
Author PoV
Setelah beberapa lama Darwin dan Denia membisu dan sibuk masing-masing, Darwin pun beranjak dari kursi.
"Where are you going?" (Mau kemana?) Denia bertanya.
"Eh, sorry. Gue mesti pergi duluan. Ada urusan. Nanti tolong bilangin Bowie ya, gak usah nungguin gue. Bye." Jawab Darwin dan dia pun melangkah pergi meninggalkan Denia yang masih duduk.
"Cold banget sih dia." Denia bergumam.
Darwin pergi karena dia melihat di ponselnya ada iklan lowongan pekerjaan di sebuah cafe. Yang kebetulan tidak begitu jauh dari kampusnya. Dia juga pernah kuliah dan belajar tentang F&B, jadi dia pikir gak ada salahnya dia mencoba melamar sebagai part timer.
Darwin berdiri di depan cafe tersebut. Cafe itu pun terlihat ramai.
"Ini cafe rame, tapi koq hectic keliatannya." Gumam Darwin.
Dia pun melangkah masuk, semua karyawan terlihat sibuk. Darwin menghampiri salah satu pegawai, "Excuse me. I come to apply for the vacancies as advertised." (Permisi. Saya kesini mau melamar pekerjaan seperti yang di iklankan.)
Pegawai tersebut memperhatikan Darwin dari atas hingga bawah, dan kemudian dia memanggil seseorang dengan agak berteriak.
"Bro! Someone you're looking for is here." (Bang! Orang yang lu cari ada disini nih.) Teriak pegawai tersebut.
Seseorang dengan seragam yang berbeda pun menghampiri mereka.
"Talk to him. I have to surf and serve." (Lu ngomong sama dia. Gue mesti meluncur nih.) Pegawai tersebut menepuk pundak Darwin dan meninggalkannya.
Darwin hanya bengong melihatnya pergi dan kembali sibuk.
"Hello." Sapa pria yang datang menghampiri Darwin dan berjabat tangan dengannya.
"Hello." Darwin menjawab.
"Follow me." (Ikuti saya.) Pria tersebut mengajaknya ke back office yang tidak terlihat oleh pengunjung. Darwin pun mengikutinya. Mereka masuk ke dalam ruangan.
Pria tersebut mengambil sebuah apron dan kaos. Kemudian dia memberikannya ke Darwin, "Here's your uniform. You can start to work." (Ini seragam mu, kamu bisa mulai bekerja." Kata pria tersebut.
Darwin tentu saja heran dan tak percaya. Mana ada belum interview tau-tau udah di suruh kerja.
"Excuse me, Sir. We haven't discuss anything yet." (Maaf, pak. Kita belum ada bicara apa-apa.) Darwin berkata.
Pria tersebut menghela napas, "Okay. Your name?"
__ADS_1
"Darwin."
"Ok Darwin. I'm Ian Heckler. I'm the manager, supervisor, and also a captain in this place. Your work is as a waiter, but, sometimes also you'll be needed as a barista. You got me?" (Ok Darwin. Saya Ian Heckler. Saya adalah manager, pengawas, dan kapten di tempat ini. Kamu bekerja sebagai pelayan, tapi kadang-kadang kamu juga akan dibutuhkan sebagai pembuat kopi. Kamu ngerti?) Ian menjelaskan pada Darwin.
"I know the job as a waiter or barista. What I don't really get is, don't you need to ask me about experience, background, or something else?" (Saya tau pekerjaan sebagai pelayan atau pembuat kopi. Yang saya kurang paham, apakah bapak gak perlu nanya ke saya tentang pengalaman kerja saya, latar belakang, atau apa gitu?) Darwin bertanya balik.
Ian tertawa kecil, "I don't need those sh*ts. For me, a person who comes and asking about a job, he really meant to get a job and will do the responsibility assigned." (Saya gak perlu gituan. Buat saya, orang yang dateng kesini dan nanyain kerjaan, berarti orang itu emang niat kerja dan bakalan ngelakuin tanggung jawab yang di kasih ke dia.)
"Ooo, ok. But Sir, I cannot work full time. I mean to work as a part timer, coz I have to go to college in the morning." (Ooo, ok. Tapi pak, saya gak bisa kerja full time. Saya bermaksud ambil part time, soalnya saya mesti kuliah kalo pagi."
"No problem. You can work after college, at night. Where are you study, anyway?" (Gak masalah. Kamu bisa kerja di malam hari setelah kuliah. Ngomong-ngomong, kamu kuliah dimana?)
"MIT." Jawab Darwin.
"Hmmm. Interesting. Mostly our guests are college students from MIT." (Hmmm. Menarik. Kebanyakan pengunjung kita juga mahasiswa MIT.) Sahut Ian.
Darwin hanya tersenyum mengangguk.
Ian berbicara lagi, "Go put on your uniform, and meet Shayne. He will tell you what to do. Go hurry! We have many guests waiting." (Udah pake sana seragam nya. Trus lu temuin Shayne. Dia akan kasih tau kamu mesti ngapain. Cepetan! Banyak tamu udah nungguin.)
"I don't know which one is Shayne." (Saya gak tau Shayne yang mana.) Kata Darwin.
"He's the first person you asked before." (Dia yang lu tanya pertama kali tadi.) Jawab Ian.
"Wait!" (Tunggu!) Seru Ian.
Darwin pun berbalik menoleh ke Ian.
"Don't call me Sir. I'm not that old. And this place is not that formal." (Jangan panggil gue bapak. Gue belum setua itu. Dan tempat ini gak se-formal itu.) Kata Ian sambil tersenyum.
"Ok." Sahut Darwin. Dia pun keluar ruangan dan mencari Shayne.
Darwin bekerja hingga sore menjelang malam. Hari pertama dia bekerja. Dia terlihat lelah, namun sekaligus senang. Dia duduk di depan lokernya untuk mengganti seragam nya. Dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
"Jam 7. Chacha udah bangun belum ya." Dia bergumam sambil mengetik sesuatu di ponselnya.
Gurita. Udah bangun blm? Gw ud dpt kerjaan nih. Ngebabu di warkop. Haha. Cape sih, makanya gw mau tdr plg dri warkop. β€π
Dia kembali memasukkan ponselnya ke saku setelah mengirim chat untuk Chacha, dan bersiap-siap untuk pulang.
"Plan tonight?" (Ada rencana malam ini?) Shayne bertanya ke Darwin sambil mereka menuju pintu keluar karyawan.
__ADS_1
"Absolutely sleep." (Tentu aja tidur.) Jawab Darwin nyengir.
"You will get used to it." (Nanti juga lu akan terbiasa.)
"Yeah."
Ketika mereka akan keluar, ada seorang perempuan yang masuk dengan terburu-buru dan menabrak mereka.
"Ups. Sorry guys. No time to explain." (Ups. Maaf. Gak ada waktu buat ngejelasin nih.) Kata perempuan tersebut sambil tetap melangkah cepat dan melambaikan tangannya ke Shayne. Shayne pun hanya membalas melambaikan tangan.
Darwin dan Shayne pun keluar, Darwin masih terbayang tertabrak oleh perempuan tersebut. Dia seperti teringat dengan seseorang ketika melihat perempuan tersebut. Dia pun terdiam.
Shayne melihat Darwin yang terpaku, dia tersenyum, "She's Daniella. A waitress. She's at night shift today." (Dia namanya Daniella. Pelayan juga. Dia masuk malem hari ini.) Shayne bercerita.
"Ooo." Darwin hanya mengangguk-angguk.
'Daniella.' Dia bergumam dalam hatinya.
*
Akhirnya sampe kantor juga. Untung gak telat. Gue pun masuk kekantor dan duduk di hadapan komputer.
Gue mengambil ponsel dari tas, dari bangun tidur belum buka-buka hape. Gue melihat ada chat masuk dari Darwin, dan langsung membalasnya.
Gw ud smpe kntor, bru bca c8 lu. Wah, jauh2 ke US ngebabu jg di warkop yaaak. Haha. Yowis tdr aja lu yg nyenyak. β€π
*
Sabtu pagi. Gue udah di tempat festival musik, lagi briefing sama mas Rangga.
"Cha, lu stay di panggung musik indie ya, tapi nanti kalo bisa lu mobile juga ya ke main stage."
"Iya mas. Asal insentif nya sesuai." Gue menjawab sambil nyengir.
"Duit aja di otak lu. Kerja dulu yang bener."
"Hahaha. Iya, ini juga mau kerja." Gue menjawab sambil menyetel kamera dan peralatannya.
Gue pun berjalan ke backstage panggung musik indie. Beberapa pemain band lagi check sound di panggung. Gue melangkah menuju ruang tunggu para pengisi acara, karena pasti disitu para pemain band lagi siap-siap, jadi moment di foto nya dapet sebelum mereka perform.
Gue pun mengarahkan kamera gue hampir keseluruh ruangan.
__ADS_1
Seseorang menepuk pundak gue dari belakang,"Chacha."
Gue berbalik dan menoleh, "Putra." Gue bergumam pelan dan sebenernya agak terkejut ngeliat dia. Gak nyangka aja gitu.