Ketika Jingga Bertasbih

Ketika Jingga Bertasbih
BAB 8 - hapus


__ADS_3

Saat ini pernikahanku telah memasuki empat belas bulan. Aku belum hamil. Tapi aku rasa itu baik untukku.


Jadi karena itu juga aku pun sering jalan ke mall, ke kafe serta ke taman kota. Seperti yang sedang kulakukan saat ini.


Tentu dengan begitu, aku sedikit bisa menyingkirkan perasaanku yang meradang. Menghilangkan kejenuhan hatiku.


"Jingga....!" Suara memanggil dari kejauhan.


Oh, siapakah gerangan memanggilku. Tapi serasa aku kenal suara tersebut.


Ya, aku pun menoleh kearah kanan serta arah kiri. Dan di arah kiriku, kulihat seorang wanita berlari kecil kearahku seraya melambaikan tangan kanannya.


Ehh. Dia, Nadia! Ya. Aku pun begitu girang. Aku bertemu lagi sahabatku. Sebenarnya baru tiga bulan sih. Kami tidak bertemu. Tapi, rasanya seolah setahun atau lebih. Karena tentunya aku mengharapkan jika bisa, aku sering bertemu atau selalu bareng dengan, Nadia.


Ya, hanya nadia yang menjadi tempatku berkeluh kesah. Dan bareng nadia membuat seolah kerinduanku dengan masa SMA, masa remajaku, sedikit terobati.


"Nadia..., kemana saja kamu? Kangen tau...!"


"Yaelah, baru tadi malam vidiocall juga."


"Beda dong,"


"Sorry. Gi sibuk, soalnya. Eh, ngapain kamu di sini?"


"Nyantailah,"


"Dari tadi?"


"Lumayan lama."


"Suamimu?"

__ADS_1


"Keluar daerah."


"Kenapa? Tiba-tiba cemberut begitu?"


"Jangan tanyakan, dia!" ujarku sedikit kesal.


"Bagus ya...! Aku datang, tapi kamu masih asyik chating?!"


"Oh, sorry, Nad! Gi tanggung ini. Bentar, ya!"


"Chat siapa, sih?"


"Kenalan baru di IG(instagram)."


"Jingga, kamu sudah punya suami!"


"Cuma iseng, Nad. Cuma dengan begini, aku bisa sedikit bebas dari kegalauanku."


Dan aku pun mengangkat wajahku menatap, Nadia. Aku mengiba padanya agar dia memahamiku kali ini.


"Nad, tolong jangan salah paham. Aku mengerti kok maksudmu. Cuma iseng saja ini."


"Baiklah. Tapi ingat jangan konyol, jangan jatuhkan martabatmu. Pilih jalan yang seharusnya!"


"Maksudnya?"


"Ya, aku cuma ingetin, atau mungkin saran."


"Apa itu?"


"Jika kamu sudah tidak sanggup menjalani statusmu yang saat ini. Buat keputusan yang tepat. Tapi jika kamu masih ingin bertahan. Ya itu keputusanmu ya atau tidak. Yang jelas jangan lakukan hal yang tidak seharusnya bagi seorang isteri. Seorang yang masih bersuami. Ingat ya Jingga, kamu berstatus sebagai isteri. Aku katakan begini, karena kamu sahabatku. Aku sayang kamu. Aku ingin sahabatku selalu baik, baik dimata semua orang, terutama kepada, Allah Subhana Wataala."

__ADS_1


"Iya, Nad, Aku ngerti."


"Syukurlah."


"Jadi apa yang seharusnya kulakukan?"


"Maaf jingga. Yang aku hanya bisa tekankan ke kamu. Yaitu, jangan dulu kamu berprilaku layak wanita yang sudah tidak bersuami. Misalnya kamu sering chat setiap pria kenalanmu, lalu janjian ketemuan."


"Kamu pernah lihat aku?"


"Ya, di mall beberapa waktu yang lalu. Hanya saja waktu itu, aku tidak ada kesempatan samperin kamu."


"Itu cuma kebetulan, Nad. Hanya sekedar teman, juga."


"Yah, kuharap kamu berlaku dengan sewajarnya saja, jika kamu chating sama laki-laki atau kamu berkenalan," ujarnya, Nadia, sembari menggengam tanganku.


Tentu aku paham maksudnya, Nadia, walaupun terkesan seolah aku anak kecil yang diberi pemahaman. Tetapi itulah arti dari sahabat dan itulah karakter, nadia, yang aku tahu.


"Ya, Jingga!" ucap lagi, Nadia, menekankan.


"Iya, Nad. Aku hanya berupaya menghilangankan rasa amarah di hatiku."


"Jingga. Sebenarnya bukan begitu cara lari dari perasaan galaumu. Bukan begitu caranya kamu lari dari tekanan pada jiwamu!" ujar, Nadia, dengan menatapku tajam.


Dan aku hanya bisa tertunduk.


Aku tahu maksudnya, Nadia. Memang mungkin aku terkesan lebay. Tapi entah kenapa, aku tidak bisa untuk pergi dari jiwa labilku ini. Ya, pikiranku masih kekanak-kanakan.


"Jadi apa menurutmu, Nad, Jika sekiranya aku memilih pisah dengannya?"


"Sekali lagi aku mohon maaf, jingga! Aku tidak bisa menanggapi tentang hal itu. Aku merasa belum layak memberi tanggapan. Ya, menurutku itu keputusan yang hanya dirimu penentunya. Bagaimana yang harus kamu

__ADS_1


__ADS_2