sakit."


"Cukup aku dan Jesslyn, kamu disini bersama Dijia kamu harus mengawasi semua orang."


Elin sebenarnya tidak rela namun semua yang dikatakan Lucas ada benar nya dia tidak bisa meninggalkan halaman keluarga Ji apapun alasannya, karena pasti semua orang ingin penjelasan dari keluarga Ji dan juga kompensasi yang bisa diterima oleh mereka semua.


Song Lucas menggendong Berryl untuk masuk ke dalam mobilnya untung saja dia memarkirkan mobilnya di tempat yang tepat hingga tidak tertimbun reruntuhan bangunan.


"Presdir Song, anda hendak kemana. Bukankah urusan disini belum selesai." Ucap seseorang sambil memegang pundak presdir Song.


"Tuan anda tidak melihat aku hendak membawa wanita ku kerumah sakit, dan ini adalah manison keluarga Ji bukan keluarga Song jadi saat aku bergerak jangan hubungkan Grup Song dan Grub Ji. Mereka adalah perusahaan yang berbeda, Teman adalah teman bisnis adalah bisnis dan dalam dunia bisnis teman bisa menjadi saingan."


Setelah mengatakan itu song Lucas berlalu pergi begitu saja di ikuti oleh Jesslyn di belakangnya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2