Ketika Jingga Bertasbih

Ketika Jingga Bertasbih
hapus


__ADS_3

AssalamuAlaikum...!


kuucap salam di depan pintu kamarnya, Qanita. kemudian Qanita pun menjawab salamku dari dalam". Waalaikumsalam...!


"Boleh aku masuk?" tanyaku terlebih dahulu sebelum membuka daun pintu kamarnya, Qanita


"Masuk saja, Kak Jingga!" ucapnya Qanita.


Kubuka pun pintu kamar tersebut, lalu aku masuk dan menghampiri Qanita yang sedang mengetik di laptopnya.


"Duduk sini, Kak!"


"Iya, Nit."


"Kenapa, Kak? kok, seperti bingung gitu?" tanya Qanita padaku.


"Pengen pinjam laptop sebenarnya, tapi kamu lagi pake."


"Oh, boleh. Dikit lagi, tapi. Entar, ya. Dikit lagi, nih!"


"Dilanjutin saja, Nit. Aku pinjamnya kapan-kapan sajalah "


"Pake laptop, untuk apa, Kak?"


"Ini, aku mau nyari akunt media sosialnya temanku."


"Oh gitu...? Entar, entar. Aku ada sesuatu buat, Kak Jingga!"

__ADS_1


Qanita mengambil suatu barang di lemarinya. Setelah itu, dia pun lalu menyodorkan padaku.


"Apa ini?" tanyaku seraya meraih bungkusan tersebut.


"Dibuka saja, dan diterima. Tidak pake nolak, titik!" ujar Qanita, menegaskan.


"Maksudnya?" Kembali aku bertanya sebelum membukanya.


"Diterima. Buat kamu!"


"Barang mahal pasti ini, kan?"


"Tidak. Buka saja dulu!"


"Hum, perasaanku tidak enak nich..?!"


"Tuh, kan...!? Hape.."


"Pliis, diterima ya!"


"Tidak, Qanita. Ini mahal! Maaf!"


Qanita yang memberi, malah dia yang merajuk. Dan aku yang tidak setuju.


Ya, aku tidak bisa menerima pemberiannya, Qanita. Itu smartphone mahal.


Aduuh, tetapi Qanita terus merajuk. Dan dia bilang aku tidak menghargainya.

__ADS_1


"Hargai dong pemberianku! Lagian juga, Kak Jingga bisa gampang nyari temannya dan bisa komunikasi," ujarnya lagi Qanita yang mulai merengut.


"Ok, tapi hanya pinjam, ya!"


"Haduuh...okelah. pinjam saja tapi jangan kembalikan jika tidak kuminta, ok?!" ujar Qanita seraya mempelototiku.


"Yee ...sama aja, Qanita!"


kami sama-sama tertawa.


Malam itu, aku membuat akunt media sosial yang baru. Akunt yang aku buat waktu itu untuk menelusuri akuntnya nadia, telah kelupaan paswordnya. Jadi sekarang bikin ulang lagi. Semoga bisa ketemu lagi akuntnya nadia ataupun adelio. Harapku dengan sangat tentunya.


Setelah selesai, akupun mulai menelusuri akunt media sosialnya, nadia. Ya, kumulai dari instagramnya.


Oh, instagramnya dikunci.Tumbennya nadia, IG-nya di private. Kupikir kelamaan jika nunggu dia terima permintaanku untuk mengikuti instagramnya. Aku pun melakukan pencarian di akunt facebook. Kutemukan, tapi ada empat akunt dengan foto profilnya yang muncul. Waah, mana yang dia pakai, nih?!


Humm, bingung juga. Maka kubuka pun satu persatu. Akhirnya kutemukan dan seingatku akunt inilah yang aktif saat aku menghubunginya waktu itu. Benar, Postingan terakhirnya pun masih baru. Sekitar lima hari yang lalu. Aku lalu mengirimkan pesan via messanger.


Keesokan paginya, kucek lagi Messanger dan Wa-ku. Dan akupun begitu girang. Ya kudapatkan chatnya, nadia, di Wa-ku. Dia meminta alamatku. Dan dia mengatakan akan mencari alamatku. Dia pun menyampaikan ingin menelponku tetapi dia ada kuliah penting pagi ini, hingga sore nanti.


Duh, perasaanku lega pagi ini.


Tetapi sore harinya, belum ada lagi pesan maupun chat dari nadia. Nomor kontaknya pun tidak aktif saat kuhubungi.


Dan, Keesokan harinya lagi. Aku mengecek kedua akuntku, Wa-ku, juga sms. Tetap belum ada. Kutelpon lagi, eh masih tidak aktif.


Ya, mungkin sangat sibuk kalie, ya!?

__ADS_1


Kini hari ketiga. Dalam setengah hari ini. Terkadang tiap


__ADS_2