
"Lalu, apa yang kamu katakan pada, Pak Haji?"
"Ya, sa bilang toh..". Ini sudah mau magrib, Pak Haji. Tidak baik tidur jam bagini."
"Lalu?"
"Pak Haji, bilang". Ahk, suka-suka saya, Bet!
Sa bilang lagi bagini". Pak Haji ini, pi jalan-jalan boleh! Biar sehat.
Lalu tuh, pak Haji tanya saya". Hei obet, ko ada pentingkah, sampe ko bangunkan, aku?
Sa bilang". Oh betul, Pak Haji, sa ada penting. sa ada jualan ini, Pak Haji.
Pak haji tanya lagi". Ko jualan apa, obet?
Sa langsung bilang kalau sa ada jualan kata-kata.
"Hihihi..., trus bagaimana tanggapan, Pak Haji bani, Bet?"
"Ado'ee..Pak Haji ada bingung sampe...."
Kembali aku dibuat tertawa oleh ceritanya si Obet.
__ADS_1
"Trus?"
"Ya. Lalu sa bilang". kalo sa pu kata-kata ni, cocok buat, Pak Haji."
"Pak haji tidak marah, Bet?"
"Ah, pertama tra marah, dia. Tapi waktu sa kas dengar tu, kata-kata dari Nona jingga. Sa lalu lihat dia pu raut wajah. Roman-romannya ni, Pak Haji su lain. Macam su mulai jengkel, kah, apa?!
Tapi sa santai saja toh... Sa tetap rayu, Pak haji, supaya dia ada beli sa pu kata-kata.
Pak Haji bardiri sudah, sambil dong tanya saya". Obet, ko sudah gilakah?
Sa jawab toh!". Tidak, Pak Haji, sa sehat saja.
Ado.. Pak haji, su marah sudah! Lalu, Pak haji usir sa pake golok. Sa langsung ambil langkah seribu. Daripada sa dapa tebas, to...!"
Ya, aku geli juga dengan cerita kekonyolannya si Obet.
"Tapi pagi-pagi, Pak haji suruh orang ketemu saya. Sa disuruh ke rumah, Pak Haji.
Sa pikir to...!
Pak Haji ini, masih mo marahkah deng sa lagi, atau apa?!
__ADS_1
Eh, pas sampai di sana. Sa langsung di kasih motor."
Waah, ini namanya kekonyolan berbuah manis. Hihihi...
Ya. Obet, tentunya sangat girang bisa punya motor. Dapat motor akibat kekonyolannya.
Dan, Pak Haji bani pun terhindar dari kerugian minimarketnya yang hampir kena bobol atau kemalingan oleh karyawannya sendiri.
Menurut cerita, Pak Haji bani, pada obet. Saat Obet sudah pergi dari hadapannya. Pak Haji bani, masih melanjutkan tidurnya.
Namun, dalam tidurnya itu, dia bermimpi bertemu dengan, Obet, lagi. Dan dalam mimpinya. Obet, masih menawarkan jualan kata-katanya.
Pak Haji pun marah lagi, lalu beliau hendak mengusir, Obet. Dan pada saat itu juga, beliau terjaga.
Dengan rasa malasnya, beliau bangun, lalu masuk ke rumahnya untuk melanjutkan tidurnya. Akan tetapi, matanya tidak bisa lagi terpejam.
Entah kenapa katanya, jualan kata-katanya si obet terngiang-ngiang di telinganya. Maksudnya Kata-kata yang dijual oleh obet.
Ya, Pak Haji bani, kepikiran terus dengan kata-kata tersebut.
Malam itupun, sekitar pukul sebelas malam. Beliau, benar-benar terpengaruh kata-katanya, si obet.
Pak haji bani, kemudian memutuskan ke salasatu minimarketnya. Sembari jalan-jalan, katanya...!
__ADS_1
Eh, setelah, Pak Haji bani sampai di minimarketnya yang sudah tutup dua jam yang lalu. Pak haji, merasakan ada keanehan di dalam minimarket tersebut.
Lampu di dalam minimarketnya masih menyala. Dan pintu samping terkunci dari dalam. Padahal biasanya, terkunci dari luar. Itupun perintahnya pada karyawannya agar