
Setajam-tajamnya silet masih tajam lidah manusia, Jesslyn kini tengah berada di ruang latihan ayahnya tempat itu berada tepat di belakang manison keluarga Song. Pembantaian puluhan tahun yang lalu membuat Song Lucas menjadi yatim piatu, sebelum adanya Jesslyn dia hanya memiliki Lan Dijia dan Elin Ji yang bisa di anggap sebagai keluarga.
Lucas mengarahkan putrinya bagaimana caranya untuk membidik dengan baik. Disana tidak ada Dijia karena dia sudah menikah kini hingga tidak selalu di samping Lucas, Namun Neon merupakan orang kepercayaan Lucas dari Golden Tiger hingga dia ikut berada di sana untuk mengawasi pelatihan Jesslyn.
Berkali-kali tembakan Jesslyn mengenai sasaran, kenapa sasaran nya begitu monoton hingga membuatnya bosan.
"Apa kamu tidak suka latihan ini?" tanya Song Lucas sambil mengusap keringat yang ada di dahinya.
"Haish ayah, aku ingin mempelajari hal-hal baru bukan hanya ini dan itu."
"Baiklah, besok kamu ikut ayah ke perusahan untuk melihat komponen A1."
"Apa itu komponen A1?"
"Itu adalah sebuah bahan untuk membuat robot A1, Industri baru dari Song Group. Jika ini berhasil kita akan memproduksi A2, A3 dan seterusnya."
"Kelihatannya rumit tapi ini jauh lebih menyenangkan daripada harus belajar memainkan alat musik."
Mendengar itu Song Lucas pun tersenyum, dia tau putrinya tidak menyukai hal-hal yang anggun namun sebagai putri Song dia harus mempelajari semua hal tentang kaum bangsawan.
__ADS_1
"Baiklah, besok ikut ayah ke perusahan. Sekarang istirahatlah."
Jesslyn mengangguk kemudian meninggalkan ayahnya yang masih berada di tempat itu bersama Neon. Sepeninggal Jesslyn, Lucas mengajak Neon untuk latihan bersama karena dia adalah prajurit jadi tubuhnya sudah lebih kuat dari awal tidak terlalu penting untuk latihan fisik.
Jesslyn meninggalkan Lucas dia kembali ke kamarnya yang besar kemudian dia mengambil sebuah macebook dan menyalahkan benda tersebut. Ada banyak tugas sekolah yang harus dia kerjakan, di layar macebook itu terpampang dengan jelas fotonya dan ibunya ketika dia masih kecil.
"Ibu, kapan kamu akan bangun." Ucap Jesslyn sambil mengelus layar macebook tersebut.
Namun dia tidak berlarut-larut dalam nostalgia sehingga dia segera mengalihkan perhatian nya kepada kumpulan buku tugas nya, buku tugas itu bukan hanya mencantumkan pelajaran umum saja namun juga mencantumkan etika seorang bangsawan itulah bedanya sekolah elit dan sekolah umum. Tidak ada pembullyan disana karena orang-orang yang belajar disana mayoritas adalah kaum bangsawan yang mementingkan bisnis, mereka menyekolahkan anak-anaknya di sana selain untuk menambah ilmu juga untuk mengait rekan bisnis baru, jika anaknya baik atau bersahabat dengan anak-anak dari perusahaan besar maka peluang kerja sama semakin meningkat.
setelah dua jam Jesslyn membuka buku-buku di depannya dia bergegas untuk tidur karena besok adalah hari pertama dirinya ikut ayahnya ke perusahaan, walaupun perusahaan itu kelak menjadi miliknya namun sibuk nya dia bersekolah membuat Song Jesslyn tidak bisa datang ke perusahan besar tersebut.
"Tuan, apakah anda benar-benar ingin mengajak nona besar melihat komponen A1." tanya Neon dengan ragu-ragu, dia tidak ingin menyinggung tuan besarnya apapun alasannya.
"Kenapa? apakah kamu meragukan keputusanku." ucap Lucas sambil duduk di kursi dan meneguk air yang sudah tersedia.
"Tidak tuan. tapi tempat itu terlalu berbahaya untuk nona besar."
"Neon, terkadang tempat yang paling berbahaya adalah tempat paling aman."
__ADS_1
Lucas menepuk pundak bawahannya itu kemudian dia berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut, malam sudah sangat larut namun dia masih harus lembur untuk menyelesaikan setumpuk berkas.
Sementara itu di luar sana seorang laki-laki tua tengah duduk di ambang jendela, dia di temani secangkir ginger tea menyasikan indah nya bulan dan bintang yang bertebaran di langit. Laki-laki itu sudah semakin keriput, kerutan terlihat jelas di kening dan wajahnya dia merindukan putrinya, merindukan cucunya dan almarhum istrinya.
"Ivona sayang, apakah aku harus menyusul mereka. Kabarnya mereka tinggal bersama dengan Song Lucas ayah biologis cucu kita. Tapi jika aku terbang kesana, bagaimana dengan Iv group kita. perusahan ini di penuhi oleh orang-orang yang memiliki ambisi lebih dari kemampuannya."
laki-laki tua itu adalah ayah Berryl, dia tengah bercerita kepada bulan kepada bintang berharap istrinya akan mendengarkan ceritanya walaupun itu tidak masuk di akal. namun dia benar-benar berharap itu terjadi.
.
.
.
jangan lupa tinggalkan Like, Komen dan Favoritkan ya teman-teman.
Berikan kritik saran kalian dengan dm di instagram @dewiseptianareal_ dan Fb : Septiana
Terima kasih
__ADS_1