Ketika Jingga Bertasbih

Ketika Jingga Bertasbih
hapus


__ADS_3

u uvu i ivu i i u ui i ivuvh u h u u g hvh uvuvhvh hvhvh h u v h h h hhvhvhvhvb b h h bvhvbh vh h j hhvh hvb h v h h vh h h vh h h. h g h h h vh h h h hvh h h b bvhvbvbvhvvh h hvvbvbvvvvvhvv vbvh h h h h h bvvvhvv h h h h h hvv vh hvv h hvh v v h h b h h h h j hvvvhvvhbvvhvhvvvhvh hvjvjvuvh hvu vh h g h h gg h h h h h gvv h v h v h h v v v v vvv b vv h vvv hvv vvh h g hvhvvvv vv vg h h h h vv v v vv hvh h v vv v h


Tapi kulihat Fadil langsung tertunduk.


"Kedua orang tuaku sudah tidak ada, Kak," jawabnya Fadil yang masih menunduk.


"Maksudnya, Dek?" tanyaku pelan sembari memegang pundaknya, Fadil.


Ya, aku bisa merasakan, bahwa Fadil saat itu sangat sedih. Perkiraanku, bahwa maksud Fadil, kedua orang tuanya telah tiada. Yaitu telah berpulang ke Rahmatullah


.


"Sudah meninggal, Kak."


"Oh, yang tabah ya, Dek. Dan maaf juga, karena kakak nanyain!"


"Tidak apa, Kak."


"Jadi, Kamu, tinggal sendiri di sini?"

__ADS_1


"Dengan dua saudaraku, Kak."


"Lalu kemana, mereka?"


"Mungkin, ke pengajian di masjid, Kak. Ohya, silahkan istrahat dulu, Kak. Bisa rebahan, di situ! Tapi maaf, beginilah keadaannya!"


"Oh, tidak masalah, Dek."


"Entah, kakak bisa tidur nantinya. Soalnya cuma pake alas kardus."


"Tidak masalah, Dek. Malah, aku sangat bersyukur! Daripada tidur di emperan," ujarku seraya tersenyum.


"Dek, ini ada uang, Kakak minta tolong beli makanan!"


"Oh, tidak perlu, Kak. Ada kok yang bisa dimasak di sini. Entar aku masak!"


"Tidak apa-apa, beli saja dulu, Dek!"


"Baiklah, kak. Aku ke warung!"

__ADS_1


"Ya, Dek. Beli empat bungkus, ya! Buat saudaramu juga."


Karena aku merasa sangat letih saat itu, akupun merebahkan tubuhku pada balai-balai kecil dengan beralas kardus.


Dalam rebahanku, kutermenung sembari memandang langit-langit gubuk tersebut.


Sungguh sangat memperihatinkan tempat tinggalnya Fadil. Dan terbersit dalam pikirku, jikalau berpatokan dari tempat tinggalnya, kemungkinan besar sedemikian rupa, kehidupan ekonomi si Fadil beserta dua saudaranya. Apalagi mereka yatim piatu.


Ditambah yang aku lihat tadi siang. Dia kerja sebagai penjual asongan serta mungkin memulung juga. Soalnya ada banyak barang bekas di sekitar gubuknya, termasuk yang dibawanya tadi.


Ohya, aku masih menduga, sih. Bahwa kehidupan mereka itu, memperihatinkan.


Ya, tidak baik langsung memastikan. Apalagi kerap muncul di berita tv. Banyak malah orang-orang yang hidupnya di jalanan, mempunyai penghasilan yang banyak.


Maaf, seperti tukang minta-minta, padahal ada yang masih muda, sehat bugar dan sebenarnya bisa kerja yang seharusnya.


Hmm, Malah ada yang pura-pura cacat demi mendapatkan rasa kasihan orang yang dimintain.


Ahk, Astaghfirullah. Aku kok mikir sampai di situ. Padahal hidupku juga tidak lebih baik dari mereka.

__ADS_1


Ya Tuhan...! Apakah dosa-dosaku ini masih engkau ampuni. Ya, aku sadari bahwa aku telah menyangsikan perintah maupun ajaranmu. Yaitu


__ADS_2